bukamata.id – Bansos Agustus 2026 masih terus disalurkan pemerintah kepada masyarakat yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pada periode ini, pemerintah menyalurkan sejumlah bantuan sosial, terutama Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bansos sembako.
Penyaluran tersebut masuk dalam tahap 3 atau triwulan III 2026, yang mencakup periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Masyarakat yang terdaftar sebagai penerima dapat mengecek status bansos melalui layanan resmi Kementerian Sosial (Kemensos). Pencairan bantuan dilakukan melalui rekening bank penyalur bagi penerima yang menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sementara sebagian penerima lainnya mendapatkan bantuan melalui kantor pos sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah.
Bansos Agustus 2026 Sudah Disalurkan ke Jutaan KPM
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan penyaluran bansos hingga awal Agustus 2026 terus berjalan dan telah menjangkau jutaan KPM di berbagai daerah.
“Sampai sekarang terus berproses, sudah lebih dari 7 juta KPM disalurkan untuk PKH dan lebih dari 12 juta KPM untuk bantuan sembako,” kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Penyaluran bansos tersebut menggunakan data yang telah dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pemutakhiran data dilakukan secara berkala dan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan penerima bantuan sosial.
Data Penerima Bansos Tahap 3 2026
Untuk bansos sembako atau BPNT, terdapat 15.215.415 KPM dari penerima triwulan II yang melanjutkan statusnya ke triwulan III.
Sementara itu, sebanyak 3.043.419 KPM mengalami perubahan atau pengalihan status penerima.
Dengan demikian, total penerima bansos sembako pada triwulan III 2026 mencapai 18.258.834 KPM.
Adapun untuk program PKH, terdapat 8.359.853 KPM dari triwulan II yang melanjutkan status penerima ke triwulan III.
Sebanyak 1.641.900 KPM lainnya mengalami pengalihan status sehingga total penerima PKH pada triwulan III 2026 tercatat sebanyak 10.001.753 KPM.
Mengapa Status Bansos KPM Bisa Dialihkan?
Tidak semua penerima bansos pada tahap sebelumnya otomatis mendapatkan bantuan pada tahap berikutnya.
Pemerintah melakukan pemutakhiran data untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
Beberapa alasan status bansos KPM dapat dialihkan antara lain:
- Desil ekonomi penerima mengalami perubahan atau naik.
- Tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan.
- Sudah dinyatakan graduasi.
- Penerima meninggal dunia atau tidak ditemukan.
- Mengundurkan diri sebagai penerima.
- Terdapat kondisi lain berdasarkan hasil pemutakhiran data.
Selain itu, terdapat KPM yang status penyaluran bantuannya ditangguhkan karena teridentifikasi melakukan transaksi yang berkaitan dengan judi online (judol).
Data terkait transaksi tersebut berasal dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan menjadi salah satu bahan pemerintah dalam melakukan evaluasi penerima bansos.
Cara Cek Bansos Agustus 2026
Masyarakat dapat melakukan cek bansos Agustus 2026 secara online menggunakan ponsel.
Pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos maupun situs resmi Kemensos. Masyarakat sebaiknya menggunakan kanal resmi agar terhindar dari situs atau layanan palsu yang meminta data pribadi.
Cara Cek Bansos melalui Aplikasi Cek Bansos
Berikut langkah-langkah mengecek status penerima bansos melalui aplikasi:
- Unduh aplikasi Cek Bansos melalui toko aplikasi resmi pada perangkat.
- Buka aplikasi dan pilih menu Cek Bansos.
- Masukkan wilayah domisili, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa/kelurahan.
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
- Selesaikan verifikasi keamanan atau captcha yang tersedia.
- Klik Cari Data.
- Sistem akan menampilkan informasi mengenai status kepesertaan dan bantuan apabila data ditemukan.
Jika nama tidak tercatat sebagai penerima, sistem akan menampilkan informasi bahwa data penerima tidak ditemukan.
Cara Cek Bansos lewat cekbansos.kemensos.go.id
Selain aplikasi, masyarakat juga dapat mengecek status penerima melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Caranya sebagai berikut:
- Buka situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih wilayah sesuai tempat tinggal, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa/kelurahan.
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
- Masukkan kode captcha yang muncul.
- Klik Cari Data.
- Tunggu sistem menampilkan hasil pencarian.
Hasil pencarian akan memberikan informasi mengenai status kepesertaan bantuan sosial berdasarkan data yang tersedia dalam sistem.
Cara Mencairkan Bansos melalui Bank
Bagi KPM yang mendapatkan penyaluran bansos melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), pencairan dilakukan melalui bank penyalur sesuai ketentuan pemerintah.
Berikut langkah umumnya:
- Pastikan terdaftar sebagai penerima PKH atau BPNT.
- Siapkan KKS dan identitas diri seperti KTP.
- Cek saldo bantuan melalui ATM atau layanan perbankan yang tersedia.
- Jika saldo bansos sudah masuk, bantuan dapat digunakan atau dicairkan sesuai ketentuan.
- Pastikan menggunakan layanan bank penyalur resmi.
Penyaluran melalui rekening KKS dilakukan melalui bank penyalur pemerintah atau kelompok bank Himbara sesuai kebijakan yang berlaku.
Cara Mencairkan Bansos di Kantor Pos
Sebagian KPM menerima bantuan melalui mekanisme penyaluran lewat kantor pos.
Penerima yang mendapatkan jadwal pencairan melalui kantor pos perlu menunggu informasi resmi mengenai lokasi dan jadwal pengambilan.
Dokumen yang biasanya perlu disiapkan antara lain KTP dan Kartu Keluarga (KK).
Setelah tiba di lokasi, penerima akan menjalani proses verifikasi data. Bantuan kemudian diberikan setelah identitas dan data penerima dinyatakan sesuai.
Mekanisme melalui kantor pos menjadi salah satu alternatif penyaluran bagi masyarakat yang belum menggunakan rekening atau penerima di wilayah tertentu sesuai kebijakan penyaluran pemerintah.
Besaran Bansos PKH 2026
Besaran bantuan PKH berbeda-beda berdasarkan kategori penerima.
Berikut nominal bantuan PKH per tahap:
| Kategori Penerima | Besaran per Tahap |
|---|---|
| Ibu hamil | Rp750.000 |
| Anak usia dini | Rp750.000 |
| Siswa SD | Rp225.000 |
| Siswa SMP | Rp375.000 |
| Siswa SMA | Rp500.000 |
| Lansia 60 tahun ke atas | Rp600.000 |
| Penyandang disabilitas berat | Rp600.000 |
Besaran tersebut merupakan nominal per tahap penyaluran. Jumlah bantuan yang diterima setiap KPM dapat berbeda sesuai komponen penerima yang tercatat dalam data PKH.
Besaran BPNT atau Bansos Sembako 2026
Berbeda dengan PKH, bantuan BPNT atau program sembako diberikan sebesar Rp200.000 per bulan untuk setiap KPM.
Karena penyaluran dilakukan secara triwulanan, bantuan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026 setara dengan Rp600.000 apabila tiga bulan tersebut disalurkan sekaligus.
Program bantuan sembako pada 2026 memiliki alokasi anggaran sekitar Rp43,8 triliun dengan sasaran sekitar 18,3 juta KPM.
Jangan Panik Jika Bansos Belum Cair
Tidak semua KPM menerima bansos pada waktu yang sama. Penyaluran dapat berlangsung secara bertahap dan waktu masuknya bantuan dapat berbeda berdasarkan mekanisme penyaluran, wilayah, kesiapan data, serta proses distribusi melalui bank atau kantor pos.
Karena itu, apabila bansos Agustus 2026 belum cair, penerima sebaiknya terlebih dahulu mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi Kemensos.
Pastikan pula data kependudukan sesuai dan jangan mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan pencairan bansos dengan meminta biaya, PIN, password, atau kode OTP.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah namanya masih terdaftar sebagai penerima PKH atau BPNT tahap 3, pengecekan melalui situs resmi Kemensos menjadi langkah paling aman untuk dilakukan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










