Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ini Desil yang Berpeluang Dapat Bantuan

Senin, 19 Oktober 2026 01:00 WIB

Sentuhan Pertama Langsung Gol! Julio Cesar Bawa Persib Tumbangkan Persik Kediri

Minggu, 18 Oktober 2026 21:13 WIB

Cuma 8 Meter dari Rel Kereta, Halte BRT Kiaracondong Dinilai Bahayakan Pejalan Kaki

Minggu, 18 Oktober 2026 20:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ini Desil yang Berpeluang Dapat Bantuan
  • Sentuhan Pertama Langsung Gol! Julio Cesar Bawa Persib Tumbangkan Persik Kediri
  • Cuma 8 Meter dari Rel Kereta, Halte BRT Kiaracondong Dinilai Bahayakan Pejalan Kaki
  • Dibayar Tuntas! 15 Tahun Vakum Akting, Comeback Agnez Mo Langsung Guncang Hollywood!
  • Melonjak dari 17 Jadi 253, Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor Terus Bertambah
  • Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal di Cianjur, Ini Kronologinya
  • Jelang Persib vs Persik, Beckham Putra Kirim Pesan Khusus untuk Bobotoh
  • Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tak Banyak yang Tahu, Insinyur Asal Indonesia Ini Kini Jadi Kunci Tim F1

By SusanaSelasa, 3 Februari 2026 14:46 WIB4 Mins Read
Stephanus Widjanarko, lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sejak 2013 meniti karier di dunia Formula 1. Foto: Instagram @stephanuswidjanarko.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ada warga Bandung yang diam-diam menentukan kecepatan mobil Formula One di lintasan global. Namanya Stephanus Widjanarko, atau akrab disapa Tephie, lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sejak 2013 meniti karier di dunia Formula 1 melalui tim Toro Rosso, sekarang AlphaTauri.

Saat ini, ia menghadapi babak baru sebagai Lead Engineer Aero Development Cadillac F1, persiapan untuk era 2026. Kiprah Tephie menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu bersaing di teknologi tertinggi dunia.

Dari Bandung ke Panggung Formula 1 Dunia

Lahir di Bandung pada 12 Maret 1986, Stephanus Widjanarko menempuh pendidikan S1 Teknik Mesin di ITB (2004–2008) dengan predikat mahasiswa berprestasi. Tugas akhirnya meneliti sistem kopling mesin mobil, yang kemudian menjadi fondasi pengetahuan teknik otomotifnya.

Ketertarikannya pada aerodinamika dan dinamika fluida membawa Tephie menempuh pendidikan S2 Engineering Fluid Dynamics di University of Twente, Belanda, yang ia selesaikan pada 2009 dengan predikat gemilang.

Selama studi magister, Tephie memperluas pengalaman dengan magang di Vestas Wind Systems, Denmark, sebagai aerodynamic engineer, mengembangkan perangkat lunak dan kode perhitungan aerodinamika turbin angin.

Ia juga bekerja di Netherlands Aerospace Center (NLR) sebagai applied CFD engineer, menangani masalah aerodinamika kompleks, sekaligus mengasah keahlian computational fluid dynamics (CFD) yang nantinya menjadi bekal krusial di Formula 1.

Langkah Pertama di Formula 1

Pada April 2013, Stephanus Widjanarko memulai karier Formula 1-nya bersama Scuderia Toro Rosso, Italia, sebagai junior CFD aerodynamics engineer.

Ia bertanggung jawab pada bagian depan mobil, seperti front wing, nose, front floor, dan brake duct, yang menentukan performa keseluruhan mobil.

Dari 2014 hingga 2019, Tephie dipercaya sebagai aerodynamicist, memimpin pengembangan nose cone dan chassis leg box, mengawasi pengujian di wind tunnel, hingga memastikan kualitas model aerodinamika. Salah satu puncak kontribusinya tercatat saat kemenangan Pierre Gasly di GP Monza 2020, momen bersejarah bagi AlphaTauri.

Tantangan Baru Bersama Cadillac F1

Kini, Tephie mengambil peran lebih strategis sebagai Lead Engineer Aero Development Cadillac F1 Team. Berbeda dari tim mapan, Cadillac adalah pendatang baru di grid Formula 1, sehingga Tephie dituntut membangun aerodinamika mobil dari nol, menyesuaikan dengan regulasi baru F1 2026, termasuk pengembangan aerodinamika aktif yang lebih kompleks.

Tidak hanya bertanggung jawab secara teknis, Tephie juga berperan membentuk budaya kerja dan filosofi engineering Cadillac F1 sejak awal.

Pengalaman lebih dari satu dekade di F1 membuatnya mampu memimpin riset, menentukan arah pengembangan, dan memastikan mobil Cadillac siap bersaing sejak debutnya.

Proses Kreatif dan Teknis di Balap Formula 1

Dalam tim F1, Tephie menjelaskan proses pengembangan mobil balap: dimulai dari ide desain, direalisasikan dalam 3D surfaces, dianalisis lewat CFD, diuji di wind tunnel, hingga dikirim ke Design Office untuk direalisasikan dalam skala full body.

Setiap siklus memakan waktu 2–3 minggu, dengan ritme kerja padat dan deadline hampir setiap hari.

Sejak awal bergabung, Tephie terlibat dalam pengembangan mobil TR8 dan hampir seluruh fase TR9, hingga kini memulai proyek mobil F1 tahun depan.

Pengalaman ini menunjukkan disiplin, ketekunan, dan kemampuan adaptasi yang tinggi, kunci kesuksesan di dunia balap mobil paling bergengsi.

Inspirasi dan Filosofi Kerja

Impian Tephie bekerja di F1 muncul sejak kecil. Pada 2004, saat baru masuk ITB, ia diajak ayah menonton F1 di Kuala Lumpur. Semenjak itu, ia bertekad menapaki jalur teknik dan aerodinamika untuk meraih kesempatan di panggung global.

Tephie selalu mengapresiasi proses belajar: “Lakukan apa yang kita suka supaya menjalani semuanya santai dan tanpa beban,” ujarnya.

Dukungan keluarga, dosen ITB, mentor di Belanda, dan teman-teman menjadi fondasi motivasi yang membimbingnya melewati tantangan karier, termasuk fase magang, studi luar negeri, dan persiapan memasuki F1.

Bukti Indonesia Bisa Mendunia

Kiprah Stephanus Widjanarko membuktikan bahwa lulusan perguruan tinggi Indonesia mampu bersaing di level teknologi tertinggi dunia.

Dari Bandung hingga lintasan Formula 1, Tephie menunjukkan bahwa kombinasi pendidikan berkualitas, pengalaman lintas sektor, dan konsistensi adalah kunci untuk menembus industri global.

Kini, sebagai Lead Engineer Aero Development Cadillac F1, ia tidak hanya mengukir prestasi pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di mata dunia motorsport dan teknologi tinggi.

Inspirasi dan Teladan untuk Lulusan Indonesia

Kiprah Stephanus Widjanarko membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di level global. Dari ITB ke Belanda, hingga menginspirasi dunia F1, Tephie menegaskan bahwa kombinasi pendidikan, pengalaman lintas negara, dan kerja keras bisa menempatkan Indonesia di panggung teknologi tertinggi.

“Impian saya sejak kecil adalah bekerja di F1. Semua berawal dari ITB, dukungan keluarga, dosen, dan pengalaman magang yang membentuk pondasi karier saya,” ujar Stephanus.

Keberhasilan Tephie menjadi Lead Engineer di Cadillac F1 Team sekaligus menegaskan Indonesia punya tempat di dunia motorsport dan teknologi mutakhir, sekaligus menjadi inspirasi bagi lulusan teknik muda di tanah air.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ini Desil yang Berpeluang Dapat Bantuan

Cuma 8 Meter dari Rel Kereta, Halte BRT Kiaracondong Dinilai Bahayakan Pejalan Kaki

Ilustrasi gempa

Melonjak dari 17 Jadi 253, Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor Terus Bertambah

Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal di Cianjur, Ini Kronologinya

Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada

ASN bisa WFA

Kronologi ASN Pemkot Bandung Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Hamili Pelajar Magang

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.