bukamata.id – Keberhasilan Persib Bandung meraih gelar hattrick juara Super League 2025/2026 tidak hanya menjadi cerita tentang dominasi tim, tetapi juga tentang pencapaian individu yang mencatatkan sejarah baru.
Salah satu sorotan utama datang dari penjaga gawang utama Maung Bandung, Teja Paku Alam, yang sukses mengukuhkan diri sebagai kiper dengan catatan clean sheet terbanyak dalam satu musim kompetisi.
Capaian ini menjadi bukti konsistensi dan ketangguhan lini pertahanan Persib sepanjang musim yang penuh persaingan ketat.
Pecahkan Rekor 18 Clean Sheet dalam Satu Musim
Sebelumnya, Teja Paku Alam telah menyamai rekor 17 clean sheet milik mantan kiper Persipura Jayapura, Yoo Jae-hoon, yang tercipta pada Liga Super Indonesia 2013. Namun, rekor tersebut akhirnya resmi pecah pada laga kontra Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu, 23 Mei 2026.
Pada pertandingan tersebut, Teja kembali tampil solid di bawah mistar dan berhasil mencatatkan clean sheet ke-18 sepanjang musim.
Meski laga berakhir tanpa gol bagi kedua tim, catatan pertahanan Teja menjadi salah satu sorotan utama dalam pertandingan penutup musim tersebut.
Apresiasi Tim dan Momen Spesial di Lapangan
Pencapaian bersejarah tersebut mendapat apresiasi langsung dari tim Persib Bandung. Menjelang kick-off, Teja Paku Alam menerima penghargaan simbolis dari pelatih kiper Mario Jozic sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi luar biasa sepanjang musim.
Momen ini menjadi semakin menarik karena rekor tersebut tercipta di hadapan Yoo Jae-hoon, yang kini menjabat sebagai pelatih kiper Persijap Jepara. Kehadiran sosok pemegang rekor sebelumnya membuat pencapaian Teja semakin berkesan secara emosional maupun historis.
Kontribusi Besar Menuju Gelar Juara Persib
Selain rekor individu, performa Teja Paku Alam juga menjadi salah satu kunci keberhasilan Persib Bandung dalam meraih gelar juara Super League 2025/2026.
Tambahan satu poin dari laga melawan Persijap Jepara memastikan Maung Bandung menutup musim dengan koleksi 79 poin. Nilai tersebut sama dengan Borneo FC, namun Persib unggul dalam selisih gol sehingga berhak mengangkat trofi juara.
Konsistensi lini belakang, termasuk peran penting Teja, menjadi fondasi kuat perjalanan Persib sepanjang musim hingga berhasil mencetak sejarah hattrick juara.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









