Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Sabtu, 19 September 2026 05:00 WIB

Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini

Sabtu, 19 September 2026 04:00 WIB

Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula

Sabtu, 19 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban
  • Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini
  • Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula
  • Cristiano Ronaldo Kembali Masuk Skuad Timnas Portugal untuk UEFA Nations League
  • Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!
  • Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes
  • Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar
  • Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Setiap Hari Menantang Bahaya, Pelajar di Sukabumi Lewati Jembatan Nyaris Roboh

By Aga GustianaRabu, 14 Januari 2026 16:55 WIB2 Mins Read
Pelajar di Sukabumi harus menantang bahaya demi sekolah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Situasi berbahaya kini harus dihadapi puluhan pelajar di wilayah perbatasan Desa Karangpapak dan Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Setiap hari, anak-anak tingkat sekolah dasar hingga menengah pertama terpaksa melintasi jembatan gantung yang kondisinya nyaris roboh demi bisa berangkat dan pulang sekolah.

Jembatan tersebut membentang di atas aliran sungai berbatu dengan arus yang cukup deras. Kerusakan parah terlihat jelas, terutama di bagian fondasi. Salah satu sisi penyangga jembatan ambruk, membuat struktur utama kehilangan keseimbangan. Akibatnya, lantai jembatan dari kayu miring tajam ke satu arah dan hanya tersisa kabel baja sebagai pegangan.

Meski membahayakan nyawa, jembatan itu tetap menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah. Warga dan pelajar tidak memiliki alternatif lain selain meniti kabel baja yang kondisinya sudah kendur dan berkarat.

Dalam sebuah rekaman video yang ramai beredar di media sosial, tampak sejumlah pelajar berseragam hijau-putih berjalan perlahan di atas jembatan yang miring. Mereka berpegangan erat pada kabel sambil melangkah hati-hati. Dari kejauhan, warga terlihat memantau dengan raut cemas.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Pelatihan, Mahasiswa IPB Beri Pendampingan Psikologis untuk Eks-PMI Sukabumi

“Awas, hati-hati! Jangan lari, pelan-pelan saja!” teriak seorang warga memperingatkan anak-anak tersebut.

Suasana semakin menegangkan ketika suara derasnya aliran sungai di bawah jembatan terdengar jelas, seolah menegaskan risiko besar yang setiap saat mengintai.

Baca Juga:  Insiden di SDN Parakansalak 2 Sukabumi, 24 Siswa Keracunan Usai Santap MBG

Kondisi ini dibenarkan oleh Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah. Ia menyebut telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama Ketua BPD Desa Cikelat, Agus, untuk memastikan tingkat kerusakan jembatan.

“Hari ini kami melakukan asesmen terhadap jembatan rusak penghubung Desa Karangpapak dan Desa Cikelat,” ujar Andri.

Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran vital bagi aktivitas warga. Tidak hanya digunakan sebagai jalur pendidikan bagi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi akses utama perekonomian masyarakat setempat.

“Jembatan ini dipakai anak-anak sekolah, baik SD maupun SMP. Selain itu, di Kampung Sukabakti terdapat sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) yang kini terisolasi. Jembatan ini juga menjadi akses utama para petani menuju lahan mereka,” jelasnya.

Baca Juga:  Gempa Berkekuatan 5,3 M Guncang Sukabumi, Getarannya Terasa hingga Bandung

Dari hasil pemeriksaan, kerusakan jembatan diduga kuat disebabkan oleh fondasi batu kali yang tergerus aliran sungai serta kondisi tanah yang tidak stabil. Material penyangga terlihat bergeser dan runtuh ke tepi sungai, membuat posisi jembatan menggantung tanpa tumpuan yang aman.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jembatan tersebut. Kekhawatiran terbesar mereka adalah jatuhnya korban jiwa, mengingat jembatan itu masih terus digunakan setiap hari oleh anak-anak dan warga.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula

Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar

lampu lalu lintas

Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak

Masuk Bursa Survei Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa Punya Peluang di Pilgub Jabar 2029?

Kedok Kerja Sama Berujung Kamar Kos: Suami Gerebek Istri Ngamar Bareng Pegawai Pelat Merah di Sukabumi

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.