Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dayeuhkolot Lumpuh Diterjang Banjir, 19 Ribu Jiwa Terdampak

Senin, 13 April 2026 17:03 WIB

Video ‘Syakirah’ 12 Detik Viral, Link Telegram Banyak Dicari

Senin, 13 April 2026 16:00 WIB
Persib Bandung

Rekor Tak Terkalahkan Persib Tembus 15 Laga, Kemenangan Dramatis atas Bali United Jadi Momentum

Senin, 13 April 2026 15:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dayeuhkolot Lumpuh Diterjang Banjir, 19 Ribu Jiwa Terdampak
  • Video ‘Syakirah’ 12 Detik Viral, Link Telegram Banyak Dicari
  • Rekor Tak Terkalahkan Persib Tembus 15 Laga, Kemenangan Dramatis atas Bali United Jadi Momentum
  • Gila! Persib Bandung Resmi Jadi Tim ‘Unstoppable’, Pecahkan Rekor Unbeaten Terlama di Liga 1
  • 137 ASN Pemkot Bandung Ketahuan Langgar Aturan WFH, Siap-siap Potong Gaji!
  • Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair April 2026, Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya
  • Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas
  • Fakta di Balik Hebohnya Kabar Thomas Ramdhan Pamit dari GIGI, Benarkah Ada Konflik Internal?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas

By Aga GustianaSenin, 13 April 2026 15:26 WIB2 Mins Read
Kapal Tanker Pertamina tertahan di Selat Hormuz. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dua kapal tanker raksasa milik PT Pertamina International Shipping (PIS) hingga kini masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Situasi keamanan di Selat Hormuz yang kian memanas menjadi faktor utama mengapa kapal-kapal Indonesia tersebut belum mendapatkan lampu hijau untuk berlayar keluar dari jalur vital minyak dunia itu.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan bahwa kondisi di Selat Hormuz saat ini jauh dari kata normal. Menurutnya, wilayah tersebut tengah berada dalam pengawasan ketat akibat situasi sensitif masa perang.

Protokol Ketat di Jalur Konflik

Boroujerdi menegaskan bahwa setiap armada laut yang melintasi wilayah tersebut wajib mematuhi aturan main yang ditetapkan oleh otoritas keamanan Iran. Tidak ada pengecualian, termasuk untuk kapal milik mitra diplomatik seperti Indonesia.

“Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan oleh pihak keamanan,” tegas Boroujerdi saat ditemui di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga:  Manuver Kejutan Donald Trump: Israel Terpukul oleh Gencatan Senjata AS-Iran di Tengah Perang

Ia menambahkan bahwa proses koordinasi intensif adalah syarat mutlak. Kapal tidak bisa begitu saja melintas tanpa adanya pembicaraan teknis dengan penjaga keamanan di lapangan.

“Pada masa seperti ini tentunya ada beberapa protokol yang harus dilalui, termasuk bernegosiasi dengan pihak keamanan dari Iran,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh Tewas Terbunuh oleh Serangan Zionis

Upaya Diplomasi Pertamina dan Kemlu

Di sisi lain, PT Pertamina International Shipping terus bergerak cepat. Dua kapal yang menjadi sorotan, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, kini sedang diupayakan agar bisa segera keluar dari zona merah tersebut melalui jalur diplomasi.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, memastikan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi maraton dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

“Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz,” terang Vega dalam pernyataan resminya.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Imbas Konflik Israel-Iran, Selat Hormuz Jadi Titik Kritis

Prioritas Keselamatan Awak Kapal

PIS menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil risiko yang membahayakan personel di tengah ketegangan geopolitik ini. Fokus utama saat ini adalah memastikan persiapan teknis matang sebelum kapal diperbolehkan bergerak.

“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” pungkas Vega.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Indonesia masih memantau perkembangan harian di Selat Hormuz untuk memastikan celah aman bagi kapal tanker kebanggaan tanah air tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gamsunoro Iran Kapal Tanker Pertamina International Shipping Pertamina Pride selat hormuz
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dayeuhkolot Lumpuh Diterjang Banjir, 19 Ribu Jiwa Terdampak

ASN bisa WFA

137 ASN Pemkot Bandung Ketahuan Langgar Aturan WFH, Siap-siap Potong Gaji!

Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Belum Damai, Kuasa Hukum Nina Tuntut Pemecatan Perawat

Warung-Warung di Cileunyi Digerebek, Jeriken Tuak hingga Arak Bali Disita Polisi

DPRD Jabar dan Forum Bank Sampah Bahas Sinergi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Nyawa Sopir Jadi Taruhan! Rombongan Diduga Pejabat Blokir Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik Cuma Buat Foto!

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.