Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Guncang FH Unpas, Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Mimbar Bebas

Selasa, 13 Oktober 2026 11:54 WIB

Tragedi Utang Rp 25 Juta: Skenario Keji di Balik Tewasnya Driver Taksi Online Sumedang

Selasa, 13 Oktober 2026 11:49 WIB

Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api

Selasa, 13 Oktober 2026 11:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Guncang FH Unpas, Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Mimbar Bebas
  • Tragedi Utang Rp 25 Juta: Skenario Keji di Balik Tewasnya Driver Taksi Online Sumedang
  • Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api
  • Thom Haye Kritik Fasilitas Pemulihan Persib, Akui Jaga Kebugaran Pemain Hampir Mustahil
  • Harga Emas Antam Hari Ini 13 Oktober 2026 Anjlok Rp20.000, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
  • 19 Rumah di Saritem Bandung Masih Dijadikan Tempat Prostitusi
  • Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026
  • Jadwal Pertandingan Persib Bandung vs The Cong-Viettel: Momentum Pangeran Biru Jaga Tren Positif Asia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Siaga! Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Jabar hingga 29 April 2026

By SusanaKamis, 23 April 2026 20:52 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Cuaca di Bandung
Ilustrasi Cuaca ekstrem. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Jawa Barat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi selama sepekan ke depan, mulai 23 hingga 29 April 2026.

Dalam periode pancaroba ini, hujan tidak hanya turun dengan intensitas tinggi, tetapi juga berpotensi disertai petir, kilat, dan angin kencang dalam durasi singkat pada skala lokal. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah.

Penyebab Cuaca Ekstrem di Jawa Barat

Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa fenomena atmosfer menjadi pemicu utama kondisi cuaca yang tidak menentu.

Salah satu faktor dominan adalah kemunculan gelombang ekuatorial Kelvin yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif. Selain itu, kondisi atmosfer yang labil dari ringan hingga kuat turut memperbesar potensi terbentuknya awan konvektif penyebab hujan ekstrem.

“Labilitas atmosfer menjadi indikator kuat tingginya peluang pertumbuhan awan konvektif yang memicu cuaca ekstrem,” ujarnya di Bandung, Kamis (23/4/2026).

Ancaman Bencana Hidrometeorologi

BMKG mengingatkan, hujan lebat yang disertai angin kencang dapat memicu berbagai bencana, di antaranya:

  • Banjir dan genangan air di daerah dataran rendah atau drainase buruk
  • Tanah longsor di wilayah perbukitan dan lereng
  • Pohon tumbang akibat angin kencang yang membahayakan pengguna jalan

Risiko tersebut dinilai cukup tinggi, terutama di wilayah rawan bencana di Jawa Barat.

Imbauan dan Langkah Mitigasi

Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, masyarakat diminta tidak panik namun tetap siaga. BMKG memberikan sejumlah langkah mitigasi yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Memantau informasi cuaca resmi dari BMKG secara berkala
  • Mengenali titik rawan bencana di lingkungan sekitar
  • Menyiapkan rute evakuasi mandiri
  • Membersihkan saluran air dan memangkas pohon rawan tumbang
  • Tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memicu banjir

Dengan kesiapsiagaan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah, potensi dampak cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan.

BMKG menegaskan, kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika cuaca selama masa pancaroba ini agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Guncang FH Unpas, Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Mimbar Bebas

Tragedi Utang Rp 25 Juta: Skenario Keji di Balik Tewasnya Driver Taksi Online Sumedang

Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api

19 Rumah di Saritem Bandung Masih Dijadikan Tempat Prostitusi

Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026

Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.