Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Sabtu, 24 Oktober 2026 05:00 WIB

Bangga! Jajanan Kaki Lima Bandung Ini Jadi Gorengan Terbaik Kedua di Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 04:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP
  • Bangga! Jajanan Kaki Lima Bandung Ini Jadi Gorengan Terbaik Kedua di Dunia
  • Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Bocoran Jadwal, Cara Cek NIK, dan Nominalnya
  • Cara Mengajukan BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP, Bisa untuk Warga yang Belum Terdaftar
  • Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya
  • Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
  • Lebih Banyak Peluang tapi Kalah, Sandy Walsh Ungkap Penyebab Persib Tumbang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Surat Terakhir dari Rumah Kontrakan: Kisah Tragis Ibu dan Dua Anaknya di Banjaran

By Aga GustianaJumat, 5 September 2025 17:18 WIB3 Mins Read
surat wasiat
Surat wasiat ibu di Banjaran yang ditemukan meninggal dunia bersama kedua anaknya. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kampung Cae, Desa Kiangroke, Banjaran, masih menyisakan kesunyian ketika pagi Jumat (5/9/2025) menyapa. Namun di sebuah rumah kontrakan sederhana, tragedi besar telah menimpa sebuah keluarga. Tiga nyawa—EN (34) dan kedua anaknya, AA (9) serta AAP (11 bulan)—ditemukan meninggal dunia, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Polisi menemukan secarik kertas yang ditempel di dinding ruang tengah, surat wasiat yang menjadi saksi bisu pergulatan batin seorang ibu. Kasatreskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, membenarkan temuan ini.

“Selain tiga korban, kami juga menemukan barang bukti berupa ponsel dan surat tulisan tangan. Isinya berupa curahan hati korban kepada keluarganya,” kata Luthfi, Jumat.

Dalam surat itu, EN memohon maaf kepada orang tua, saudara, bahkan kedua anaknya. Ia menuliskan kelelahan lahir dan batin akibat utang yang menumpuk dan persoalan rumah tangga dengan suaminya.

“Saya sudah lelah lahir batin, saya sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini… saya lelah punya suami yang selalu bohong dan berutang. Saya sangat lelah,” tulis EN dalam suratnya.

Pesan terakhir EN untuk anak-anaknya pun sarat emosi. Ia menekankan tindakannya sebagai bentuk kasih sayang, agar mereka tak mengalami penderitaan yang sama.

“Aa Alif, Dede Arlan, maafkan mamah. Jalannya harus seperti ini, karena mamah sangat sayang. Mamah lebih rela ke neraka daripada melihat Aa dan dede sengsara,” tulisnya.

Pagi itu, EN ditemukan pertama kali oleh suaminya, YS. Saat pulang dari kerja sekitar pukul 04.00 WIB, ia mendapati pintu rumah terkunci dari dalam. Setelah mengintip melalui ventilasi, pemandangan itu membuatnya terpaku: istrinya tergantung di kusen pintu kamar.

Warga yang datang membantu mendobrak pintu kemudian menemukan kedua anak korban juga sudah meninggal, dengan leher terjerat tali. Polisi memastikan pintu dan jendela terkunci dari dalam, tanpa adanya luka terbuka pada tubuh ketiganya.

Ketiga jenazah kini dibawa ke RS Sartika Asih Bandung untuk pemeriksaan forensik, sementara penyelidikan masih terus berlangsung.

Surat yang ditinggalkan EN, selain sebagai permintaan maaf, juga memuat curahan hatinya yang mendalam:

“Saya sudah lelah lahir batin, saya sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini. Saya lelah hidup terus-terusan terlilit utang yang tidak ada habisnya, malah semakin hari semakin bertambah… Saya harap, jika saya dan anak-anak sudah meninggal, dia akan sadar. Jika tidak sadar pun tidak apa-apa, yang penting tidak menyengsarakan anak-anak saya.”

Tentang anak-anaknya, EN menulis:

“Aa Alif, Dede Arlan, maafkan mamah. Jalannya harus seperti ini, karena mamah sangat sayang. Daripada ditinggalkan oleh mamah, kasihan pada nenek… Mamah lebih rela ke neraka daripada melihat Aa dan dede sengsara. Da Aa dan dede belum punya dosa. Biarlah mamah saja yang menanggung dosanya ke neraka. Mamah tidak rela hidup terus-terusan susah… Insya Allah kalian akan masuk surga.”

Tragedi ini bukan sekadar tentang kematian, tetapi juga jeritan seorang ibu yang merasa tak sanggup melindungi keluarganya dari penderitaan dunia. Surat itu menjadi catatan terakhir, mengungkapkan cinta, penyesalan, dan keputusasaan dalam kata-kata yang sederhana namun menyesakkan dada.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.