Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?

Minggu, 14 Juni 2026 20:51 WIB

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 15 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rudal, Drone, dan Tank Canggih China Dipamerkan, Prabowo Jadi Saksi

By Aga GustianaRabu, 3 September 2025 16:37 WIB4 Mins Read
Parade Militer HUT ke-80 China di Beijing
Parade Militer HUT ke-80 China di Beijing. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – China mengadakan parade militer spektakuler di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu pagi, untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Acara ini menampilkan barisan pasukan yang rapi, konvoi kendaraan tempur, serta jet-jet tempur yang menggelegar di langit, sekaligus menonjolkan kebanggaan nasional dan modernisasi militer.

Parade tersebut tidak hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga menjadi ajang diplomasi China. Sejumlah pemimpin dunia hadir, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Presiden Indonesia Prabowo, yang semula menyatakan kehadiran terhalang kondisi keamanan dalam negeri, terlihat hadir di barisan tamu kehormatan bersama para pemimpin negara Asia Tenggara lainnya. Sementara itu, sebagian besar pemimpin Barat memilih absen karena ketegangan geopolitik global.

Memimpin parade, Presiden China Xi Jinping mengenakan setelan abu-abu ala Mao Zedong. Dari podium di Tiananmen, Xi menyampaikan penghormatan kepada rakyat China yang telah berkorban dan menekankan komitmen negara itu untuk menjaga kedaulatan sekaligus perdamaian dunia.

“Hari ini, umat manusia sekali lagi dihadapkan pada pilihan: damai atau perang, dialog atau konfrontasi, saling menguntungkan atau menang sendiri,” ujar Xi dalam pidatonya yang berlangsung sekitar tujuh menit.

Baca Juga:  Gegara Suporter Rasis, FIFA Denda PSSI dan Kosongkan Tribun 15 Persen saat Indonesia vs China

Pernyataan ini disampaikan di tengah konflik yang masih berlangsung di Ukraina dan Timur Tengah, serta dinamika global yang kian terpolarisasi. Xi menegaskan bahwa China akan terus menempuh pembangunan secara damai dan bekerja sama dengan masyarakat dunia untuk membangun masa depan bersama.

Parade ini memperingati kemenangan China atas Jepang pada 1945, menandai perjuangan melawan penjajahan dan kelompok fasis dunia. Sekitar 35 juta warga China, baik tentara maupun sipil, menjadi korban perang, menjadikan wilayah ini salah satu medan tempur paling berdarah pada Perang Dunia II. Xi menekankan pentingnya kesetaraan dan kerja sama antarnegara untuk mencegah terulangnya tragedi sejarah.

Rangkaian Parade dan Modernisasi Militer

Acara ini menampilkan 45 formasi pasukan darat dan udara, termasuk kendaraan tempur modern, drone, kapal tanpa awak, serta rudal-rudal canggih. Beberapa persenjataan baru yang dipamerkan antara lain:

  • Rudal anti-kapal YJ-15 dan YJ-19, serta YJ-20 yang dikenal sebagai “penghancur kapal induk”.
  • Rudal hipersonik DF-17 dan DF-26D (“Penghancur Guam”).
  • Jet tempur siluman J-20S, J-35, dan pembom jarak jauh H-6J.
  • Sistem nuklir berbasis darat, laut, dan udara, termasuk DF-61, DF-31BJ, JL-3, Jinglei-1, dan DF-5C.
  • Tank tempur Type 99B dan berbagai sistem anti-drone, termasuk senjata laser dan gelombang mikro.
Baca Juga:  Jadwal Timnas Indonesia vs China di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Prediksi Garuda Menang Tipis

Parade juga memperkenalkan tiga matra baru militer China: Angkatan Antariksa, Angkatan Dunia Maya, dan Angkatan Dukungan Informasi. Kepolisian Bersenjata Rakyat China turut berpartisipasi, menunjukkan peran mereka dalam menjaga keamanan domestik.

Diplomasi dan Kehadiran Tamu Internasional

Selain Putin dan Kim, tampak hadir pemimpin Asia Tenggara lain seperti Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Vietnam Luong Cuong, Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong, Raja Kamboja Norodom Sihamoni, Presiden Laos Thongloun Sisoulith, serta Panglima Militer Myanmar Min Aung Hlaing. Kehadiran mereka menegaskan pengaruh diplomatik Beijing di kawasan.

Putin hadir di tengah keterbatasan kunjungan luar negeri akibat isolasi Barat dan surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional. Sementara Kim Jong Un menghadiri parade ini untuk pertama kalinya sejak berkuasa pada 2011, sekaligus kunjungan pertamanya ke China dalam enam tahun terakhir.

Baca Juga:  Perolehan Kontrak Pesanan Alutsista dan Manufaktur Pindad Capai Rp25,8 Triliun

Pemimpin Barat hampir seluruhnya absen, kecuali Perdana Menteri Slovakia Robert Fico dan Presiden Serbia Aleksander Vucic. Kehadiran Prabowo dan pemimpin Asia Tenggara lainnya menunjukkan keterwakilan regional yang lebih kuat dibanding parade tahun 2015.

Persiapan dan Antusiasme Publik

Persiapan parade berlangsung berbulan-bulan, dengan sejumlah latihan formasi udara dan uji coba konvoi di pusat kota Beijing. Ribuan penonton menyaksikan, melambaikan bendera merah, bertepuk tangan, dan mengabadikan momen lewat ponsel. Tepuk tangan meriah juga diberikan kepada veteran berseragam, menegaskan bahwa peringatan ini bukan hanya soal kekuatan militer, tetapi juga penghormatan terhadap pengorbanan masa lalu.

“Perjalanan China di masa lalu tidak mudah. Melihat parade ini membuat saya bangga dan mengingatkan kita agar sejarah pahit tidak terulang,” ujar Hu, seorang pengunjung berusia 48 tahun.

Parade militer ini merupakan parade kedua yang digelar untuk memperingati Hari Kemenangan sejak ditetapkan Majelis Rakyat Nasional pada 2014. Sebelumnya, parade serupa berlangsung pada 2015, menandai satu dekade dari acara pertama.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

alutsista China jet siluman militer China parade 2025 parade militer Prabowo rudal hipersonik senjata canggih Tiananmen
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.