Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ujian Maraton Maung Bandung: 7 Laga Berat di 3 Kompetisi Mengintai Persib Sepanjang November 2026

Minggu, 1 November 2026 01:00 WIB
Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba

Sabtu, 31 Oktober 2026 21:29 WIB

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Sabtu, 31 Oktober 2026 20:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ujian Maraton Maung Bandung: 7 Laga Berat di 3 Kompetisi Mengintai Persib Sepanjang November 2026
  • Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba
  • Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama
  • Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen
  • Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?
  • Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan
  • Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?
  • Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

STEI ITB Gelar Kuliah Umum Filsafat Sains AI, Maksimalkan Potensi AI dan Minimalisir Risiko

By Aga GustianaRabu, 4 Desember 2024 19:00 WIB3 Mins Read
STEI ITB Gelar Kuliah Umum Filsafat Sains AI. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB menggelar Kuliah Umum Filsafat Sains AI (Artificial Intellegence) dengan bertemakan ‘Singularitas, Hype atau Realitas dan Strategi untuk Indonesia’ di Aula Timur, ITB pada Rabu (4/12/2024).

Acara ini menghadirkan diskusi mendalam melibatkan pakar teknologi, akademisi, dan praktisi untuk menggali pemahaman peran AI dalam perkembangan sosial, ekonomi, dan bisnis Indonesia, termasuk implikasi singularitas teknologi dari sisi teori dan strategi implementasi.

Dekan STEI ITB, Tutun Juhana menekankan pihaknya sangat mendukung riset terkait AI. Menurutnya, kecerdasan buatan merupakan kemajuan teknologi terkini yang dianggap menjadi salah satu pencapaian besar sains dan teknologi yang akan berpengaruh di masyarkat.

“Dalam hal ini, STEI ITB beserta seluruh jajarannya, dosen peneliti dan mahasiswa, secara full speed dan full energy ingin mendukung kemajuan sains dan teknologi ini,” katanya.

Kendati demikian, AI juga memiliki risiko dan keterbatasan seperti halnya halusinasi, inakurasi, pembobolan data privasi, sifat AI yang tidak bisa dijelaskan, akuntabilitas yang tidak jelas dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Pakar Transportasi ITB soal Penyebab Tabrakan KA di Cicalengka: Ada Kemungkinan Miskomunikasi

Oleh karena itu, STEI ITB menyelenggarakan Kuliah Umum Filsafat Sains ini dengan menggabungkan pembicara praktisi, dan akademisi dalam rangka mendorong pengembangan AI yang terbaik bagi bangsa, sembari meminimalisasi risiko.

Sementara itu, Director of Digital & IT BRI, Arga M Nugraha menjelaskan, bagaimana strategi AI efektif dan efisien untuk BUMN. Sehingga, AI bisa dimaksimalkan menjadi potensi untuk menuju Indonesia Emas 2045.

“Banyak perusahaan di Indonesia nampaknya tenggelam dalam hype tentang AI, sehingga hal-hal yang bisa dipecahkan dengan rule-based juga akan dipecahkan dengan AI. AI seolah-olah dipercaya sebagai tongkat midas, semua yang disentuhnya bisa menjadi emas,” katanya.

Untuk terhindar euphoria ini dan memperoleh benefit maksimum AI, strategi utamanya adalah setiap organisasi fokus ke masalah spesifik yang memiliki dampak signifikan terhadap bisnis.

“Kita kurasi kembali visi dan nilai yang ingin diperoleh dari pengembangan AI tersebut, dengan demikian penerapan AI dapat lebih terarah dan memberikan hasil yang lebih nyata,” ujarnya.

Baca Juga:  Open House ITB Innovation Park 2023, Wadah Kreativitas dari Masyarakat untuk Masyarakat

Sementara itu, Dosen STEI ITB, Dimitri Mahayana memaparkan paradigma minMAX Ai sebagai paradigma filsafat sains untuk meminimalisir risiko AI sekaligus memaksimalkan nilai AI bagi Indonesia.

Dimitri memaparkan, ada enam elemen dalam Paradigma minMAX AI, yaitu:

– Manfaat : AI harus memberikan Manfaat sebesar-besarnya bagi kehidupan

– Indonesia : Menegaskan kemandirian Indonesia sebagai pusat AI yang memihak kepentingan nasional, tidak hanya mengikuti hegemoni global

– Narasi : Membangun narasi positif dan relevan untuk penerapan AI di Indonesia. Seperti konsep Membangun Akal Inspiratif Indonesia (AII), yakni AI yang bersifat manusiawi, memihak wong cilik, merdeka, berkeadilan, dan mampu menyejahterakan bangsa.

– Mengukur : Menciptakan ukuran evaluasi AI yang relevan untuk Indonesia melalui kolaborasi pemerintah, bisnis, dan akademisi.

– Aman : Menangani isu keamanan data serta isu AI lain seperti bias, transparansi, akurasi, fairness, halusinasi, dan lainnya.

Baca Juga:  Pendidikan Coding dan AI Jadi Mata Pelajaran Pilihan Mulai Tahun Ajaran 2025/2026

– X : Mengakui bahwa masa depan AI seperti variabel X yang terus berubah dan tidak sepenuhnya diketahui.

Dimitri menekankan pentingnya bersikap adaptif terhadap perubahan AI sembari tetap berfikir kritis, agar tren sesaat teknologi ini dapat dikonversi menjadi manfaat nyata bagi Indonesia.

Acara kuliah umum Filsafat Sains AI ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahiswa, akademisi, profesional dan masyarakat umum.

Tutun mengatakan, melalui acara ini, STEI ITB mengajak pemerintah, industri dan akademisi untuk membangun paradigma pengembangan AI untuk Indonesia yang progresif, memaksimalkan benefit, dan manfaat AI sembari meminimumkan risiko.

“AI tidak pernah terlepas dari sisi kemanusiaan. Penelitian dan pengembangan AI ke depan seharusnya mengintegrasikan dan mempertimbangkan aspek saintifik, pragmatis, sembari terus kritis dalam rangka mencapai narasi AI khas Indonesia yang perlu diformulasikan Bersama,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ai ITB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.