Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

Rabu, 13 Mei 2026 20:27 WIB

Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026

Rabu, 13 Mei 2026 20:21 WIB

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

Rabu, 13 Mei 2026 20:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi
  • Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026
  • Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan
  • UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok
  • Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif
  • Kelas Bos! Lihat Apa yang Dilakukan Pria Ini Saat Sulap Dinding Kusam Jadi Emas!
  • 13 Kiai Pengasuh Pesantren di Jabar Diduga Tertipu Janji Dapur MBG, Kerugian Capai Ratusan Juta
  • 7 Pemain Timnas di Persib vs PSM, Pertarungan Gengsi Tak Terhindarkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Serap Aspirasi Warga Kota Bandung, Mutya Assegaf Fokus pada Ekonomi dan Kesehatan

By SusanaMinggu, 20 Oktober 2024 22:00 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, menunjukkan komitmen kuat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

Bersama istrinya, Mutya Assegaf, mereka berbagi tugas dalam mendengarkan berbagai keluh kesah warga Kota Bandung. Salah satunya saat Mutya mengunjungi kelompok disabilitas di Kecamatan Coblong pada Minggu (20/10/2024).

Sebagai istri calon wali kota, Mutya menunjukkan dedikasinya dengan rutin turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi warga. Dalam berbagai kesempatan, ia terlibat dalam kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat.

Mutya mengungkapkan bahwa salah satu isu yang sering muncul dalam pertemuan dengan warga adalah masalah ekonomi, yang berdampak pada kesejahteraan hidup dan tempat tinggal masyarakat.

Baca Juga:  Jangan Lewatkan 'Abdi Nagri Nganjang ka Warga' di Bale Pakuan, Ada Pelayanan dan Hiburan Gratis

“Dalam program Jumat Berkah dan blusukan, saya sering menemukan masalah utama terkait ekonomi yang berpengaruh pada kesejahteraan hidup dan tempat tinggal. Di Bandung, masih banyak hunian yang tidak layak,” ujar Teh Mutya.

Ia mengaku sedih melihat kondisi tersebut, terutama ketika berhadapan dengan warga lanjut usia yang kurang mendapatkan perhatian, serta mereka yang sakit namun tidak mampu berobat.

Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa ada beberapa hal yang perlu lebih diperhatikan oleh pemerintah, terutama terkait masalah ekonomi, tempat tinggal, dan kesehatan penduduk lanjut usia.

Baca Juga:  Wow! Kota Bandung Pecahkan Rekor Permainan Angklung Selama 12 Jam Nonstop

“Bagi saya, yang utama itu warga tenang kalau tahu besok bisa makan apa, anak bisa sekolah, dan kalau sakit bisa berobat. Pemerintah harus memperhatikan tiga hal ini: ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” tegasnya.

Teh Mutya juga menyoroti pentingnya program inklusif yang dapat memfasilitasi semua kalangan masyarakat, termasuk lansia, disabilitas dan anak berkebutuhan khusus. Kota Bandung, menurutnya, harus menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi semua kalangan.

Baca Juga:  Cuaca Bandung 15 April 2025: Siapkan Payung untuk Hujan Ringan Sepanjang Hari

“Penting sekali bahwa program inklusif harus mampu menjangkau seluruh masyarakat, terutama mereka yang tidak sehat atau memiliki kebutuhan khusus. Pemerintah harus bisa memfasilitasi ini,” ujarnya.

Dia juga menyinggung persoalan stunting. Menurutnya, pengentasan stunting bisa dilakukan melalui posyandu dengan dukungan dana Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK).

“Di Posyandu Babakan Ciparay, saya temui kasus stunting hanya satu, namun secara keseluruhan angka stunting di Bandung masih tinggi. Ini menunjukkan bahwa pemberdayaan posyandu belum optimal dan bisa didukung melalui dana PIPPK,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arfi Rafnialdi aspirasi calon Wali Kota Bandung Kota Bandung Mutya Assegaf
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok

Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif

13 Kiai Pengasuh Pesantren di Jabar Diduga Tertipu Janji Dapur MBG, Kerugian Capai Ratusan Juta

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.