Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 09:45 WIB

Membongkar Sosok Ayu Zhafira: Darah Minang, Tentara Skandinavia & Finalis Miss Norway!

Jumat, 28 Agustus 2026 09:39 WIB

Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat

Jumat, 28 Agustus 2026 08:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla
  • Membongkar Sosok Ayu Zhafira: Darah Minang, Tentara Skandinavia & Finalis Miss Norway!
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Persib Resmi Berhenti Berburu Pemain? Umuh Muchtar Ungkap Alasannya
  • BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya
  • Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 28 Agustus 2026, Cairkan Ratusan Ribu Rupiah Lewat Link DANA Kaget Resmi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Surat Terakhir dari Rumah Kontrakan: Kisah Tragis Ibu dan Dua Anaknya di Banjaran

By Aga GustianaJumat, 5 September 2025 17:18 WIB3 Mins Read
surat wasiat
Surat wasiat ibu di Banjaran yang ditemukan meninggal dunia bersama kedua anaknya. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kampung Cae, Desa Kiangroke, Banjaran, masih menyisakan kesunyian ketika pagi Jumat (5/9/2025) menyapa. Namun di sebuah rumah kontrakan sederhana, tragedi besar telah menimpa sebuah keluarga. Tiga nyawa—EN (34) dan kedua anaknya, AA (9) serta AAP (11 bulan)—ditemukan meninggal dunia, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Polisi menemukan secarik kertas yang ditempel di dinding ruang tengah, surat wasiat yang menjadi saksi bisu pergulatan batin seorang ibu. Kasatreskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, membenarkan temuan ini.

“Selain tiga korban, kami juga menemukan barang bukti berupa ponsel dan surat tulisan tangan. Isinya berupa curahan hati korban kepada keluarganya,” kata Luthfi, Jumat.

Dalam surat itu, EN memohon maaf kepada orang tua, saudara, bahkan kedua anaknya. Ia menuliskan kelelahan lahir dan batin akibat utang yang menumpuk dan persoalan rumah tangga dengan suaminya.

“Saya sudah lelah lahir batin, saya sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini… saya lelah punya suami yang selalu bohong dan berutang. Saya sangat lelah,” tulis EN dalam suratnya.

Pesan terakhir EN untuk anak-anaknya pun sarat emosi. Ia menekankan tindakannya sebagai bentuk kasih sayang, agar mereka tak mengalami penderitaan yang sama.

“Aa Alif, Dede Arlan, maafkan mamah. Jalannya harus seperti ini, karena mamah sangat sayang. Mamah lebih rela ke neraka daripada melihat Aa dan dede sengsara,” tulisnya.

Pagi itu, EN ditemukan pertama kali oleh suaminya, YS. Saat pulang dari kerja sekitar pukul 04.00 WIB, ia mendapati pintu rumah terkunci dari dalam. Setelah mengintip melalui ventilasi, pemandangan itu membuatnya terpaku: istrinya tergantung di kusen pintu kamar.

Warga yang datang membantu mendobrak pintu kemudian menemukan kedua anak korban juga sudah meninggal, dengan leher terjerat tali. Polisi memastikan pintu dan jendela terkunci dari dalam, tanpa adanya luka terbuka pada tubuh ketiganya.

Ketiga jenazah kini dibawa ke RS Sartika Asih Bandung untuk pemeriksaan forensik, sementara penyelidikan masih terus berlangsung.

Surat yang ditinggalkan EN, selain sebagai permintaan maaf, juga memuat curahan hatinya yang mendalam:

“Saya sudah lelah lahir batin, saya sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini. Saya lelah hidup terus-terusan terlilit utang yang tidak ada habisnya, malah semakin hari semakin bertambah… Saya harap, jika saya dan anak-anak sudah meninggal, dia akan sadar. Jika tidak sadar pun tidak apa-apa, yang penting tidak menyengsarakan anak-anak saya.”

Tentang anak-anaknya, EN menulis:

“Aa Alif, Dede Arlan, maafkan mamah. Jalannya harus seperti ini, karena mamah sangat sayang. Daripada ditinggalkan oleh mamah, kasihan pada nenek… Mamah lebih rela ke neraka daripada melihat Aa dan dede sengsara. Da Aa dan dede belum punya dosa. Biarlah mamah saja yang menanggung dosanya ke neraka. Mamah tidak rela hidup terus-terusan susah… Insya Allah kalian akan masuk surga.”

Tragedi ini bukan sekadar tentang kematian, tetapi juga jeritan seorang ibu yang merasa tak sanggup melindungi keluarganya dari penderitaan dunia. Surat itu menjadi catatan terakhir, mengungkapkan cinta, penyesalan, dan keputusasaan dalam kata-kata yang sederhana namun menyesakkan dada.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla

Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Bansos

BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya

Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara

Tabuh Bedug di Jombang, Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.