Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ujian Fisik Skuad Persib: Usai Tarung di Australia, Langsung Tantang Java United di Pekan Ke-9

Selasa, 3 November 2026 10:27 WIB

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Selasa, 3 November 2026 10:02 WIB

Jasa Masa Lalu Diungkit! Niat Sindir Raffi Ahmad, Borok Jerome Polin Malah Dibongkar Kubu RANS?

Selasa, 3 November 2026 09:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ujian Fisik Skuad Persib: Usai Tarung di Australia, Langsung Tantang Java United di Pekan Ke-9
  • Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!
  • Jasa Masa Lalu Diungkit! Niat Sindir Raffi Ahmad, Borok Jerome Polin Malah Dibongkar Kubu RANS?
  • Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS
  • Skenario Lolos Kilat Persib Bandung di ACL 2: Bisa Segel Tiket Duluan Tanpa Tunggu Laga Akhir?
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tanggapi Kritikan Prabu Revolusi, Guru Besar UPI Sebut Aksi Civitas Akademika sebagai Suara Nurani Bangsa

By Putri Mutia RahmanKamis, 8 Februari 2024 19:30 WIB3 Mins Read
Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan. (ANTARA)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan menanggapi terkait pernyataan Prabu Revolusi yang mengkritik aksi dari Civitas Akademika yang dinilai tak elok.

Cecep mengatakan bahwa para Civitas Akademika ini tidak sedang melakukan politik praktis, namun sedang menjalankan salah satu visi utama kampus sebagai lembaga pendidikan politik kebangsaan. Bahkan kita sedang menjalankan amanah Bung Hatta bahwa hakikat kampus itu harus menyebarluaskan dan menjunjung tinggi kebenaran.

“Jadi kita ingin meluruskan, bahwa para profesor ini tidak sedang berpolitik praktis, tapi lebih ke politik moral kebangsaan dan melakukan pendidikan politik. Jadi tepatnya kampus sebagai lembaga pendidikan politik, di kampus itu ada kebebasan akademik, dan kebebaan mimbar akademik sebagai wujud otonomi kampus, yang terdiri dari Guru Besar, dan dosen,” jelas Cecep, lewat sambungan telepon, Kamis (8/2).

Menurutnya, jika suara dari Civitas Akademik ini dipandang sebagai politik praktis lantas bagaimana akan ada koreksi pada para pemimpin. Justru yg harus dikritisi adalah pidato-pidato sejumlah rektor yang isinya mirip-mirip dan patut diduga dikendalikan kekuasaan. Ini yang harusnya dikritik. Kampus dipolitisasi oleh pidato-pidato rektor yang lucu.

Baca Juga:  Lewat CineFuture 2023, FTV UPI Harap Film Diperspektif sebagai Karya Seni

“Sebenarnya kalau aspirasi guru besar dipandang politik praktis, apa tidak sebaliknya justru yang mengkritik kami melakukan politik praktis ? Sikahkan publik yang menilai. Justru seharusnya semua elemen berintropeksi diri, agar kita belajar menjadi negarawan bukan partisan,” lanjutnya.

Lanjut, Cecep pun menegaskan bahwa suara dan akai dari Civitas Akademika kampus itu tidak ada niatan untuk bepolitik praktis, melainkan murni menyuarakan suara nurani kebangsaan.

“Memang tidak ada niat kampus untuk itu, dan tidak ada bukti juga, suara kampus adalah suara nurani kebangsaan. Kita kan ingin pemilu tanpa kecurangan, jujur dan adil, itu kan sesuai dengan undang-undang, jangan ada kecurangan, itu kan sebenarnya ingin mengangkat nilai Pancasila dan konstitusi,” tandasnya.

Baca Juga:  Marak Petisi Civitas Akademika, Guru Besar UPI: Mudah-mudahan Mengetuk Hati Pemimpin Bangsa

Sebelumnya, viral di media sosial mengenai pernyataan Prabu Revolusi yang mengkritik aksi para Civitas Akademika di akun TikTok pribadinya @prabu_revolusi.

“Sekarang ini kelihatannya lagi marak ada gerakan “mengatasnamakan” kampus untuk berbicara tentang permasalahan politik, ini perspektif saya, menurut saya sangat tidak elok ketika kampus dicampur adukkan dengan dengan kepentingan politik, apalagi tidak secara resmi mewakili kampus,” ujarnya.

Menurutnya, jika memang gerakan-gerakan ini mewakili kampus, maka perlu ada lembaga resmi dari kampus untuk bisa menyatakan bahwa ini merupakan sikap dari kampus.

“Jika tidak, maka ini bisa dikatakan sebagai sikap perorangan atau kumpulan perseorangan yang kebetulan memiliki afiliasi dengan kampus tersebut,” lanjutnya.

Prabu pun mengatakan bahwa sikap tersebut dinilai tidak fair karena ada beberapa Rektor dan Pimpinan Kampus yang menyanggah sikap tersebut mewakili kampus.

“Rasanya tidak fair jika membawa-bawa nama kampus seakan-akan mewakili sikap resmi dari kampus tersebut, apalagi Rektor atau Pimpinan dari kampus tersebut banyak yang memberikan sanggahan bahwa entah itu petisi atau pernyataan dianggap mewakili kampus,” bebernya.

Baca Juga:  Gali Ide-ide Kreatif Mahasiswa, FTV UPI Kembali Gelar CineFuture 2024

Sebagai pengajar di salah satu kampus yang ada di Indonesia, Prabu pun merasa tidak terwakili dengan sikap beberapa kampus tersebut.

“Saya tentu memiliki sikap politik sendiri, demikian juga dengan teman-teman Civitas Akademika yang lain,” katanya.

Terakhir, Prabu menyarankan para Civitas Akademika untuk tidak membawa-bawa nama kampus dalam menyuarakan politik pribadinya.

“Maka saran saya jangan bawa-bawa nama kampus jika memang ingin menyuarakan statement atau pernyataan politik pribadi. Anda mempermasalahkan tentang etik, maka seyogyanya kita sebagai Civitas Akademika harus juga mengindahkan etiknya dalam menyampaikan pendapat, jika ini pendapat pribadi katakan apa adanya, jangan mengatasnamakan kampus kecuali memang ada sikap resmi dari kampus tersebut,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

UPI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.