Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Desil Naik, PKH Bisa Hilang! Segera Cek Status Bansos Tahap 4 Kamu

Senin, 26 Oktober 2026 06:00 WIB

Bukan Cuma Soto Mie, Ini 5 Restoran Baru di Bogor yang Wajib Dicoba

Senin, 26 Oktober 2026 03:00 WIB

Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair

Senin, 26 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Desil Naik, PKH Bisa Hilang! Segera Cek Status Bansos Tahap 4 Kamu
  • Bukan Cuma Soto Mie, Ini 5 Restoran Baru di Bogor yang Wajib Dicoba
  • Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair
  • Drama Pakansari! Gol Adam Alis di Menit 90+1 Selamatkan Persib dari Hasil Imbang
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Dibuang ke Panti tapi Public Speaking-nya Bikin Kagum, Ini Sosok Mbah Suharyono
  • Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin
  • Cuma Butuh 15 Menit, Peralta Bikin Garudayaksa Tertunduk
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sekda Jabar Minta Mitigasi Serius Usai Terbongkarnya Sindikat Penjualan Bayi

By SusanaKamis, 17 Juli 2025 19:15 WIB3 Mins Read
Sekda Jabar, Herman Suryatman.
Sekda Jabar, Herman Suryatman. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan pentingnya mitigasi dan antisipasi terhadap kasus penjualan bayi menyusul terbongkarnya sindikat yang menjual bayi ke Singapura.

Ia meminta Dinas Kesehatan segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang di fasilitas kesehatan lain di Jawa Barat.

“Saya akan konfirmasi langsung ke Dinas Kesehatan. Kita harus melakukan mitigasi. Kalau kejadian ini bisa terjadi di satu rumah sakit, bukan tidak mungkin terjadi di tempat lain. Maka kami punya kewajiban untuk mengingatkan,” ujar Herman di DPRD Jabar, Kamis (17/7/2025).

Herman juga menyebut bahwa surat edaran kepada seluruh rumah sakit, baik negeri maupun swasta, akan segera disiapkan oleh Dinas Kesehatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sindikat yang memanfaatkan celah di layanan kesehatan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Targetkan Angka Prevalensi Stunting Turun Jadi 14 Persen pada 2024

“Pemerintah harus hadir di semua persoalan. Kepala Dinas Kesehatan akan kami minta mengeluarkan edaran agar rumah sakit di kabupaten/kota juga siaga,” lanjutnya.

Sindikat Penjualan Bayi ke Singapura Terbongkar, 24 Bayi Jadi Korban

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat berhasil mengungkap jaringan sindikat penjualan bayi yang melibatkan 12 tersangka wanita.

Para pelaku memiliki modus licik: mereka membeli bayi sejak dalam kandungan, membiayai proses persalinan, memalsukan dokumen, lalu menjual bayi ke Singapura dengan dalih adopsi.

“Para pelaku merayu ibu hamil dengan menawarkan bantuan biaya persalinan dan uang tunai. Setelah bayi lahir, mereka buatkan dokumen palsu dan ditampung sebelum dikirim ke luar negeri,” jelas Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Raih WTN 2024, Terbaik Pengelolaan Sistem Transportasi Publik

Bayi-bayi tersebut ditampung di Pontianak, Kalimantan Barat, hingga berusia 3 bulan. Setelah itu, mereka dijual dengan harga antara Rp11 juta hingga Rp16 juta per bayi. Total 24 bayi asal Jawa Barat menjadi korban; 18 di antaranya telah dijual, sementara 6 berhasil diselamatkan.

Peran Tersangka hingga Jalur Perdagangan Internasional

Setiap anggota sindikat memiliki peran tersendiri:

  • Perekrut: mencari ibu hamil dan menawarkan bantuan finansial
  • Perawat: merawat bayi selama penampungan (tanpa keahlian medis)
  • Pembuat dokumen: mengurus dokumen palsu
  • Penjual utama: SH alias LSH yang menjual bayi ke Singapura

“SH menjual bayi ke luar negeri dengan dalih adopsi. Semua dokumen dibuat secara ilegal,” ujar Kombes Surawan. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan tenaga medis profesional dalam kasus ini.

DPO Tersangka di Singapura, Orang Tua Bisa Jadi Tersangka

Baca Juga:  Dua Inovasi Pemprov Jabar Jalani Validasi Lapangan IGA 2025

Polisi masih memburu satu tersangka yang berada di Singapura. Polda Jabar sedang memproses red notice ke Interpol dan menerbitkan status Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ditreskrimum juga membuka kemungkinan menjerat orang tua bayi jika terbukti ikut terlibat dalam penjualan anak mereka.

“Kalau terbukti ikut melakukan transaksi atau menjual bayinya, orang tuanya bisa dijadikan tersangka juga,” tegas Surawan.

Langkah Pemprov Jabar: Antisipasi dan Perlindungan Bayi

Dengan mencuatnya kasus sindikat penjualan bayi di Jawa Barat ini, Pemprov Jabar di bawah koordinasi Sekda Herman Suryatman menegaskan komitmennya dalam penanganan dan pencegahan.

“Kita tidak boleh abai. Semua pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga rumah sakit harus bersama-sama mencegah kejahatan keji ini terulang kembali,” pungkas Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Herman Suryatman Sekda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Desil Naik, PKH Bisa Hilang! Segera Cek Status Bansos Tahap 4 Kamu

Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair

Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar

PENUSUKAN

Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP

PENUSUKAN

Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.