bukamata.id — Peta kekuatan politik di Kabupaten Bandung dipastikan bakal mengalami pergeseran signifikan. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi meluncurkan cetak biru strategi baru dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Soreang, Rabu (8/4). Tidak sekadar seremoni pergantian pengurus, ajang ini menjadi proklamasi PKB untuk mendominasi Jawa Barat melalui dua pilar utama: Pelayanan Rakyat dan Kualitas Kader.
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, turun langsung mengawal jalannya Muscab. Ia membawa mandat khusus dari pusat agar DPC PKB Kabupaten Bandung tidak hanya puas menjadi pemenang, tapi harus bertransformasi menjadi partai yang lebih modern dan berdampak luas.
Strategi Ganda: “Turun ke Rakyat” dan “Naik Kelas”
Jazilul menekankan bahwa Kabupaten Bandung adalah mahkota bagi PKB di Jawa Barat. Untuk menjaga takhta tersebut, ia menginstruksikan para kader untuk menjalankan strategi “Turun ke Rakyat”. Ini bukan sekadar retorika kampanye, melainkan aksi nyata yang bisa langsung dirasakan di meja makan dan kesehatan masyarakat.
“Kita harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Program pelayanan harus diperkuat dan dirasakan langsung,” tegas Jazilul.
Implementasi konkretnya mencakup penyediaan layanan ambulans gratis yang responsif, dukungan program makan gratis, hingga pengaktifan posko kesehatan di setiap titik akar rumput.
Namun, pelayanan saja tidak cukup. PKB juga meluncurkan program “Naik Kelas”. Fokusnya adalah menempa kader agar memiliki kapasitas intelektual dan kepemimpinan yang mumpuni, bukan hanya mahir dalam urusan suara.
“Kader harus punya visi dan kemampuan. Kalau diberi amanah, dia mampu memimpin dengan baik,” ujarnya lagi.
Jazilul bahkan menantang kader-kader PKB untuk menduduki posisi strategis di luar parlemen, seperti menjadi rektor atau pemimpin institusi besar. Menurutnya, konsep naik kelas ini harus merambah ke seluruh aspek kehidupan.
Membidik Angka 16: Target Realistis di Kursi DPRD
Ambisi PKB di Kabupaten Bandung tidak main-main. Dengan modal 12 kursi saat ini, Jazilul mematok target kenaikan sebesar 20 persen pada periode mendatang.
“Kalau target ideal tentu 20 kursi, tapi 16 itu realistis dan tidak boleh ditawar. Kenaikan sekitar 20 persen sudah bagus,” katanya dengan nada optimis.
Target ini dirancang sebagai fondasi untuk mendorong kader-kader potensial ke panggung yang lebih luas. Salah satu nama yang santer dibicarakan adalah Dadang Supriatna. Jazilul memberikan sinyal hijau bagi Dadang untuk melangkah ke level provinsi.
“Secara administratif dan rekam jejak, Pak Dadang sudah lulus untuk jadi gubernur. Tinggal variabel politik lainnya,” ungkap Jazilul, mengisyaratkan peluang Dadang di Pilgub Jabar.
Evaluasi dan Kolektivitas: Warisan Dadang Supriatna
Di sisi lain, Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung periode 2021–2026, Dadang Supriatna, memandang Muscab sebagai ruang refleksi besar. Baginya, capaian PKB hari ini adalah buah dari kerja kolektif banyak pihak.
“Dalam Muscab ini ada beberapa sidang pleno yang kita laksanakan, mulai dari pembahasan tata tertib, program kerja, hingga penetapan calon pimpinan Tanfidz dan Dewan Syuro,” jelas Dadang.
Ia menekankan bahwa kekuatan PKB di Kabupaten Bandung tidak lepas dari sinergi tokoh nasional, alim ulama, dan relawan di lapangan. Meski telah meraih sukses besar, Dadang tetap menunjukkan sikap rendah hati atas kinerjanya.
“Saya pribadi memohon maaf jika selama memimpin masih ada kekurangan. Ke depan, kami akan terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ucapnya dengan tulus.
Bursa Calon Pimpinan: Siapa Pengendali Selanjutnya?
Muscab kali ini juga menjadi ajang penentuan nakhoda baru. Sejumlah nama beken masuk dalam bursa kandidat Ketua Tanfidz atau Ketua DPC, di antaranya:
- Dadang Supriatna (Petahana)
- Renie Rahayu Fauzi
- Tarya Witarsa
- Hadiat
Siapa pun yang terpilih nantinya akan memegang mandat berat: menerjemahkan visi “Naik Kelas” Jazilul Fawaid menjadi kemenangan nyata di pemilu mendatang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









