Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung

Sabtu, 31 Oktober 2026 06:56 WIB
Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Sabtu, 31 Oktober 2026 05:00 WIB

Wajib Mampir! 5 Tempat Makan di Bandung yang Selalu Diburu Wisatawan Luar Kota

Sabtu, 31 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung
  • Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4
  • Wajib Mampir! 5 Tempat Makan di Bandung yang Selalu Diburu Wisatawan Luar Kota
  • Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda
  • Ajak Si Kecil ke Sini, 5 Kafe Ramah Anak di Bandung Ini Punya Area Bermain Seru
  • Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini
  • Nyaris Hattrick! Bung Ropan Puji Ketajaman Balsa Sekulic Saat Persib Tumbangkan Melbourne Victory
  • Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Skandal Pelecehan Seksual di FHUI: Korban 27 Orang, Ada Mahasiswa hingga Dosen

By Aga GustianaSelasa, 14 April 2026 18:47 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Pelecehan Seksual. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus pelecehan seksual yang mengguncang Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) memasuki babak baru dengan temuan jumlah korban yang mengejutkan. Timotius Rajagukguk, selaku kuasa hukum para korban, membeberkan bahwa total korban yang terdeteksi saat ini telah menyentuh angka 27 orang, yang terdiri dari kalangan mahasiswa hingga pengajar.

Dalam keterangan resminya, Timotius merinci bahwa mayoritas korban yang berada di bawah pendampingannya adalah mahasiswa, sementara sisanya merupakan dosen.

“Korban yang saya wakili terdapat 20 orang. Itu baru yang saya wakili, semuanya mahasiswa. Dari unsur dosen terakhir saya dengar ada tujuh orang,” kata Timotius dalam konferensi pers di Kampus UI, Depok, Selasa (14/4/2026).

Timotius juga mengisyaratkan bahwa angka ini masih bisa bertambah. Hal ini mengingat kemungkinan adanya korban lain yang belum menyadari bahwa identitas atau martabat mereka telah dilecehkan dalam grup percakapan digital tersebut.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dokter Kandungan di Garut

Kronologi dan Reaksi Publik

Polemik ini mencuat ke publik pada 12 April 2026 setelah bocoran percakapan grup chat mahasiswa FH UI tersebar luas di media sosial. Isi pesan tersebut dinilai sangat ofensif dan merendahkan perempuan, sehingga memicu gelombang kecaman karena dilakukan oleh calon penegak hukum yang sedang menempuh pendidikan tinggi.

Baca Juga:  Istri Polisi Korbankan Fortunernya Dihantam Truk demi Selamatkan Pengendara Lain di Depok

Merespons situasi yang memanas, birokrasi kampus langsung mengambil langkah tegas dengan memanggil belasan oknum mahasiswa yang terlibat. Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI pun diturunkan untuk menangani perkara ini secara serius.

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional, Erwin Agustian Panigoro, menegaskan bahwa pihak universitas tidak memberikan ruang bagi segala bentuk pelecehan.

“UI menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan seksual, termasuk yang bersifat verbal dan terjadi dalam interaksi digital maupun luring, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai dasar universitas, kode etik sivitas akademika, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Erwin.

Baca Juga:  Link Video Viral Botol Golda Durasi 19 Detik No Sensor, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Siber!

Permintaan Maaf yang Dinilai Belum Cukup

Meski 16 mahasiswa terduga pelaku telah dikumpulkan untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan korban, upaya tersebut tampaknya belum mampu meredam kekecewaan. Para korban dikabarkan masih merasakan trauma mendalam dan kemarahan atas tindakan verbal yang telah mencederai integritas mereka di lingkungan akademik.

Pihak fakultas kini terus melakukan proses verifikasi menyeluruh untuk memastikan sanksi yang dijatuhkan sepadan dengan pelanggaran etika maupun potensi unsur pidana yang ada.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita viral pelecehan seksual
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini

Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026

Longsor 20 Meter Terjang Perumahan Buana Flamingo Cimahi, 4 Rumah Rusak Berat

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.