bukamata.id – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bandung Raya dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir kembali merendam permukiman warga di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Luapan Sungai Citarum dan sejumlah anak sungainya mengakibatkan 21.228 jiwa terdampak hingga Selasa (14/4/2026).
Selain dampak banjir, tim SAR gabungan juga masih melakukan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang terseret arus di kawasan Jembatan Cikarees.
Hujan Deras Picu Luapan Sungai di Bandung Raya
Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Bandung sejak Jumat (10/4/2026). Tingginya debit air membuat beberapa sungai tidak mampu menampung aliran, di antaranya:
- Sungai Citarum
- Sungai Cikapundung
- Sungai Cipalasari
- Sungai Cigede
Akibatnya, kawasan padat penduduk seperti Dayeuhkolot, Baleendah, dan Rancaekek kembali terendam banjir.
Dayeuhkolot Jadi Wilayah Terparah
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya, menyebut wilayah Dayeuhkolot mengalami dampak paling parah.
Sebanyak 7.604 keluarga terdampak tersebar di beberapa desa, seperti Desa Dayeuhkolot, Citeureup, Cangkuang Wetan, dan Kelurahan Pasawahan.
Di Kampung Bojong Asih, ketinggian air bahkan mencapai 140 sentimeter, memaksa puluhan keluarga mengungsi ke tempat aman.
Sementara di Desa Citeureup, sebanyak 327 warga bertahan di titik pengungsian seperti masjid dan rumah warga yang lebih tinggi. Total lebih dari 1.000 rumah dilaporkan terendam dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 110 sentimeter.
Akses Jalan Terputus Akibat Banjir
Banjir juga berdampak pada infrastruktur. Jalan Raya Dayeuhkolot dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan karena genangan air mencapai 60 sentimeter.
Kondisi ini menghambat mobilitas warga serta distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Pencarian Korban Hilang di Jembatan Cikarees
Di tengah bencana, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang warga bernama Enda Hermawan (27) yang dilaporkan hilang di aliran sungai dekat Jembatan Cikarees, wilayah Baleendah.
Peristiwa terjadi pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB. Korban diduga terjatuh ke sungai setelah insiden keluarga.
Sebanyak 96 personel gabungan dari Basarnas, BPBD, Polri, dan relawan dikerahkan untuk menyisir aliran sungai. Hingga Selasa sore, korban masih belum ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
Banjir Juga Rendam Rancaekek
Selain Dayeuhkolot, banjir juga melanda kawasan Perumahan Rancaekek Permai di Desa Jelegong, Rancaekek.
Sedikitnya 600 rumah dari 500 keluarga terdampak genangan air dengan ketinggian mencapai 30 hingga 50 sentimeter.
Kebutuhan Mendesak dan Imbauan Waspada
BPBD Kabupaten Bandung mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi pengungsi, antara lain:
- Makanan siap saji
- Air bersih
- Selimut
- Sembako
- Pompa air dan karung pasir
Warga yang tinggal di bantaran sungai diimbau untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Banjir yang melanda Bandung Raya kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Upaya evakuasi dan penanganan darurat terus dilakukan, sementara solidaritas dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk menghadapi situasi ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









