Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?

Minggu, 14 Juni 2026 20:51 WIB

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sukabumi Dilanda 81 Bencana Sepanjang Mei 2025, Didominasi Angin Kencang dan Longsor

By Aga GustianaSelasa, 3 Juni 2025 08:39 WIB2 Mins Read
Ilustrasi angin kencang. Foto: Istockphoto
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah bencana alam sepanjang Mei 2025. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tercatat 81 kejadian bencana dalam kurun waktu satu bulan, tersebar di 26 kecamatan.

Angin Kencang dan Longsor Dominasi Kejadian

Jenis bencana yang paling dominan adalah angin kencang, yang terjadi sebanyak 52 kali. Diikuti oleh tanah longsor dengan 25 kejadian, serta tiga kasus banjir.

“Selama bulan Mei 2025, kami mencatat sebanyak 81 kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi yang tersebar di 26 kecamatan. Jenis bencana yang paling mendominasi adalah angin kencang dengan 52 kejadian, disusul oleh tanah longsor sebanyak 25 kejadian dan banjir 3 kejadian,” ujar Agung Koswara Adiwiguna, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Senin (2/6/2025).

Baca Juga:  Longsor di Lembang, Enam Warga Luka dan Puluhan Mengungsi: Tebing Setinggi 25 Meter Runtuh

Dampak terhadap Warga dan Infrastruktur

Sebanyak 434 kepala keluarga atau sekitar 911 jiwa terdampak langsung. Empat keluarga atau 14 jiwa harus mengungsi sementara, dan 14 keluarga lainnya berada dalam kondisi terancam.

“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal dunia atau luka-luka dalam peristiwa-peristiwa ini. Tapi kewaspadaan tetap kami tingkatkan mengingat sebagian wilayah masih berpotensi mengalami bencana lanjutan,” tambah Agung.

Kerusakan fisik cukup masif, terutama terhadap rumah warga. BPBD mencatat 445 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 310 rusak ringan, 112 rusak sedang, dan 23 rusak berat.

Baca Juga:  Kurir Paket di Sukabumi Jadi Korban Curanmor, Motor dan Sekarung Paket Raib

Selain itu, 27 fasilitas umum turut terdampak, termasuk dua saluran air, dua rumah ibadah, tiga sarana pendidikan, tiga fasilitas kesehatan, tujuh tembok penahan tanah (TPT), dan sepuluh titik akses jalan.

Wilayah Paling Rawan: Utara Sukabumi

Wilayah utara Kabupaten Sukabumi menjadi kawasan paling rawan. Kecamatan Cicurug, Parungkuda, dan Cibadak tercatat sebagai lokasi dengan frekuensi bencana tertinggi, masing-masing mengalami lebih dari 10 kejadian sepanjang Mei.

Peta sebaran bencana yang dirilis BPBD menandai daerah-daerah tersebut dengan warna merah, menandakan status kewaspadaan tinggi.

Imbauan dan Langkah Pencegahan

BPBD terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada masa pancaroba. Edukasi publik dan pemantauan kondisi lingkungan menjadi kunci pencegahan.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten/Kota Harus Siaga Hadapi Bencana, Sekda Jabar: Tidak Boleh Panik

“Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci penting. Kami juga terus memperkuat sistem peringatan dini dan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat respons,” ujar Agung.

Langkah mitigasi terus dikembangkan, termasuk pemasangan alat pendeteksi dini dan pelatihan kebencanaan bagi relawan di tingkat desa.

Dengan jumlah kejadian yang tinggi hanya dalam waktu sebulan, Kabupaten Sukabumi menghadapi tantangan besar dalam penanganan bencana. Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga penanggulangan bencana menjadi sangat penting.

Peningkatan kesiapsiagaan dan edukasi publik diharapkan dapat mengurangi dampak dan risiko pada kejadian-kejadian bencana di masa mendatang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bencana BPBD longsor Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.