bukamata.id – Bencana banjir kembali merendam wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (26/5/2026). Hujan deras yang mengguyur kawasan Bandung Raya sejak dini hari menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
Akibat banjir Dayeuhkolot kali ini, ribuan warga terdampak dan ratusan jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Genangan air juga dilaporkan menghambat aktivitas masyarakat dan lalu lintas di beberapa titik kawasan terdampak.
Tiga Desa dan Satu Kelurahan Terendam Banjir
Berdasarkan data sementara dari pemerintah setempat, banjir merendam tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Dayeuhkolot. Wilayah terdampak meliputi:
- Desa Dayeuhkolot
- Desa Citeureup
- Desa Cangkuang Wetan
- Kelurahan Pasawahan
Luapan air dipicu tingginya intensitas hujan di kawasan Bandung Raya yang menyebabkan debit Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede meningkat drastis hingga meluber ke area permukiman.
Beberapa akses jalan lingkungan dan ruas penghubung antarwilayah juga terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Ribuan Warga Dayeuhkolot Terdampak Banjir
Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, mengungkapkan bahwa dampak banjir kali ini cukup luas dan menyasar ribuan warga.
Berdasarkan pendataan sementara, tercatat sebanyak 772 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.185 jiwa terdampak genangan banjir.
“Sebagian masyarakat telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Saat ini kami mencatat ada 61 keluarga dengan total 168 jiwa yang sudah berada di posko pengungsian,” ujar Asep pada Selasa (26/5/2026).
Warga yang rumahnya terendam memilih mengungsi karena khawatir debit air terus meningkat, terutama saat hujan kembali turun pada sore dan malam hari.
Lokasi Pengungsian Warga Banjir Dayeuhkolot
Pemerintah Kecamatan Dayeuhkolot bersama aparat desa telah menyiapkan sejumlah titik pengungsian darurat untuk warga terdampak banjir.
Beberapa lokasi pengungsian yang digunakan antara lain:
- Masjid Al-Ikhlas
- Kantor Desa Dayeuhkolot
- Area Desa Citeureup
Di lokasi pengungsian, warga mulai membutuhkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar untuk bertahan selama banjir belum surut.
Anak-anak, lansia, dan balita menjadi kelompok yang paling rentan terdampak akibat kondisi cuaca dingin dan keterbatasan fasilitas di pengungsian.
Logistik dan Peralatan Darurat Jadi Kebutuhan Mendesak
Pemerintah setempat menyebut kebutuhan logistik menjadi prioritas utama dalam penanganan banjir Dayeuhkolot.
Beberapa kebutuhan mendesak yang diperlukan warga meliputi:
1. Makanan dan Kebutuhan Balita
Warga membutuhkan makanan siap saji, susu, serta makanan khusus balita untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.
2. Air Bersih dan Perlengkapan Kebersihan
Ketersediaan air minum bersih, perlengkapan mandi, obat-obatan, dan selimut sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan warga di pengungsian.
3. Sembako dan Peralatan Penanganan Banjir
Selain sembako, petugas di lapangan juga membutuhkan pompa sedot air, karung, serta troli untuk mempercepat proses penanganan genangan.
Pemerintah daerah bersama relawan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir guna mengantisipasi kenaikan debit air susulan.
Banjir Dayeuhkolot Kembali Jadi Sorotan Tahunan
Banjir yang kembali melanda Dayeuhkolot menambah daftar panjang kawasan Bandung Selatan yang rutin terdampak luapan Sungai Citarum setiap musim hujan.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir tahunan, mulai dari normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, hingga pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang lebih optimal.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih merendam sejumlah kawasan permukiman dan akses jalan di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









