Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hidden Gem Bandung, Accra Bakes Sajikan Basque Burnt Cheesecake Premium yang Bikin Nagih

Jumat, 3 Juli 2026 21:04 WIB

Jelang Argentina vs Tanjung Verde, Scaloni Minta Messi Cs Tetap Waspada

Jumat, 3 Juli 2026 20:43 WIB

Ragnar Oratmangoen Gabung Persib? Maung Bandung Bisa Kirim Lima Pemain ke Timnas

Jumat, 3 Juli 2026 20:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hidden Gem Bandung, Accra Bakes Sajikan Basque Burnt Cheesecake Premium yang Bikin Nagih
  • Jelang Argentina vs Tanjung Verde, Scaloni Minta Messi Cs Tetap Waspada
  • Ragnar Oratmangoen Gabung Persib? Maung Bandung Bisa Kirim Lima Pemain ke Timnas
  • Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat
  • Sapi Matilda Jadi Inspirasi Bisnis, Hartono Soekwanto Siapkan Brand Es Krim
  • Jadwal Lengkap 16 Besar Piala Dunia 7 Juli 2026: Spanyol vs Portugal Main Jam Berapa?
  • Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri
  • Rekam Jejak Mentereng Luka Menalo, Penyerang Baru Persib Eks Dinamo Zagreb
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Surat Terakhir dari Rumah Kontrakan: Kisah Tragis Ibu dan Dua Anaknya di Banjaran

By Aga GustianaJumat, 5 September 2025 17:18 WIB3 Mins Read
surat wasiat
Surat wasiat ibu di Banjaran yang ditemukan meninggal dunia bersama kedua anaknya. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kampung Cae, Desa Kiangroke, Banjaran, masih menyisakan kesunyian ketika pagi Jumat (5/9/2025) menyapa. Namun di sebuah rumah kontrakan sederhana, tragedi besar telah menimpa sebuah keluarga. Tiga nyawa—EN (34) dan kedua anaknya, AA (9) serta AAP (11 bulan)—ditemukan meninggal dunia, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Polisi menemukan secarik kertas yang ditempel di dinding ruang tengah, surat wasiat yang menjadi saksi bisu pergulatan batin seorang ibu. Kasatreskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, membenarkan temuan ini.

“Selain tiga korban, kami juga menemukan barang bukti berupa ponsel dan surat tulisan tangan. Isinya berupa curahan hati korban kepada keluarganya,” kata Luthfi, Jumat.

Dalam surat itu, EN memohon maaf kepada orang tua, saudara, bahkan kedua anaknya. Ia menuliskan kelelahan lahir dan batin akibat utang yang menumpuk dan persoalan rumah tangga dengan suaminya.

“Saya sudah lelah lahir batin, saya sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini… saya lelah punya suami yang selalu bohong dan berutang. Saya sangat lelah,” tulis EN dalam suratnya.

Pesan terakhir EN untuk anak-anaknya pun sarat emosi. Ia menekankan tindakannya sebagai bentuk kasih sayang, agar mereka tak mengalami penderitaan yang sama.

“Aa Alif, Dede Arlan, maafkan mamah. Jalannya harus seperti ini, karena mamah sangat sayang. Mamah lebih rela ke neraka daripada melihat Aa dan dede sengsara,” tulisnya.

Pagi itu, EN ditemukan pertama kali oleh suaminya, YS. Saat pulang dari kerja sekitar pukul 04.00 WIB, ia mendapati pintu rumah terkunci dari dalam. Setelah mengintip melalui ventilasi, pemandangan itu membuatnya terpaku: istrinya tergantung di kusen pintu kamar.

Warga yang datang membantu mendobrak pintu kemudian menemukan kedua anak korban juga sudah meninggal, dengan leher terjerat tali. Polisi memastikan pintu dan jendela terkunci dari dalam, tanpa adanya luka terbuka pada tubuh ketiganya.

Ketiga jenazah kini dibawa ke RS Sartika Asih Bandung untuk pemeriksaan forensik, sementara penyelidikan masih terus berlangsung.

Surat yang ditinggalkan EN, selain sebagai permintaan maaf, juga memuat curahan hatinya yang mendalam:

“Saya sudah lelah lahir batin, saya sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini. Saya lelah hidup terus-terusan terlilit utang yang tidak ada habisnya, malah semakin hari semakin bertambah… Saya harap, jika saya dan anak-anak sudah meninggal, dia akan sadar. Jika tidak sadar pun tidak apa-apa, yang penting tidak menyengsarakan anak-anak saya.”

Tentang anak-anaknya, EN menulis:

“Aa Alif, Dede Arlan, maafkan mamah. Jalannya harus seperti ini, karena mamah sangat sayang. Daripada ditinggalkan oleh mamah, kasihan pada nenek… Mamah lebih rela ke neraka daripada melihat Aa dan dede sengsara. Da Aa dan dede belum punya dosa. Biarlah mamah saja yang menanggung dosanya ke neraka. Mamah tidak rela hidup terus-terusan susah… Insya Allah kalian akan masuk surga.”

Tragedi ini bukan sekadar tentang kematian, tetapi juga jeritan seorang ibu yang merasa tak sanggup melindungi keluarganya dari penderitaan dunia. Surat itu menjadi catatan terakhir, mengungkapkan cinta, penyesalan, dan keputusasaan dalam kata-kata yang sederhana namun menyesakkan dada.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Wacana Provinsi Sunda Menguat, DPRD Jabar Sepakati Pembahasan Resmi

Tragis! Remaja Bandung Barat Tewas Dibacok di Purwakarta Usai COD Sajam

Buronan Negara! Tampang Songong Pria Berbaju Hijau di Balik Tragedi Sembelih Tapir Mesuji!

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.