bukamata.id – Sebuah insiden mengerikan menggemparkan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Seorang remaja berinisial Pazwa Pahaludin (15), yang tercatat sebagai pelajar tingkat menengah atas, harus menderita luka parah setelah menjadi sasaran penembakan menggunakan senjata angin jenis airgun—senjata yang memanfaatkan tekanan gas untuk melontarkan proyektil.
Akibat aksi brutal tersebut, proyektil berbahan logam kini dilaporkan masih bersarang di dalam bola mata sebelah kiri korban. Peristiwa tragis ini sontak memicu gelombang kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk jajaran legislatif tingkat provinsi.
Anggota DPRD Jawa Barat, Aten Munajat, melontarkan protes keras dan rasa empati mendalam atas musibah yang menimpa pelajar malang tersebut.
“Saya sangat prihatin dan mengecam kejadian penembakan terhadap siswa SMA di Garut yang mengakibatkan korban mengalami luka serius pada bagian mata. Ini bukan persoalan sepele, karena penggunaan airgun secara sembarangan dapat membahayakan bahkan mengancam keselamatan jiwa,” ujar Aten.
Rentetan Fakta Kasus Penembakan Brutal di Garut
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, insiden berdarah ini menyimpan sejumlah fakta mengejutkan yang berhasil diungkap oleh pihak keluarga maupun kepolisian:
1. Kehadiran Tak Diundang dan Letusan Brutal
Musibah ini bermula ketika korban bersama rekan-rekannya sedang menghabiskan waktu liburan di sebuah vila kawasan Garut. Suasana santai mendadak berubah mencekam tatkala seorang pemuda tak diundang berinisial H tiba-tiba muncul di lokasi sambil menenteng senjata airgun.
Berdasarkan kesaksian ibu korban, Fitri Setiawati, pelaku H awalnya melepaskan tembakan ke udara secara ngawur ke arah orang-orang di sekitar vila. Tak berhenti di situ, pelaku merangsek naik ke lantai atas bangunan dan kembali menghujumkan tembakan membabi buta, hingga mengenai bagian pinggang salah satu teman korban.
2. Pelaku Merupakan Mantan Kakak Kelas
Identitas pelaku berinisial H diketahui merupakan mantan kakak kelas korban semasa duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan jarak dua tingkat di atas Pazwa. Berdasarkan informasi, pelaku sendiri sudah tidak lagi melanjutkan sekolah di tempat tersebut karena dikeluarkan.
3. Korban Sempat Bungkam Akibat Intimidasi
Fakta yang tak kalah memilukan adalah upaya korban menyembunyikan kebenaran di balik luka yang dialaminya. Pada mulanya, Pazwa berbohong kepada keluarganya dengan mengaku bahwa matanya terluka akibat terkena hantaman bola.
Ketakutan luar biasa itu ternyata dipicu oleh ancaman pembungkaman dari terduga pelaku. Kebenaran baru terkuak setelah sang ayah mengajak korban berbicara empat mata dari hati ke hati, membuat remaja 15 tahun tersebut akhirnya menangis dan membongkar bahwa ia telah ditembak.
4. Penanganan Medis dan Penyelidikan Polisi
Hasil pemeriksaan rontgen di rumah sakit memperkuat dugaan penganiayaan berat tersebut, di mana terlihat jelas benda asing berupa peluru logam tertanam di mata kiri korban. Saat ini, Pazwa tengah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Bandung.
Pihak aparat penegak hukum bergerak cepat merespons laporan resmi yang dilayangkan keluarga ke Polres Garut. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, memastikan jajarannya sedang memburu pelaku H.
“Korban masih dirawat di rumah sakit di Bandung. Keluarga korban sudah melaporkan ke Polres Garut masalah ini,” tegas Hendra.
5. Desakan Pengawasan Senjata dan Perlindungan Korban
Menanggapi insiden ini, legislator Jabar Aten Munajat mendesak pemerintah daerah agar turun tangan mengawal proses medis korban hingga tuntas. Ia juga menekankan pentingnya regulasi ketat terkait kepemilikan senjata jenis airgun di ruang publik agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Yang tidak kalah penting, perlu ada pengawasan yang lebih ketat terhadap kepemilikan dan penggunaan airgun agar tidak disalahgunakan, khususnya di lingkungan yang melibatkan anak-anak dan pelajar. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali terulang dan memakan korban,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










