Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!

Sabtu, 7 November 2026 08:49 WIB

Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!

Sabtu, 7 November 2026 08:01 WIB

Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus

Sabtu, 7 November 2026 07:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
  • Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus
  • BSU 2026 Rp900 Ribu Cair Kapan? Cek Syarat Gaji UMK dan Cara Validasi Data via JMO
  • Dicari Warganet! Link Video Viral ‘Hampir 10 Menit’ Karyawan HWI Jepara, Asli atau Hoaks?
  • Bocor di TikTok dan X, Isu Video Egar dan Fina Banyuwangi Akhirnya Terbongkar!
  • Resmi dari Kemnaker! BSU 2026 Rp900 Ribu Disalurkan Lewat Himbara dan Pos
  • Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Setahun Tragedi Kanjuruhan, Eks Dirut PT LIB Belum Disidang

By Putra JuangMinggu, 1 Oktober 2023 20:36 WIB2 Mins Read
Mantan Dirut PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setahun tragedi Kanjuruhan di Kabupaten Malang, eks direktur utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita belum menjalani sidang.

Dirinya merupakan satu dari enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka pada tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada 1 Oktober 2022.

Sementara lima tersangka lainnya sudah menjalani sidang hingga mendapat vonis untuk hukuman penjara.

Seperti diketahui, tragedi itu bermula dari kekalahan Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Suporter yang kecewa, tumpah ruah memasuki lapangan.

Namun aparat melakukan kesalahan dengan melepaskan gas air mata sehingga membuat suasana di dalam stadion keos.

Satu per satu korban berjatuhan dari mulai tertindih, terinjak, hingga sesak karena menghirup gas.

Baca Juga:  Cari Petualang Inovatif dan Kreatif, Eiger Buka Innoventure 2023

Pihak berwenang kemudian mendata, terdapat 135 orang yang meregang nyawa, di samping ratusan korban lainnya dinyatakan terluka.

Setelah tragedi itu, sepak bola Indonesia divakumkan. Tepat pada 2 Oktober 2022, PSSI memutuskan untuk menghentikan Liga 1 dan Liga 2.

Sementara pada 4 Oktober 2022, Arema FC mendapat hukuman untuk tidak bertanding di Malang dengan jarak minimal 210 km.

Laga pun tidak boleh ditonton. Selain itu, Arema didenda sebesar Rp250 juta.

Pasca tragedi itu, PSSI melangsungkan kongres luar biasa (KLB) pada 16 Februari 2023 dan memutuskan Erick Thohir sebagai ketua umum baru.

Sebelum itu juga, Liga 1 kembali, tepatnya pada 12 Januari 2023. Namun saat itu, liga dilanjutkan tanpa adanya degdarasi.

Baca Juga:  Aliansi Masyarakat Bandung Desak KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Suap CCTV

Lewat kepengurusan yang baru, Erick Thohir pun berkomitmen untuk membenani sepak bola Indonesia sebagaimana proyeksi FIFA.

Seiring itu, Liga 1 dan 2 dijanjikan kembali bergulir dengan normal. Dimulai dari Liga 1 musim 2023/2024 dengan kick off pada 1 Juli 2023.

Sementara itu, proses sidang terhadap para tersangka dilakukan dari Maret hingga Agustus 2023.

Para tersangka dimaksud antara lain Kompol Wahyu Setyo Pranoto,  mantan Kabag Ops Polres Malang. Kemudian, AKP Bambang Sidik Achmadi, mantan Kasat Samapta Polres Malang.

Lalu Abdul Haris ketua panpel, AKP Hasdarmawan, mantan Danki Brimob, dan Suko Sutrisno, security officer.

Baca Juga:  Grey Art Gallery, Tempat Wisata Baru di Bandung bagi Para Pecinta Seni

Wahyu sendiri terbukti membiarkan penembakan gas air mata. Mulanya dia bebas dari ancaman vonis, sampai akhirnya dibatalkan dan mendapat hukuman 2 tahun penjara.

Pembatalan vonis bebas juga berlaku untuk Bambang yang terbukti memerintahkan penembakan gas air mata pada tragedi tersebut. Dia divonis 2 tahun penjara.

Sementara Abdul Haris yang terbukti lalai mengelola tiket dan dokumen keselamatan divonis 1,6 tahun.

Hasdarmawan yang turut memerintahkan penembakan gas air mata turut divonis 1,6 tahun. Sementara Suko Sutrisno yang lalai mengoordinasikan personal keamanan divonis 1 tahun.

Sedangkan Akhmad Hadian Lukita, mantan Dirut PT LIB, belum disidang hingga sekarang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured PT LIB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun

CPNS

Resmi! Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS 2026 Mulai November

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.