Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
The Great Asia Africa 2.0

Bukan Sekadar Jalan-Jalan! Ini 10 Spot ‘Healing’ Terbaik di Bandung yang Bikin Gagal Move On

Sabtu, 4 April 2026 21:07 WIB

Rumor Kencan Bernadya dan Iqbaal Ramadhan Pecah! Berawal dari Foto ‘Blur’, Netizen Temukan Bukti Ini

Sabtu, 4 April 2026 20:16 WIB

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Sabtu, 4 April 2026 20:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekadar Jalan-Jalan! Ini 10 Spot ‘Healing’ Terbaik di Bandung yang Bikin Gagal Move On
  • Rumor Kencan Bernadya dan Iqbaal Ramadhan Pecah! Berawal dari Foto ‘Blur’, Netizen Temukan Bukti Ini
  • Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI
  • Prediksi Persib vs Semen Padang: Bobotoh Cantik Ini Ingatkan Maung Bandung Jangan Jemawa
  • Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action
  • Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua
  • Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tanggapi Kritikan Prabu Revolusi, Guru Besar UPI Sebut Aksi Civitas Akademika sebagai Suara Nurani Bangsa

By Putri Mutia RahmanKamis, 8 Februari 2024 19:30 WIB3 Mins Read
Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan. (ANTARA)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan menanggapi terkait pernyataan Prabu Revolusi yang mengkritik aksi dari Civitas Akademika yang dinilai tak elok.

Cecep mengatakan bahwa para Civitas Akademika ini tidak sedang melakukan politik praktis, namun sedang menjalankan salah satu visi utama kampus sebagai lembaga pendidikan politik kebangsaan. Bahkan kita sedang menjalankan amanah Bung Hatta bahwa hakikat kampus itu harus menyebarluaskan dan menjunjung tinggi kebenaran.

“Jadi kita ingin meluruskan, bahwa para profesor ini tidak sedang berpolitik praktis, tapi lebih ke politik moral kebangsaan dan melakukan pendidikan politik. Jadi tepatnya kampus sebagai lembaga pendidikan politik, di kampus itu ada kebebasan akademik, dan kebebaan mimbar akademik sebagai wujud otonomi kampus, yang terdiri dari Guru Besar, dan dosen,” jelas Cecep, lewat sambungan telepon, Kamis (8/2).

Menurutnya, jika suara dari Civitas Akademik ini dipandang sebagai politik praktis lantas bagaimana akan ada koreksi pada para pemimpin. Justru yg harus dikritisi adalah pidato-pidato sejumlah rektor yang isinya mirip-mirip dan patut diduga dikendalikan kekuasaan. Ini yang harusnya dikritik. Kampus dipolitisasi oleh pidato-pidato rektor yang lucu.

Baca Juga:  Kritik Meluas, Sederet Perguruan Tinggi di Bandung Ikut Bergerak ‘Sentil’ Jokowi

“Sebenarnya kalau aspirasi guru besar dipandang politik praktis, apa tidak sebaliknya justru yang mengkritik kami melakukan politik praktis ? Sikahkan publik yang menilai. Justru seharusnya semua elemen berintropeksi diri, agar kita belajar menjadi negarawan bukan partisan,” lanjutnya.

Lanjut, Cecep pun menegaskan bahwa suara dan akai dari Civitas Akademika kampus itu tidak ada niatan untuk bepolitik praktis, melainkan murni menyuarakan suara nurani kebangsaan.

“Memang tidak ada niat kampus untuk itu, dan tidak ada bukti juga, suara kampus adalah suara nurani kebangsaan. Kita kan ingin pemilu tanpa kecurangan, jujur dan adil, itu kan sesuai dengan undang-undang, jangan ada kecurangan, itu kan sebenarnya ingin mengangkat nilai Pancasila dan konstitusi,” tandasnya.

Baca Juga:  Sekda Jabar Ajak Akademisi Dorong Progresivitas Pemerintah dalam Kesejahteraan Warga

Sebelumnya, viral di media sosial mengenai pernyataan Prabu Revolusi yang mengkritik aksi para Civitas Akademika di akun TikTok pribadinya @prabu_revolusi.

“Sekarang ini kelihatannya lagi marak ada gerakan “mengatasnamakan” kampus untuk berbicara tentang permasalahan politik, ini perspektif saya, menurut saya sangat tidak elok ketika kampus dicampur adukkan dengan dengan kepentingan politik, apalagi tidak secara resmi mewakili kampus,” ujarnya.

Menurutnya, jika memang gerakan-gerakan ini mewakili kampus, maka perlu ada lembaga resmi dari kampus untuk bisa menyatakan bahwa ini merupakan sikap dari kampus.

“Jika tidak, maka ini bisa dikatakan sebagai sikap perorangan atau kumpulan perseorangan yang kebetulan memiliki afiliasi dengan kampus tersebut,” lanjutnya.

Prabu pun mengatakan bahwa sikap tersebut dinilai tidak fair karena ada beberapa Rektor dan Pimpinan Kampus yang menyanggah sikap tersebut mewakili kampus.

“Rasanya tidak fair jika membawa-bawa nama kampus seakan-akan mewakili sikap resmi dari kampus tersebut, apalagi Rektor atau Pimpinan dari kampus tersebut banyak yang memberikan sanggahan bahwa entah itu petisi atau pernyataan dianggap mewakili kampus,” bebernya.

Baca Juga:  Civitas Akademika UGM Kritik Kebijakan Jokowi yang Menyimpang dari Prinsip Demokrasi

Sebagai pengajar di salah satu kampus yang ada di Indonesia, Prabu pun merasa tidak terwakili dengan sikap beberapa kampus tersebut.

“Saya tentu memiliki sikap politik sendiri, demikian juga dengan teman-teman Civitas Akademika yang lain,” katanya.

Terakhir, Prabu menyarankan para Civitas Akademika untuk tidak membawa-bawa nama kampus dalam menyuarakan politik pribadinya.

“Maka saran saya jangan bawa-bawa nama kampus jika memang ingin menyuarakan statement atau pernyataan politik pribadi. Anda mempermasalahkan tentang etik, maka seyogyanya kita sebagai Civitas Akademika harus juga mengindahkan etiknya dalam menyampaikan pendapat, jika ini pendapat pribadi katakan apa adanya, jangan mengatasnamakan kampus kecuali memang ada sikap resmi dari kampus tersebut,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Civitas Akademika Guru Besar UPI Prabunindya Revta Revolusi UPI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.