Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

5 Kuliner Legendaris Bandung yang Masih Eksis di 2026, Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner

Jumat, 28 Agustus 2026 20:05 WIB

Flexing Termahal! Di Balik Sertifikat Adopsi Orangutan Para Artis, Ada Tragedi Memilukan Ini

Jumat, 28 Agustus 2026 20:03 WIB

Skuad Bertabur Bintang, Julio Cesar Minta Persib Buktikan Kualitas Lawan Manila Digger

Jumat, 28 Agustus 2026 19:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Kuliner Legendaris Bandung yang Masih Eksis di 2026, Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner
  • Flexing Termahal! Di Balik Sertifikat Adopsi Orangutan Para Artis, Ada Tragedi Memilukan Ini
  • Skuad Bertabur Bintang, Julio Cesar Minta Persib Buktikan Kualitas Lawan Manila Digger
  • Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini
  • Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi
  • Persib Siap Tempur, Teja Paku Alam Ungkap Senjata Berbahaya Manila Digger
  • Robohkan Pohon Sebesar Perut Kerbau, Truk Tangki BBM Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya
  • Viral Aksi Nekat Bocah SD di Bandung Barat Terjang Perairan Saguling Naik Rakit Bambu demi Sekolah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 29 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Siswa SMAN 6 Garut Tewas Diduga Akibat Perundungan, Gubernur Jabar Turun Tangan!

By SusanaJumat, 18 Juli 2025 11:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Meninggal Dunia
Ilustrasi Meninggal Dunia. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tragedi menggemparkan dunia pendidikan di Jawa Barat. Seorang siswa kelas 10 SMAN 6 Garut berinisial P (16) ditemukan meninggal dunia di rumahnya dalam kondisi yang mengundang tanda tanya.

Dugaan kuat menyebutkan korban mengalami tekanan psikologis akibat perundungan di sekolah serta kabar dirinya tidak naik kelas.

Merespons serius kejadian ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) langsung mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan sementara Kepala SMAN 6 Garut, Dadang Mulyadi.

Langkah ini dilakukan demi menjamin proses investigasi berlangsung secara transparan dan objektif.

“Untuk mewujudkan rangkaian investigasi berjalan secara transparan, maka kepala sekolahnya kita nonaktifkan sementara sampai pemeriksaannya selesai,” ujar Kang Dedi melalui akun Instagram resminya @dedimulyadi71.

Baca Juga:  Aksi Buang Sampah di Gedung DPRD Jabar Tuai Kritik Dedi Mulyadi: Nambah Kerjaan!

Investigasi Melibatkan Banyak Pihak Sekolah

Gubernur KDM menyebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar telah ditugaskan melakukan investigasi menyeluruh. Pemeriksaan akan melibatkan kepala sekolah, wali kelas, guru BK, dan guru mata pelajaran, termasuk guru fisika yang disebut-sebut dalam pengakuan keluarga korban.

Meski sebelumnya sempat diupayakan jalan mediasi antara keluarga dan pihak sekolah, namun proses konsiliasi tidak membuahkan hasil. Kedua belah pihak sama-sama merasa benar atas versi masing-masing, hingga akhirnya investigasi menjadi jalan terbaik.

Baca Juga:  KDM Tegaskan Penataan DAS, Jalan, dan Gerbang Tol Jadi Prioritas di Jabar

“APBD ini adalah tools. Alat. Tujuannya satu: membuat rakyat sejahtera dan mendapatkan pelayanan publik yang layak, adil, dan berkualitas,” jelas KDM.

Wamen Pendidikan Imbau Tak Perkeruh Suasana

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, turut menyampaikan keprihatinannya. Seusai bertakziah ke rumah duka di Bayongbong, Fajar meminta seluruh pihak, termasuk netizen untuk menahan diri.

“Kami harap semua pihak, termasuk sekolah maupun aktivis media sosial, tidak memperkeruh suasana,” ujarnya, Rabu (16/7/2025).

Fajar menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat aman, nyaman, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan dalam dunia pendidikan. Ia juga mengapresiasi keterbukaan keluarga korban dalam proses komunikasi dan investigasi.

Baca Juga:  Dilantik Jadi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Minta Benih Padi Bukan Karangan Bunga

Kemendikbud Turunkan Tim Investigasi ke Garut

Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Garut sudah turun tangan menyelidiki kasus ini. Pemeriksaan menyasar aspek psikologis dan yuridis, yang kini masih dalam proses pendalaman.

Fajar menambahkan, kementerian tengah melakukan evaluasi terhadap efektivitas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah-sekolah. Meski 98 persen sekolah di Indonesia telah membentuk TPPK, namun efektivitasnya masih menjadi sorotan serius.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi garut
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini

Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi

Robohkan Pohon Sebesar Perut Kerbau, Truk Tangki BBM Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya

Viral Aksi Nekat Bocah SD di Bandung Barat Terjang Perairan Saguling Naik Rakit Bambu demi Sekolah

Viral Video Pria Acungkan Celurit di Garut, Diduga Targetkan Sopir Truk Malam Hari

Tak Perlu Jauh-jauh, Informasi Layanan Kesehatan Malaysia Hadir di Tengah Kota Bandung

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Mesin Politik Mulai Dipanaskan! PRI Bidik 13 Kursi DPR RI dari Jawa Barat
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.