Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up

Kamis, 30 Juli 2026 01:00 WIB

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB

Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib

Rabu, 29 Juli 2026 19:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
  • Update Penyaluran BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026: Status Terbaru dan Klarifikasi Pemerintah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Setiap Hari Menantang Bahaya, Pelajar di Sukabumi Lewati Jembatan Nyaris Roboh

By Aga GustianaRabu, 14 Januari 2026 16:55 WIB2 Mins Read
Pelajar di Sukabumi harus menantang bahaya demi sekolah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Situasi berbahaya kini harus dihadapi puluhan pelajar di wilayah perbatasan Desa Karangpapak dan Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Setiap hari, anak-anak tingkat sekolah dasar hingga menengah pertama terpaksa melintasi jembatan gantung yang kondisinya nyaris roboh demi bisa berangkat dan pulang sekolah.

Jembatan tersebut membentang di atas aliran sungai berbatu dengan arus yang cukup deras. Kerusakan parah terlihat jelas, terutama di bagian fondasi. Salah satu sisi penyangga jembatan ambruk, membuat struktur utama kehilangan keseimbangan. Akibatnya, lantai jembatan dari kayu miring tajam ke satu arah dan hanya tersisa kabel baja sebagai pegangan.

Meski membahayakan nyawa, jembatan itu tetap menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah. Warga dan pelajar tidak memiliki alternatif lain selain meniti kabel baja yang kondisinya sudah kendur dan berkarat.

Dalam sebuah rekaman video yang ramai beredar di media sosial, tampak sejumlah pelajar berseragam hijau-putih berjalan perlahan di atas jembatan yang miring. Mereka berpegangan erat pada kabel sambil melangkah hati-hati. Dari kejauhan, warga terlihat memantau dengan raut cemas.

“Awas, hati-hati! Jangan lari, pelan-pelan saja!” teriak seorang warga memperingatkan anak-anak tersebut.

Suasana semakin menegangkan ketika suara derasnya aliran sungai di bawah jembatan terdengar jelas, seolah menegaskan risiko besar yang setiap saat mengintai.

Kondisi ini dibenarkan oleh Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah. Ia menyebut telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama Ketua BPD Desa Cikelat, Agus, untuk memastikan tingkat kerusakan jembatan.

“Hari ini kami melakukan asesmen terhadap jembatan rusak penghubung Desa Karangpapak dan Desa Cikelat,” ujar Andri.

Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran vital bagi aktivitas warga. Tidak hanya digunakan sebagai jalur pendidikan bagi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi akses utama perekonomian masyarakat setempat.

“Jembatan ini dipakai anak-anak sekolah, baik SD maupun SMP. Selain itu, di Kampung Sukabakti terdapat sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) yang kini terisolasi. Jembatan ini juga menjadi akses utama para petani menuju lahan mereka,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, kerusakan jembatan diduga kuat disebabkan oleh fondasi batu kali yang tergerus aliran sungai serta kondisi tanah yang tidak stabil. Material penyangga terlihat bergeser dan runtuh ke tepi sungai, membuat posisi jembatan menggantung tanpa tumpuan yang aman.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jembatan tersebut. Kekhawatiran terbesar mereka adalah jatuhnya korban jiwa, mengingat jembatan itu masih terus digunakan setiap hari oleh anak-anak dan warga.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

akses pendidikan infrastruktur desa jembatan gantung Jembatan Rusak pelajar Sukabumi Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.