bukamata.id – Inisiatif segar ditunjukkan oleh Tim Mindshift dari Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) IPB University. Mereka merancang program pemberdayaan khusus bagi para mantan pekerja migran perempuan yang bernaung di bawah Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi.
Berlokasi di Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, kegiatan yang terbagi dalam dua gelombang pada Juli 2026 ini bertujuan menggembleng ketahanan mental, kepercayaan diri, hingga kesiapan berwirausaha bagi para purna PMI.
Guna memudahkan pemahaman, tim pengabdi mengombinasikan dua metode ilmiah: Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) karya Albert Ellis serta Personal Entrepreneurial Competencies (PECs). Pendekatan psikologis ini dikemas kreatif melalui sarana enam kartu permainan interaktif.
Tahap 1: Pembukaan Ruang Sadar
Fase perdana yang dinamai “Ruang Sadar” berfokus mengajak peserta menggali serta memetakan kondisi emosional diri. Aktivitas di tahap ini mencakup:
- Sesi Ruang Cerita: Para ibu eks-PMI menuliskan rekam jejak pengalaman dan pesan personal pada Kartu Refleksi, dilanjutkan dengan saling berbagi kisah.
- Sesi Ruang Pikiran: Menganalisis pola pikir tokoh film melalui Kartu Kaca Pikiran, lalu menguncinya dengan kalimat afirmasi positif.
- Sesi Ruang Rasa: Melatih respons emosional yang sehat lewat permainan roda emosi dan Kartu Perilaku bersama fasilitator.
Tahap 2: Eksekusi Langkah Nyata
Setelah kestabilan emosi terbentuk, peserta diarahkan menuju fase “Langkah Nyata” guna mentransformasi pola pikir menjadi tindakan konkret:
- Sesi Langkah Awal: Membedah keyakinan yang meragukan potensi diri lewat Kartu Pertanyaan Rasional, yang kemudian disadur menjadi draf narasi podcast.
- Sesi Langkah Baru: Merumuskan cara pandang baru yang lebih konstruktif menggunakan Kartu Kunci Rasional.
- Sesi Langkah Aksi: Mempraktikkan simulasi peran di atas panggung berdasarkan Kartu Skenario Perilaku untuk menguji kesiapan mental dalam menghadapi situasi riil.
Berkat media edukasi berbasis gim ini, proses pemulihan trauma maupun pembentukan karakter wirausaha tidak lagi terasa kaku. Mantan pekerja migran di Kebonpedes kini memiliki bekal mental yang lebih tangguh, rasional, dan optimistis untuk menata masa depan ekonomi keluarga di kampung halaman.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










