Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Rabu, 28 Oktober 2026 21:43 WIB

Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 28 Oktober 2026 21:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
  • Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wakil Ketua DPR Walk Out dari Pelantikan Rektor UPI karena Sumpah Jabatan Berbahasa Inggris

By Aga GustianaSenin, 16 Juni 2025 10:47 WIB2 Mins Read
Pelantikan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, membuat langkah mengejutkan dengan meninggalkan ruangan saat prosesi pelantikan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Didi Sukyadi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas penggunaan bahasa Inggris dalam pengucapan sumpah jabatan rektor.

Dalam pernyataannya, Cucun menilai penggunaan bahasa asing di forum resmi kenegaraan melanggar ketentuan hukum nasional, khususnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

“Saya tidak bisa menerima pengucapan sumpah jabatan rektor di institusi pendidikan Indonesia dilakukan dalam bahasa asing. Ini jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 yang mengatur bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pengucapan sumpah jabatan di lingkungan resmi kenegaraan,” tegas Cucun dalam pernyataanya Senin (16/6/2025).

Acara yang berlangsung di Auditorium Ahmad Sanusi, Kampus UPI Bandung, dihadiri berbagai pejabat, akademisi, dan sivitas akademika. Namun suasana sempat memanas ketika rektor yang baru dilantik melafalkan sumpah jabatannya dalam bahasa Inggris, termasuk kutipan:

Baca Juga:  10 Ribu Peserta Siap Hijaukan Soreang! PKB Fun Run 2025 Sajikan Hadiah Umroh hingga Motor Listrik

“Bahwa saya akan menghindarkan diri dari perbuatan tercela serta menjunjung tinggi prinsip values for value, full commitment no conspiracy, dan defender integrity.”

Cucun menilai tindakan tersebut mencederai marwah bahasa Indonesia yang seharusnya dijunjung tinggi dalam lingkungan pendidikan, apalagi di institusi sekelas UPI.

Baca Juga:  Keren! Pemkab Sumedang Sabet Dua Penghargaan dari Kemendikbudristek

“Ini adalah teguran keras. Tidak boleh lagi ada institusi pendidikan yang menomorduakan bahasa Indonesia dalam forum resmi. Kita bisa internasional, tetapi tidak boleh mengorbankan identitas nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Cucun menegaskan bahwa persoalan ini tidak sekadar soal pilihan bahasa, tetapi menyangkut penghormatan terhadap kedaulatan dan aturan perundang-undangan.

Ia juga meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk turun tangan dalam mengevaluasi kejadian tersebut dan memberi pembinaan terhadap UPI.

Baca Juga:  PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI

“Saya akan menyampaikan hal ini secara resmi dalam rapat DPR bersama Kemendiktisaintek. Ini bukan sekadar insiden, tapi mencerminkan lemahnya kesadaran berbahasa negara di institusi akademik,” tegas mantan Ketua Fraksi PKB DPR RI itu.

Cucun menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi pembelajaran penting bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia agar tetap menjunjung tinggi bahasa nasional dalam forum-forum resmi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cucun Ahmad Syamsurijal DPR RI Kemendikbudristek UPI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.