Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rindu Persib dan Bandung, Marc Klok Siap Merapat ke Bali dan Kejar Target Musim Baru

Kamis, 13 Agustus 2026 12:31 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos BPNT Agustus 2026 Masih Dicairkan, Begini Cara Cek Penerima Rp600 Ribu

Kamis, 13 Agustus 2026 12:05 WIB
Kode Redeem FF

Kode Redeem FF 13 Agustus 2026 Terbaru, Klaim Gratis Skin dan Bundle HUT RI

Kamis, 13 Agustus 2026 11:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rindu Persib dan Bandung, Marc Klok Siap Merapat ke Bali dan Kejar Target Musim Baru
  • Bansos BPNT Agustus 2026 Masih Dicairkan, Begini Cara Cek Penerima Rp600 Ribu
  • Kode Redeem FF 13 Agustus 2026 Terbaru, Klaim Gratis Skin dan Bundle HUT RI
  • Tantan Sulthon Resmi Pimpin PWI Jabar, Raih Kemenangan Mutlak di Konferprov 2026
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Dua Talenta Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Tampil di Kualifikasi Piala Asia 2027
  • Baru Pecat Paul Munster, Bhayangkara FC Langsung Umumkan Pelatih Baru dari Spanyol
  • Demi Menit Bermain, Henhen Herdiana Tinggalkan Persib Lagi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

SUMATRA GELAP GULITA! Blackout Massal Merembet ke Jawa, Warga Panic Buying?!

By SusanaMinggu, 24 Mei 2026 12:44 WIB6 Mins Read
Blackout massal melanda Sumatra. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gangguan listrik berskala besar yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatra hingga dilaporkan merembet ke sebagian area di Jawa Timur menjadi salah satu peristiwa kelistrikan paling serius dalam beberapa tahun terakhir.

Blackout yang terjadi sejak Jumat malam (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB itu tidak hanya melumpuhkan aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu kepanikan luas, gangguan ekonomi, hingga fenomena panic buying genset di sejumlah daerah.

Hingga Sabtu (23/5/2026) siang, sebagian wilayah seperti Kota Medan masih belum sepenuhnya pulih setelah lebih dari 19 jam mengalami pemadaman. Kondisi ini memperlihatkan betapa rentannya sistem kelistrikan di wilayah interkoneksi Sumatra ketika menghadapi gangguan pada jalur transmisi utama.

Kronologi Blackout Sumatra: Padam Serentak di Banyak Wilayah

Gangguan listrik bermula pada Jumat sore menjelang malam. Dalam hitungan menit setelah pukul 18.44 WIB, aliran listrik di berbagai provinsi di Sumatra mulai padam secara bertahap dan meluas.

Wilayah yang terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, hingga sebagian kawasan lain dalam sistem interkoneksi Sumatra. Banyak warga yang awalnya mengira pemadaman bersifat lokal, namun situasi berubah menjadi lebih serius ketika listrik padam serentak di wilayah yang sangat luas.

Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara, Darma Saputra, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas gangguan tersebut. Ia menegaskan bahwa PLN langsung melakukan upaya pemulihan sejak awal kejadian.

Menurut PLN, gangguan pertama kali teridentifikasi pada jaringan transmisi tegangan tinggi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang terdampak kondisi cuaca ekstrem.

Penyebab Teknis Blackout: Gangguan Transmisi dan Efek Domino Sistem

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa blackout ini berawal dari gangguan pada satu titik vital jaringan transmisi yang kemudian memicu efek domino di seluruh sistem kelistrikan Sumatra.

Gangguan pada jalur transmisi 275 kV menyebabkan ketidakseimbangan sistem antara pasokan dan beban listrik. Dalam sistem kelistrikan modern, ketidakseimbangan kecil saja dapat berdampak besar jika terjadi pada jalur utama interkoneksi.

Akibat gangguan tersebut, sistem mengalami kondisi yang dikenal sebagai system separation, yaitu ketika jaringan listrik terpecah secara otomatis untuk melindungi sistem dari kerusakan yang lebih luas. Namun, pemisahan ini justru menyebabkan sebagian besar wilayah kehilangan pasokan listrik secara bersamaan.

PLN mencatat, dari total beban yang mencapai lebih dari 5.300 MW, sekitar 3.192 MW sempat terdampak. Lebih dari 8,3 juta pelanggan akhirnya kembali mendapatkan aliran listrik secara bertahap setelah proses pemulihan dilakukan.

Darmawan menegaskan bahwa tidak ada indikasi kerusakan besar pada infrastruktur transmisi, sehingga fokus utama saat ini adalah normalisasi sistem dan sinkronisasi pembangkit.

Respons PLN: Pemulihan 24 Jam dan Tantangan Sistem Kelistrikan

Sejak gangguan terjadi, PLN mengerahkan seluruh tim teknis di lapangan untuk melakukan pemulihan secara bertahap. Proses ini tidak sederhana karena sistem pembangkit harus dinyalakan kembali satu per satu sesuai karakteristiknya.

Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat kembali beroperasi dalam waktu relatif cepat, sekitar 5 hingga 15 jam. Namun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui proses pemanasan boiler, stabilisasi tekanan, dan sinkronisasi sistem.

PLN menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan prinsip kehati-hatian tinggi demi menjaga stabilitas sistem agar tidak terjadi gangguan lanjutan.

Meski begitu, lamanya pemulihan di beberapa wilayah membuat masyarakat mempertanyakan kesiapan sistem kelistrikan nasional dalam menghadapi gangguan skala besar.

AHY Minta Investigasi Menyeluruh Penyebab Blackout

Peristiwa ini juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, atau AHY, meminta PLN melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti gangguan listrik massal tersebut.

Menurut AHY, listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh terganggu dalam skala besar tanpa penjelasan yang jelas dan transparan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini terus memantau perkembangan pemulihan listrik di Sumatra, sekaligus memastikan bahwa layanan publik tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Dampak Sosial: Aktivitas Lumpuh dan Panic Buying Genset di Medan

Dampak blackout tidak hanya dirasakan secara teknis, tetapi juga meluas ke kehidupan sosial masyarakat. Di Kota Medan dan beberapa wilayah lain, aktivitas ekonomi malam hari praktis lumpuh. Banyak toko tutup lebih awal, jaringan komunikasi terganggu, dan sebagian warga terpaksa mencari lokasi yang memiliki listrik.

Namun yang paling mencuri perhatian adalah munculnya fenomena panic buying genset. Sejumlah toko perlengkapan listrik di Medan dilaporkan diserbu warga yang khawatir pemadaman akan kembali terjadi dalam waktu lama.

Genset, baterai cadangan, hingga power bank berkapasitas besar menjadi barang yang paling diburu. Fenomena ini menunjukkan meningkatnya ketidakpastian publik terhadap kestabilan pasokan listrik, terutama setelah pemadaman berlangsung lebih dari 19 jam.

Berikut komentar warganet dikutip dari kolom komentar Instagram @voxnetizens, Minggu (24/5/2026).

“Bisa nggak PLN digugat?.Soalnya Sbg satu2nya penyedia listrik,PLN harus menjamin ketersediaan listrik 100%,tanpa ada gangguan dan mati lampu.Kalau tidak bisa, ya tolong ijinkan swasta2 untuk jg ikut menyediakan listrik sbg alternatif jk suatu saat PLN error dan bermasalah,” tulis akun @yen***

“Di jepang, pejabat2 mundur krn tdk amanah. Di sini pejabat selalu maaf2an, trus lihat rajyat begini mereka cuek sj, dan senang bikin rakyat susah, semangat rakyat2 yg di labeli bahagia,” tulis aku @rah***

“Kira” Berapa ton yang jalan di jalur Sumatra sampai 1 pulau mati??” tulis akun @isl***

Blackout Juga Terjadi di Jawa Timur: Gangguan Berbeda Sistem

Di saat yang hampir bersamaan, sejumlah wilayah di Jawa Timur seperti Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, dan Mojokerto juga mengalami pemadaman listrik.

Manajer ULP PLN Tuban, Baskoro Ocky Widakdo, menjelaskan bahwa gangguan tersebut berkaitan dengan proses normalisasi sistem transmisi 500 kV Ngimbang yang berdampak pada sebagian jaringan.

Meski demikian, PLN menegaskan bahwa kejadian di Jawa Timur tidak berkaitan langsung dengan blackout di Sumatra, meskipun waktu kejadiannya berdekatan.

Apakah Blackout Serupa Bisa Terjadi di Pulau Jawa?

Pertanyaan besar kemudian muncul: apakah kejadian serupa bisa terjadi di Pulau Jawa yang menjadi pusat ekonomi nasional?

Secara teknis, sistem kelistrikan Jawa–Bali memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi dibanding Sumatra karena memiliki cadangan daya lebih besar, jaringan lebih rapat, serta sistem proteksi berlapis.

Namun para pengamat energi menilai bahwa risiko blackout tetap ada, terutama jika terjadi gangguan pada jalur transmisi utama, lonjakan beban ekstrem, atau kegagalan sistem proteksi secara bersamaan.

Dalam skenario terburuk, gangguan besar di sistem Jawa dapat berdampak jauh lebih luas karena tingginya kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi yang bergantung pada listrik.

Analisis: Alarm Keras untuk Ketahanan Energi Nasional

Blackout massal yang terjadi ini menjadi alarm penting bagi sistem kelistrikan Indonesia. Di satu sisi, PLN berhasil memulihkan jutaan pelanggan dalam waktu relatif cepat. Namun di sisi lain, kejadian ini membuka diskusi lebih dalam mengenai ketahanan infrastruktur energi nasional.

Ketergantungan pada jalur transmisi utama, keterbatasan redundansi sistem, hingga tantangan cuaca ekstrem menjadi faktor yang harus dievaluasi secara serius.

Di era modern, listrik bukan hanya kebutuhan rumah tangga, tetapi fondasi utama ekonomi digital, layanan publik, hingga keamanan nasional. Karena itu, setiap gangguan berskala besar tidak lagi bisa dipandang sebagai masalah teknis semata, melainkan isu strategis nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

AHY investigasi PLN blackout Sumatra 2026 panic buying genset Medan pemadaman listrik massal Indonesia penyebab listrik padam Sumatra PLN gangguan transmisi 275 kV
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos BPNT Agustus 2026 Masih Dicairkan, Begini Cara Cek Penerima Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Resmi Pimpin PWI Jabar, Raih Kemenangan Mutlak di Konferprov 2026

BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban

Ini Rapat Apa Tempat Curhat? Dosa-dosa Politik Bupati Gowa yang Bikin 45 Anggota Dewan Kompak Mendepaknya!

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap, Segera Cek Status Penerima dan Saldo

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Beras 30 Kg Cair Lagi, Benarkah Bisa Diambil di Kopdes Merah Putih? Cek Caranya

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.