Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Sekarang! 5 Bansos yang Masih Cair September 2026, PKH dan BPNT Masuk Tahap 3

Jumat, 4 September 2026 05:00 WIB

Heboh Link Full 7 Menit Kasir Indomaret, Waspada Jebakan Phishing!

Jumat, 4 September 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Bansos BPNT September 2026 Pakai NIK KTP, Ada Bantuan Rp600 Ribu? Ini Caranya

Jumat, 4 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cek Sekarang! 5 Bansos yang Masih Cair September 2026, PKH dan BPNT Masuk Tahap 3
  • Heboh Link Full 7 Menit Kasir Indomaret, Waspada Jebakan Phishing!
  • Cek Bansos BPNT September 2026 Pakai NIK KTP, Ada Bantuan Rp600 Ribu? Ini Caranya
  • Banjir Rezeki! Link DANA Kaget Hari Ini 4 September 2026: Sikat Saldo Gratis hingga Ratusan Ribu
  • Banjir Hadiah Gratis! Kode Redeem FF 4 September 2026: Klaim Skin Senjata & Bundle Keren Sekarang
  • Bukan Si Jalak Harupat, Persib Pilih GBLA untuk Hadapi PSM Makassar
  • Jangan Asal Klik! Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral Bisa Bawa Bahaya
  • BLT Kesra Rp900.000 September 2026 Kapan Cair? Simak Status PKH dan BPNT Terbaru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 4 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

STEI ITB Gelar Kuliah Umum Filsafat Sains AI, Maksimalkan Potensi AI dan Minimalisir Risiko

By Aga GustianaRabu, 4 Desember 2024 19:00 WIB3 Mins Read
STEI ITB Gelar Kuliah Umum Filsafat Sains AI. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB menggelar Kuliah Umum Filsafat Sains AI (Artificial Intellegence) dengan bertemakan ‘Singularitas, Hype atau Realitas dan Strategi untuk Indonesia’ di Aula Timur, ITB pada Rabu (4/12/2024).

Acara ini menghadirkan diskusi mendalam melibatkan pakar teknologi, akademisi, dan praktisi untuk menggali pemahaman peran AI dalam perkembangan sosial, ekonomi, dan bisnis Indonesia, termasuk implikasi singularitas teknologi dari sisi teori dan strategi implementasi.

Dekan STEI ITB, Tutun Juhana menekankan pihaknya sangat mendukung riset terkait AI. Menurutnya, kecerdasan buatan merupakan kemajuan teknologi terkini yang dianggap menjadi salah satu pencapaian besar sains dan teknologi yang akan berpengaruh di masyarkat.

“Dalam hal ini, STEI ITB beserta seluruh jajarannya, dosen peneliti dan mahasiswa, secara full speed dan full energy ingin mendukung kemajuan sains dan teknologi ini,” katanya.

Kendati demikian, AI juga memiliki risiko dan keterbatasan seperti halnya halusinasi, inakurasi, pembobolan data privasi, sifat AI yang tidak bisa dijelaskan, akuntabilitas yang tidak jelas dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Viral! Alumni ITB Ditemukan Menggelandang di Jalan, Tetangga Akui Enuh Sering Juara

Oleh karena itu, STEI ITB menyelenggarakan Kuliah Umum Filsafat Sains ini dengan menggabungkan pembicara praktisi, dan akademisi dalam rangka mendorong pengembangan AI yang terbaik bagi bangsa, sembari meminimalisasi risiko.

Sementara itu, Director of Digital & IT BRI, Arga M Nugraha menjelaskan, bagaimana strategi AI efektif dan efisien untuk BUMN. Sehingga, AI bisa dimaksimalkan menjadi potensi untuk menuju Indonesia Emas 2045.

“Banyak perusahaan di Indonesia nampaknya tenggelam dalam hype tentang AI, sehingga hal-hal yang bisa dipecahkan dengan rule-based juga akan dipecahkan dengan AI. AI seolah-olah dipercaya sebagai tongkat midas, semua yang disentuhnya bisa menjadi emas,” katanya.

Untuk terhindar euphoria ini dan memperoleh benefit maksimum AI, strategi utamanya adalah setiap organisasi fokus ke masalah spesifik yang memiliki dampak signifikan terhadap bisnis.

“Kita kurasi kembali visi dan nilai yang ingin diperoleh dari pengembangan AI tersebut, dengan demikian penerapan AI dapat lebih terarah dan memberikan hasil yang lebih nyata,” ujarnya.

Baca Juga:  Open House ITB Innovation Park 2023, Wadah Kreativitas dari Masyarakat untuk Masyarakat

Sementara itu, Dosen STEI ITB, Dimitri Mahayana memaparkan paradigma minMAX Ai sebagai paradigma filsafat sains untuk meminimalisir risiko AI sekaligus memaksimalkan nilai AI bagi Indonesia.

Dimitri memaparkan, ada enam elemen dalam Paradigma minMAX AI, yaitu:

– Manfaat : AI harus memberikan Manfaat sebesar-besarnya bagi kehidupan

– Indonesia : Menegaskan kemandirian Indonesia sebagai pusat AI yang memihak kepentingan nasional, tidak hanya mengikuti hegemoni global

– Narasi : Membangun narasi positif dan relevan untuk penerapan AI di Indonesia. Seperti konsep Membangun Akal Inspiratif Indonesia (AII), yakni AI yang bersifat manusiawi, memihak wong cilik, merdeka, berkeadilan, dan mampu menyejahterakan bangsa.

– Mengukur : Menciptakan ukuran evaluasi AI yang relevan untuk Indonesia melalui kolaborasi pemerintah, bisnis, dan akademisi.

– Aman : Menangani isu keamanan data serta isu AI lain seperti bias, transparansi, akurasi, fairness, halusinasi, dan lainnya.

Baca Juga:  Meteor Bolide Lintasi Langit Bandung, Astronom ITB: Tidak Bahaya

– X : Mengakui bahwa masa depan AI seperti variabel X yang terus berubah dan tidak sepenuhnya diketahui.

Dimitri menekankan pentingnya bersikap adaptif terhadap perubahan AI sembari tetap berfikir kritis, agar tren sesaat teknologi ini dapat dikonversi menjadi manfaat nyata bagi Indonesia.

Acara kuliah umum Filsafat Sains AI ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahiswa, akademisi, profesional dan masyarakat umum.

Tutun mengatakan, melalui acara ini, STEI ITB mengajak pemerintah, industri dan akademisi untuk membangun paradigma pengembangan AI untuk Indonesia yang progresif, memaksimalkan benefit, dan manfaat AI sembari meminimumkan risiko.

“AI tidak pernah terlepas dari sisi kemanusiaan. Penelitian dan pengembangan AI ke depan seharusnya mengintegrasikan dan mempertimbangkan aspek saintifik, pragmatis, sembari terus kritis dalam rangka mencapai narasi AI khas Indonesia yang perlu diformulasikan Bersama,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ai ITB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Sekarang! 5 Bansos yang Masih Cair September 2026, PKH dan BPNT Masuk Tahap 3

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Bansos BPNT September 2026 Pakai NIK KTP, Ada Bantuan Rp600 Ribu? Ini Caranya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BLT Kesra Rp900.000 September 2026 Kapan Cair? Simak Status PKH dan BPNT Terbaru

Bukan Cuma Asap yang Membara! Gubernur Kalbar Nyaris ‘Hantam’ Mahasiswa

Viral! Dedi Mulyadi Kena Semprot Warga, Disorot soal Masuk Rumah Bawa Kamera

Bawa Airsoft Gun, Oknum Wartawan Diamankan Polisi Usai Diduga Ancam Pedagang di Baleendah

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Game Free Fire
    Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
  • Adu Konsep Bongkar Pasang Gedung Sate Ala Dedi Mulyadi Vs Ridwan Kamil, Pilih Mana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.