Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Tanjung Verde, Ujian Berat sang Juara Bertahan Redam Kejutan ‘Hiu Biru’

Jumat, 3 Juli 2026 16:38 WIB
Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Jumat, 3 Juli 2026 16:38 WIB

Wacana Provinsi Sunda Menguat, DPRD Jabar Sepakati Pembahasan Resmi

Jumat, 3 Juli 2026 16:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Tanjung Verde, Ujian Berat sang Juara Bertahan Redam Kejutan ‘Hiu Biru’
  • Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma
  • Wacana Provinsi Sunda Menguat, DPRD Jabar Sepakati Pembahasan Resmi
  • Umuh Muchtar Isyaratkan Persib Masih Siapkan Kejutan, Peralta dan Ragnar Masih Berpeluang Bergabung
  • Tragis! Remaja Bandung Barat Tewas Dibacok di Purwakarta Usai COD Sajam
  • Buronan Negara! Tampang Songong Pria Berbaju Hijau di Balik Tragedi Sembelih Tapir Mesuji!
  • Larissa Chou Resmi Gugat Cerai Ikram Rosadi, Ini Fakta di Balik Keretakan Rumah Tangga
  • Igor Tolic Sambut 3 Pemain Baru Persib, Gabriel Mutombo Jadi Andalan Lini Belakang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terkuak! Motif Pembunuhan Pelajar di Bandung, Sakit Hati Ibunya Dihina

By SusanaSenin, 22 Januari 2024 19:36 WIB2 Mins Read
Ilustrasi bunuh diri. (Foto/Ilustrasi/istockphoto)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Motif pembunuhan pelajar oleh penjual cilor di Kabupaten Bandung akhirnya terkuak, dilatarbelakangi karena sakit hati ibunya dihina korban.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung bersama Unit Reskrim Polsek Pameungpeuk menangkap penjual cilor atas nama Parid Harja yang menganiaya Rizky Riadi (17) hingga tewas di Kabupaten Bandung.

Sebelumnya, geger mayat korban yang ditemukan di sodetan Sungai Cisangkuy, Desa Bojongkunci, Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan pada Sabtu sore oleh masyarakat setempat.

Warga mencium aroma menyengat di sodetan Sungai Cisangkuy hingga akhirnya menemukan mayat korban yang sudah membusuk.

Baca Juga:  Terungkap Motif Pembunuhan Wanita Muda di Sukamenak Bandung

Warga pun melaporkan penemuan jasad ini ke Polsek Pameungpeuk.

“Jenazah sudah 7 hari dilihat dari historical riwayat dokter, setelah mengetahui identitas korban dilakukan penyelidikan dan bisa terungkap. Tanggal 21 pukul 03.00 pagi, sehingga tidak sampai 12 jam pelaku ditangkap dan didalami motifnya,” kata Kusworo di Mapolresta Bandung, Senin (22/1/2024).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia mengatakan motif tersangka menganiaya korban hingga tewas dikarenakan sakit hati oleh omongannya terhadap ibu pelaku.

Baca Juga:  Terkuak! Ini Motif Tragedi Ibu Muda Ditemukan Gantung Diri di Banjaran

Tersangka yang emosi kemudian mencekik leher korban hingga tewas dan melakukan pemukulan.

“Motifnya tersangka sakit hati atas perkataan korban ketika korban mengatakan kata-kata tidak senonoh kepada ibu tersangka, maka tersangka emosi dan melakukan pencekikan ke korban,” jelasnya.

Korban yang sudah tidak bernapas, kemudian lanjut dipukuli oleh pelaku. Mengetahui korban meninggal dunia, pelaku lalu menunggu malam hari dan membawa jasadnya ke semak-semak yang berada tak jauh dari kediamannya.

“Mayat ditutupi semak belukar dari situ ditinggal, selang 7 hari kemudian diketahui jasadnya di sana dan setelah itu diketahui keluarga ada beberapa barang korban yang hilang,” ucapnya.

Baca Juga:  Polisi Masih Dalami Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Termasuk Motif Dibalik Yayasan Pendidikan

Adapun ponsel milik korban dijual tersangka, sehingga penadahnya pun ditangkap.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dan 365 tentang pencurian dengan kekerasan.

Pelaku juga dijerat pasal berlapis yakni pasal 80 ayat 3 tentang perlindungan anak, dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.

Sementara itu, kata Kusworo, antara korban dan pelaku ini saling mengenal. Dalam empat tahun terakhir, tersangka merupakan penjual cilor dan korban adalah pelanggannya.

“Teman sejak empat tahun lalu,” ungkapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

motif pembunuhan pelajar penjual cilor Sungai Cisangkuy
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Wacana Provinsi Sunda Menguat, DPRD Jabar Sepakati Pembahasan Resmi

Tragis! Remaja Bandung Barat Tewas Dibacok di Purwakarta Usai COD Sajam

Buronan Negara! Tampang Songong Pria Berbaju Hijau di Balik Tragedi Sembelih Tapir Mesuji!

Mulai 1 Juli 2026, Strava hingga Kling AI Resmi Pungut PPN di Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya

Viral Video Dugaan Transaksi Obat Terlarang di KBB, BNN Turunkan Tim Khusus!

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.