Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya

Rabu, 4 November 2026 15:05 WIB

Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!

Rabu, 4 November 2026 13:53 WIB

6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

Rabu, 4 November 2026 12:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya
  • Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!
  • 6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
  • 3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita
  • Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Selamatkan 500 Ribu Anak dari Putus Sekolah, Pemprov Jabar dan FKSS Resmi Akhiri Gugatan

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 25 Agustus 2025 18:26 WIB3 Mins Read
Pemprov Jawa Barat dan FKSS sepakat cabut gugatan terkait penambahan rombel. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gugatan hukum terkait kebijakan penambahan rombongan belajar (Rombel) di Jawa Barat akhirnya resmi dicabut.

Pencabutan gugatan dilakukan setelah tercapai kesepakatan antara penggugat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan (Disdik).

Pertemuan mediasi kedua yang digelar di Bandung, Senin (25/8/2025), menghasilkan keputusan bersama untuk mengakomodasi kepentingan semua pihak, khususnya dalam upaya mencegah anak putus sekolah.

Kuasa hukum penggugat, Alex Edward, mengatakan gugatan dicabut karena seluruh tuntutan para penggugat telah diakomodasi dalam keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 463.1/Kep-323/Disdik/2025.

“Alhamdulillah di hari ini kami telah mendapatkan kesepakatan dengan Pemprov Jabar terkait gugatan pencegahan anak putus sekolah. Pada dasarnya, kepentingan para penggugat sudah diakomodasi oleh Pak gubernur,” ujar Alex.

Menurutnya, kesepakatan yang dicapai tidak hanya menyelesaikan persoalan hukum, tetapi juga menyentuh aspek teknis di lapangan. Salah satu poinnya, yakni adanya mekanisme tracking siswa yang tidak terdaftar di sekolah negeri.

Baca Juga:  Disdik Jabar Berikan Sanksi bagi Siswa dan Sekolah yang Masuk di Luar Jalur PPDB

Murid-murid yang terancam putus sekolah nantinya akan dialihkan ke sekolah swasta dengan dukungan pemerintah provinsi. Mekanisme ini dipastikan berjalan sebelum batas waktu cut off data pokok pendidikan (Dapodik).

Alex menambahkan, untuk tahun ajaran berikutnya, Pemprov Jabar juga akan melibatkan sekolah swasta dalam penanganan siswa yang rawan putus sekolah. Ada enam penggugat yang akan dilibatkan dalam skema ini, yakni FKSS serta BNPS Kabupaten Cianjur, Bandung, Garut, Sukabumi, dan Bogor.

“Dampak dari kebijakan ini juga mencakup perhatian kepada guru yang terdampak, misalnya guru yang diberhentikan oleh yayasan atau sekolah. Semua akan dicarikan solusi,” katanya.

Alex memastikan bahwa para penggugat merasa puas karena tuntutan mereka telah terakomodasi. “Apa yang menjadi materi gugatan kami sudah terpenuhi. Maka gugatan akan dicabut,” ujarnya.

Rencananya, pencabutan gugatan akan disampaikan secara resmi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung dalam satu hingga dua hari ke depan.

Baca Juga:  Pendaftaran SPMB Jawa Barat 2025, Simak Alur dan Jadwal Lengkapnya

Kepala Disdik Jabar, Purwanto, membenarkan adanya pencabutan gugatan tersebut. Menurutnya, kesepakatan ini menandai komitmen bersama untuk memajukan pendidikan di Jawa Barat.

“Dalam kesepakatan tersebut kita akan bersama-sama melakukan tracking anak-anak yang belum bersekolah. Nanti dibuat tim khusus untuk memastikan mereka masuk ke satuan pendidikan,” ujar Purwanto.

Berdasarkan data terakhir, jumlah anak yang berpotensi putus sekolah di Jawa Barat mencapai lebih dari 500 ribu jiwa. Angka ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi.

Sementara itu, Jutek Bongso, perwakilan Tim Advokasi Gubernur Jabar, menegaskan bahwa kesepakatan ini menunjukkan komitmen Gubernur Jawa Barat dalam menyelamatkan anak-anak dari ancaman putus sekolah.

“Kesepakatan ini membuktikan bahwa Pak Gubernur memiliki semangat untuk memperbaiki dunia pendidikan di Jawa Barat. Kebijakan ini justru melibatkan sekolah swasta agar tidak merasa dirugikan,” ujar Jutek.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Akan Tetap Terapkan Sistem Diskualifikasi bagi Peserta PPDB Tahap II

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemprov Jabar mengucurkan dana hibah pendidikan sekitar Rp623 miliar per tahun. Namun, dana tersebut dinilai tidak tepat sasaran sehingga akan dievaluasi dan dialihkan menjadi skema beasiswa.

“Dengan beasiswa, bantuan akan lebih tepat sasaran sehingga anak-anak yang terancam putus sekolah bisa langsung terbantu,” jelasnya.

Kesepakatan perdamaian tersebut memuat tiga poin utama. Pertama, sekolah swasta akan dilibatkan dalam penanganan siswa. Kedua, dilakukan tracking siswa secara bersama-sama. Ketiga, adanya komitmen bersama untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Jawa Barat.

Dengan adanya kesepakatan ini, perdebatan panjang antara Pemprov Jabar dan penggugat dinyatakan selesai. Semua pihak kini sepakat untuk fokus pada satu tujuan: mencegah anak putus sekolah.

“Karena kepentingan sudah terwakili dan keinginan kami sudah terpenuhi, maka gugatan dianggap selesai. Kini tinggal bagaimana teknis pelaksanaannya di lapangan,” pungkas Alex.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Disdik Jabar Pemprov Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.