Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cimahi Darurat Sampah? Produksi Capai 250 Ton per Hari

Rabu, 20 Mei 2026 16:01 WIB

Peringatan Manajemen Persib Jelang Penutupan Musim: Bobotoh Diminta Jaga Ketertiban Kota Bandung!

Rabu, 20 Mei 2026 15:43 WIB

GILA! Kuliah Sejak Tahun 1999 Gak Pernah Berhenti, Pria Ini Pecahkan Rekor Punya 2.000 SKS! Buat Apa Sih?

Rabu, 20 Mei 2026 15:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cimahi Darurat Sampah? Produksi Capai 250 Ton per Hari
  • Peringatan Manajemen Persib Jelang Penutupan Musim: Bobotoh Diminta Jaga Ketertiban Kota Bandung!
  • GILA! Kuliah Sejak Tahun 1999 Gak Pernah Berhenti, Pria Ini Pecahkan Rekor Punya 2.000 SKS! Buat Apa Sih?
  • Persib Bajak Maxwell Souza dari Persija Jakarta, Bursa Transfer 2026/2027 Diprediksi Panas
  • Arsenal Juara Liga Inggris 2025/26, Akhiri Penantian 22 Tahun Usai Man City Ditahan Imbang Bournemouth
  • Link ‘Guru Bahasa Inggris Viral’ Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware
  • Di Balik Alasan Habibie Tega Menyuntik Mati Pesawat N250 Demi Selamatkan Rupiah
  • Persib Kirim Pesan Penting untuk Bobotoh Sebelum Duel Penutup Musim di GBLA
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 20 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Skandal Suap Ade Kunang Guncang Politik Daerah, Ono Surono Diperiksa KPK

By Aga GustianaKamis, 15 Januari 2026 15:40 WIB2 Mins Read
Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono. (Foto: Humas DPRD Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami perkara dugaan suap proyek di Kabupaten Bekasi dengan memeriksa Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap Ono Surono dilakukan di kantor pusat KPK, Jakarta.

“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama ONS,” ujar Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).

Menurut Budi, Ono Surono dipanggil penyidik dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat periode 2025–2030. Baik Ono maupun Ade Kuswara diketahui berasal dari partai politik yang sama, yakni PDIP.

Baca Juga:  KPK akan Sharing Antikorupsi Bersama Perwakilan 3 Paslon Hari Ini

Berdasarkan data kehadiran yang tercatat di KPK, Ono Surono tiba di Gedung Merah Putih pada pukul 08.23 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan.

Selain Ono Surono, KPK juga memeriksa sejumlah pejabat teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Total ada tujuh saksi lain yang dipanggil, mayoritas berasal dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK).

Mereka antara lain AGM selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air, DDH Kepala Bidang Pembangunan Jalan, AFZ Kepala Bidang Pembangunan Jembatan, serta TI Kepala Bidang Bina Konstruksi. Penyidik juga memeriksa tiga pejabat pembuat komitmen (PPK), yakni AGJ untuk bidang sumber daya air, HSR untuk pembangunan jalan, dan TLS untuk pembangunan jembatan.

Baca Juga:  Anies akan Pamerkan Pengalaman Berperilaku Antikorupsi di Acara KPK

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK di Kabupaten Bekasi pada 18 Desember 2025. Operasi tersebut menjadi OTT kesepuluh yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2025, dengan total sepuluh orang diamankan.

Sehari setelah OTT, KPK membawa delapan orang ke Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan intensif. Di antara mereka terdapat Ade Kuswara Kunang serta ayahnya, HM Kunang.

Pada hari yang sama, penyidik KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan praktik suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Baca Juga:  Termasuk Kafe, KPK Selidiki Aset dan Usaha Ridwan Kamil yang Tidak Masuk LHKPN

Perkembangan kasus berlanjut pada 20 Desember 2025. KPK secara resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang (ADK), ayahnya HM Kunang (HMK) yang juga menjabat Kepala Desa Sukadami, serta seorang pihak swasta bernama Sarjan (SRJ).

Dalam konstruksi perkara yang disampaikan KPK, Ade Kuswara dan HM Kunang diduga berperan sebagai penerima suap, sementara Sarjan ditetapkan sebagai pihak pemberi.

Penyidikan masih terus berjalan, dan KPK menegaskan akan menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut, termasuk aliran dana dan peran masing-masing aktor dalam proyek-proyek yang menjadi objek suap.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Korupsi Bekasi KPK Ono Surono OTT KPK PDIP Jabar politik daerah Suap Proyek
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cimahi Darurat Sampah? Produksi Capai 250 Ton per Hari

GILA! Kuliah Sejak Tahun 1999 Gak Pernah Berhenti, Pria Ini Pecahkan Rekor Punya 2.000 SKS! Buat Apa Sih?

Di Balik Alasan Habibie Tega Menyuntik Mati Pesawat N250 Demi Selamatkan Rupiah

Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Kisah Kartika: Kuliah Kelar, Toga Terpasang, Tapi Kondisi Ayahnya Saat Ditelepon Bikin Semua Orang Terdiam

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.