Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kenali Perbedaan Flu Biasa dan Influenza A: IDAI Jabar Ungkap Tiga Tanda Emas yang Wajib Dipantau Orang Tua

Rabu, 23 September 2026 09:36 WIB

DOKTER SE-TENANG INI DILECEHKAN?! Pelaku Ketikan Jahat ke dr. Gia Pratama Panik Dikejar Hukum!

Rabu, 23 September 2026 09:26 WIB

Bukan Main! Usia 6 Tahun, Atlet Cilik Asal Cirebon Ini Sukses Sabet Juara 1 Dunia Pushbike di Thailand

Rabu, 23 September 2026 09:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kenali Perbedaan Flu Biasa dan Influenza A: IDAI Jabar Ungkap Tiga Tanda Emas yang Wajib Dipantau Orang Tua
  • DOKTER SE-TENANG INI DILECEHKAN?! Pelaku Ketikan Jahat ke dr. Gia Pratama Panik Dikejar Hukum!
  • Bukan Main! Usia 6 Tahun, Atlet Cilik Asal Cirebon Ini Sukses Sabet Juara 1 Dunia Pushbike di Thailand
  • Update Bursa Transfer Persib Bandung: Dari Mantan Bintang Setan Merah sampai Kiper Asing Berlabel Eropa Masuk Radar
  • Mau Main Air di Bandung? Ini 4 Waterboom dengan Wahana Seru untuk Anak dan Dewasa
  • Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru
  • Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya
  • 8 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Terbaik di Kuningan untuk Liburan Keluarga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sumber Mata Air Warga Cipondok Subang Rusak Akibat Longsor

By Putri Mutia RahmanSelasa, 9 Januari 2024 19:33 WIB2 Mins Read
Lokasi longsor Subang (Istimewa)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Bencana longsor yang terjadi di Kampung Cipondok, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, berdampak ke beberapa sektor. Salah satunya merusak jaringan intake PDAM, instalasi vital PDAM yang melayani kebutuhan air bagi sekitar 10 ribu pelanggan di Subang.

Penjabat Bupati Subang Imran menuturkan meski terkena dampak, pelayanan dasar kepada masyarakat terkait kebutuhan air tetap terpenuhi, pihaknya telah meminta kepada Dirut PDAM agar perbaikan instalasi dilakukan secepatnya, paling lambat dalam waktu tiga hari. 

“Kita akan percepat untuk perbaikannya, tadi menurut Pak Dirut PDAM untuk perbaikan dibutuhkan lebih kurang waktu seminggu. Saya minta kalau bisa tiga hari sudah selesai sehingga pelayanan air minum yang merupakan pelayanan dasar itu bisa terpenuhi,” kata Imran dikutip dari situs resmi Jawa Barat pada Selasa (9/1).

Adapun keterangan dari Direktur Utama (Dirut) PDAM Subang Lukman Nur Hakim, dari sumber mata air Cipondok tersebut merupakan penyalur air bersih ke tiga kecamatan, di antaranya Kecamatan Jalancagak, Kecamatan Kasomalang, serta Kecamatan Cisalak.

“Ini merupakan salah satu sumber air yang kita salurkan dan digunakan untuk tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Jalancagak, Kecamatan Cisalak, dan Kecamatan Kasomalang. Dengan adanya peristiwa ini layanan air bersih untuk tiga kecamatan sekitar 10 ribu lebih pelanggan kami terdampak, otomatis tidak bisa mendapatkan saluran air bersih,” ujar Lukman dikutip dari detikJabar, Selasa (9/1).

Lukman mengatakan pihaknya telah melakukan survei langsung ke lokasi sumber penyalur air bersih yang kini rata dengan tanah longsor. Dan hasilnya masih terdapat satu sumber mata air yang akan menjadi solusi di penanganan awal.

“Kami sudah survei kemarin di lokasi, masih ada satu sumber yang mungkin bisa kita manfaatkan, cuman kita masih tahu infrastruktur pipa di bawahnya seperti apa, dan kemarin sudah kita lakukan pengecekan,” katanya.

Lukman juga menambahkan, sementara waktu warga di tiga kecamatan yang terdampak tersebut dapat mengambil pasokan air bersih di beberapa cabang PDAM. Seperti yang diucapkan oleh Bupati Subang, pihaknya akan menargetkan penyelesaian sumber air tiga sampai dengan empat hari.

“Untuk penanganan ini sementara kami akan operasikan armada air bersih. Jadi warga bisa datang ke cabang PDAM terdekat di tiga kecamatan itu kita standby Tangki air, ada dari PDAM, ada juga dari PMI, terus kita minta bantuan juga ke provinsi untuk penanganan darurat. Untuk sementara kita targetkan dalam waktu tiga sampai dengan empat hari bisa pasang pipa sementara begitu,” tutupnya.  

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat

Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi

Pesta Miras Oplosan Maut di Cianjur: 4 Tewas, Dua Remaja Putri Masih Kritis di Rumah Sakit

Rayakan HUT ke-36, JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Mitra Setia ke Tanah Suci

Karhutla Sumedang Tembus 64 Kejadian, Tertinggi di Jawa Barat hingga September 2026

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.