Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Selasa, 3 November 2026 10:02 WIB

Jasa Masa Lalu Diungkit! Niat Sindir Raffi Ahmad, Borok Jerome Polin Malah Dibongkar Kubu RANS?

Selasa, 3 November 2026 09:00 WIB

Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS

Selasa, 3 November 2026 08:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!
  • Jasa Masa Lalu Diungkit! Niat Sindir Raffi Ahmad, Borok Jerome Polin Malah Dibongkar Kubu RANS?
  • Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS
  • Skenario Lolos Kilat Persib Bandung di ACL 2: Bisa Segel Tiket Duluan Tanpa Tunggu Laga Akhir?
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Setiap Hari Menantang Bahaya, Pelajar di Sukabumi Lewati Jembatan Nyaris Roboh

By Aga GustianaRabu, 14 Januari 2026 16:55 WIB2 Mins Read
Pelajar di Sukabumi harus menantang bahaya demi sekolah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Situasi berbahaya kini harus dihadapi puluhan pelajar di wilayah perbatasan Desa Karangpapak dan Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Setiap hari, anak-anak tingkat sekolah dasar hingga menengah pertama terpaksa melintasi jembatan gantung yang kondisinya nyaris roboh demi bisa berangkat dan pulang sekolah.

Jembatan tersebut membentang di atas aliran sungai berbatu dengan arus yang cukup deras. Kerusakan parah terlihat jelas, terutama di bagian fondasi. Salah satu sisi penyangga jembatan ambruk, membuat struktur utama kehilangan keseimbangan. Akibatnya, lantai jembatan dari kayu miring tajam ke satu arah dan hanya tersisa kabel baja sebagai pegangan.

Meski membahayakan nyawa, jembatan itu tetap menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah. Warga dan pelajar tidak memiliki alternatif lain selain meniti kabel baja yang kondisinya sudah kendur dan berkarat.

Dalam sebuah rekaman video yang ramai beredar di media sosial, tampak sejumlah pelajar berseragam hijau-putih berjalan perlahan di atas jembatan yang miring. Mereka berpegangan erat pada kabel sambil melangkah hati-hati. Dari kejauhan, warga terlihat memantau dengan raut cemas.

Baca Juga:  Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main

“Awas, hati-hati! Jangan lari, pelan-pelan saja!” teriak seorang warga memperingatkan anak-anak tersebut.

Suasana semakin menegangkan ketika suara derasnya aliran sungai di bawah jembatan terdengar jelas, seolah menegaskan risiko besar yang setiap saat mengintai.

Baca Juga:  Ahmad Syaikhu Jemput Takdir Kemenangan ASIH, Perkuat Simpul Pendukung

Kondisi ini dibenarkan oleh Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah. Ia menyebut telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama Ketua BPD Desa Cikelat, Agus, untuk memastikan tingkat kerusakan jembatan.

“Hari ini kami melakukan asesmen terhadap jembatan rusak penghubung Desa Karangpapak dan Desa Cikelat,” ujar Andri.

Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran vital bagi aktivitas warga. Tidak hanya digunakan sebagai jalur pendidikan bagi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi akses utama perekonomian masyarakat setempat.

“Jembatan ini dipakai anak-anak sekolah, baik SD maupun SMP. Selain itu, di Kampung Sukabakti terdapat sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) yang kini terisolasi. Jembatan ini juga menjadi akses utama para petani menuju lahan mereka,” jelasnya.

Baca Juga:  PTPN I Regional 2 Gerak Cepat Pulihkan Fasilitas Pasca Banjir di Sukabumi

Dari hasil pemeriksaan, kerusakan jembatan diduga kuat disebabkan oleh fondasi batu kali yang tergerus aliran sungai serta kondisi tanah yang tidak stabil. Material penyangga terlihat bergeser dan runtuh ke tepi sungai, membuat posisi jembatan menggantung tanpa tumpuan yang aman.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jembatan tersebut. Kekhawatiran terbesar mereka adalah jatuhnya korban jiwa, mengingat jembatan itu masih terus digunakan setiap hari oleh anak-anak dan warga.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.