Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam

Jumat, 30 Oktober 2026 13:54 WIB

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 12:55 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Jumat, 30 Oktober 2026 11:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
  • Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Seminar Kebangsaan, Rafael Situmorang Tekankan Pancasila sebagai Simpul Kebangsaan

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 20 Januari 2026 13:21 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang hadir sebagai pembicara di Seminar Kebangsaan Unpas. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nilai-nilai Pancasila kembali ditegaskan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dalam Seminar Kebangsaan bertajuk “Pancasila sebagai Simpul Kebangsaan untuk Mewujudkan Kesejahteraan dalam Hak Asasi Manusia” yang digelar di Aula Mandalasaba Ir. H. Djuanda, Kampus Universitas Pasundan (Unpas), Selasa (20/1/2026).

Salah satu narasumber, Rafael Situmorang, Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, menuturkan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga falsafah hidup bangsa yang menyatukan keberagaman Indonesia.

“Kita hari ini diskusi soal Pancasila sebagai simpul kebangsaan, sebagai falsafah kehidupan bangsa,” ujar Rafael di hadapan peserta seminar.

Ia mengingatkan, Pancasila memiliki akar sejarah yang panjang dan lahir dari nilai-nilai yang memang sudah hidup di tengah masyarakat Indonesia jauh sebelum kemerdekaan.

Baca Juga:  ‎DPRD Jabar Soroti Kebijakan Pendidikan, Ruang Kelas Baru dan Sekolah Negeri Diperbanyak

“Pancasila ini kalau kita bicara sejarahnya sangat panjang. Karena kata Soekarno, saya tidak menemukan Pancasila, tetapi saya hanya menggali apa yang sudah hidup di relung bangsa Indonesia,” katanya.

Rafael menjelaskan, gagasan Pancasila pertama kali disampaikan Bung Karno pada 1 Juni 1945, sebagai tawaran nilai dasar kebangsaan yang mencakup semangat nasionalisme, internasionalisme, hingga demokrasi.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

“Pancasila lahir 1 Juni, pada saat itu Soekarno menawarkan Pancasila sebagai nilai kebangsaan, internasionalisme, demokrasi,” ungkapnya.

Setelah itu, lanjut Rafael, dibentuk Panitia Sembilan yang bertugas menyempurnakan redaksi dan formulasi Pancasila hingga akhirnya melahirkan Piagam Jakarta sebagai bagian penting dari proses sejarah bangsa.

“Setelah itu dibentuklah Panitia Sembilan, untuk memperbaiki redaksi dan formulasi Pancasila, sampai akhirnya terbit Piagam Jakarta,” tuturnya.

Menurutnya, setiap sila dalam Pancasila memiliki makna yang luas dan saling terhubung. Mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, hingga persatuan Indonesia yang menjadi simbol kuat nasionalisme.

Baca Juga:  Fetty Anggraenidini Pantau Disnaker Bogor, Dorong Pelatihan dan Job Fair Tekan Pengangguran

“Pengembangan arti Pancasila itu sangat luas, dari sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, lalu kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, ini menjadi simbol nasionalisme,” jelasnya.

Seminar ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa dan civitas akademika Unpas untuk kembali memaknai Pancasila, bukan hanya sebagai teks konstitusional, tetapi sebagai nilai hidup yang relevan dalam menjawab tantangan kebangsaan dan isu hak asasi manusia di era modern.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat mahasiswa Pancasila Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.