Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam

Kamis, 22 Oktober 2026 12:21 WIB

Dari Kopitiam sampai Batagor Legendaris, 5 Kuliner Bandung Paling Diburu

Kamis, 22 Oktober 2026 12:20 WIB

Buron! Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Diciduk di Apartemen Bekasi

Kamis, 22 Oktober 2026 12:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Dari Kopitiam sampai Batagor Legendaris, 5 Kuliner Bandung Paling Diburu
  • Buron! Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Diciduk di Apartemen Bekasi
  • Usai Kasus Siswi Magang, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan di Setiap Dinas
  • Belum Terkalahkan di Kandang, Madura United Siap Jegal Persib
  • Bakar Sampah Berujung Petaka, Kebun Bambu di Bandung Barat Terbakar
  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000, Kini Rp2.550.000 per Gram
  • Di Balik Kejayaan Tiga Musim Beruntun, Manajemen Persib Bongkar Cerita Defisit Rp100 Miliar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Serap Aspirasi Warga Kota Bandung, Mutya Assegaf Fokus pada Ekonomi dan Kesehatan

By SusanaMinggu, 20 Oktober 2024 22:00 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, menunjukkan komitmen kuat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

Bersama istrinya, Mutya Assegaf, mereka berbagi tugas dalam mendengarkan berbagai keluh kesah warga Kota Bandung. Salah satunya saat Mutya mengunjungi kelompok disabilitas di Kecamatan Coblong pada Minggu (20/10/2024).

Sebagai istri calon wali kota, Mutya menunjukkan dedikasinya dengan rutin turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi warga. Dalam berbagai kesempatan, ia terlibat dalam kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat.

Mutya mengungkapkan bahwa salah satu isu yang sering muncul dalam pertemuan dengan warga adalah masalah ekonomi, yang berdampak pada kesejahteraan hidup dan tempat tinggal masyarakat.

Baca Juga:  Masalah Sampah Kian Parah, HMI Desak Pemkot Bandung Segera Bertindak

“Dalam program Jumat Berkah dan blusukan, saya sering menemukan masalah utama terkait ekonomi yang berpengaruh pada kesejahteraan hidup dan tempat tinggal. Di Bandung, masih banyak hunian yang tidak layak,” ujar Teh Mutya.

Ia mengaku sedih melihat kondisi tersebut, terutama ketika berhadapan dengan warga lanjut usia yang kurang mendapatkan perhatian, serta mereka yang sakit namun tidak mampu berobat.

Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa ada beberapa hal yang perlu lebih diperhatikan oleh pemerintah, terutama terkait masalah ekonomi, tempat tinggal, dan kesehatan penduduk lanjut usia.

Baca Juga:  Teduh Coffee, Ngopi Sore di Tengah Pohon Pinus Kota Bandung

“Bagi saya, yang utama itu warga tenang kalau tahu besok bisa makan apa, anak bisa sekolah, dan kalau sakit bisa berobat. Pemerintah harus memperhatikan tiga hal ini: ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” tegasnya.

Teh Mutya juga menyoroti pentingnya program inklusif yang dapat memfasilitasi semua kalangan masyarakat, termasuk lansia, disabilitas dan anak berkebutuhan khusus. Kota Bandung, menurutnya, harus menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi semua kalangan.

Baca Juga:  Wali Kota Farhan Dorong Inovasi Siaga Bencana di Tiap Kelurahan

“Penting sekali bahwa program inklusif harus mampu menjangkau seluruh masyarakat, terutama mereka yang tidak sehat atau memiliki kebutuhan khusus. Pemerintah harus bisa memfasilitasi ini,” ujarnya.

Dia juga menyinggung persoalan stunting. Menurutnya, pengentasan stunting bisa dilakukan melalui posyandu dengan dukungan dana Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK).

“Di Posyandu Babakan Ciparay, saya temui kasus stunting hanya satu, namun secara keseluruhan angka stunting di Bandung masih tinggi. Ini menunjukkan bahwa pemberdayaan posyandu belum optimal dan bisa didukung melalui dana PIPPK,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arfi Rafnialdi calon Wali Kota Bandung Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buron! Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Diciduk di Apartemen Bekasi

ASN bisa WFA

Usai Kasus Siswi Magang, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan di Setiap Dinas

Bakar Sampah Berujung Petaka, Kebun Bambu di Bandung Barat Terbakar

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek Bansos PKH-BPNT Oktober 2026, Dana Bisa Cair Bertahap

Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.