Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Senin, 14 September 2026 22:54 WIB

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Senin, 14 September 2026 22:43 WIB

Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib

Senin, 14 September 2026 22:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
  • Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga
  • Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib
  • Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu
  • Andre Taulany Nikah Lagi?! Ini Sosok Calon Istri Ketua Geng Prediksi
  • Misi Balas Kekalahan dari Persija? Persib Langsung Latihan Setibanya di Korea
  • Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa
  • Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Skandal Pelecehan Seksual di FHUI: Korban 27 Orang, Ada Mahasiswa hingga Dosen

By Aga GustianaSelasa, 14 April 2026 18:47 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Pelecehan Seksual. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus pelecehan seksual yang mengguncang Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) memasuki babak baru dengan temuan jumlah korban yang mengejutkan. Timotius Rajagukguk, selaku kuasa hukum para korban, membeberkan bahwa total korban yang terdeteksi saat ini telah menyentuh angka 27 orang, yang terdiri dari kalangan mahasiswa hingga pengajar.

Dalam keterangan resminya, Timotius merinci bahwa mayoritas korban yang berada di bawah pendampingannya adalah mahasiswa, sementara sisanya merupakan dosen.

“Korban yang saya wakili terdapat 20 orang. Itu baru yang saya wakili, semuanya mahasiswa. Dari unsur dosen terakhir saya dengar ada tujuh orang,” kata Timotius dalam konferensi pers di Kampus UI, Depok, Selasa (14/4/2026).

Timotius juga mengisyaratkan bahwa angka ini masih bisa bertambah. Hal ini mengingat kemungkinan adanya korban lain yang belum menyadari bahwa identitas atau martabat mereka telah dilecehkan dalam grup percakapan digital tersebut.

Baca Juga:  Bukan untuk Orang Lemah! Intip Realita 'Jalur Poros' Siswa di Pedalaman Asmat Papua

Kronologi dan Reaksi Publik

Polemik ini mencuat ke publik pada 12 April 2026 setelah bocoran percakapan grup chat mahasiswa FH UI tersebar luas di media sosial. Isi pesan tersebut dinilai sangat ofensif dan merendahkan perempuan, sehingga memicu gelombang kecaman karena dilakukan oleh calon penegak hukum yang sedang menempuh pendidikan tinggi.

Baca Juga:  Unpad Berhentikan Dokter PPDS Terduga Pelaku Pelecehan di RSHS Bandung

Merespons situasi yang memanas, birokrasi kampus langsung mengambil langkah tegas dengan memanggil belasan oknum mahasiswa yang terlibat. Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI pun diturunkan untuk menangani perkara ini secara serius.

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional, Erwin Agustian Panigoro, menegaskan bahwa pihak universitas tidak memberikan ruang bagi segala bentuk pelecehan.

“UI menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan seksual, termasuk yang bersifat verbal dan terjadi dalam interaksi digital maupun luring, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai dasar universitas, kode etik sivitas akademika, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Erwin.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ungkap Masalah Akut Anak Jabar: Dari Penjualan Bayi hingga 'Janji Satu Darah' Remaja

Permintaan Maaf yang Dinilai Belum Cukup

Meski 16 mahasiswa terduga pelaku telah dikumpulkan untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan korban, upaya tersebut tampaknya belum mampu meredam kekecewaan. Para korban dikabarkan masih merasakan trauma mendalam dan kemarahan atas tindakan verbal yang telah mencederai integritas mereka di lingkungan akademik.

Pihak fakultas kini terus melakukan proses verifikasi menyeluruh untuk memastikan sanksi yang dijatuhkan sepadan dengan pelanggaran etika maupun potensi unsur pidana yang ada.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita viral pelecehan seksual
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan

Viral Pasutri Bandung Disebut Tinggal di Makam, Fakta Sebenarnya Terungkap

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.