Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!

Rabu, 4 November 2026 10:07 WIB

BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya

Rabu, 4 November 2026 09:58 WIB

Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini

Rabu, 4 November 2026 08:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
  • Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!
  • Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026
  • Pincang Tanpa Duo Asing, Persib Tetap Ngotot Segel Tiket 16 Besar ACL 2
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terungkap! Santriwati Jadi Korban Pencabulan di Ponpes Soreang, Pelaku Manipulasi Kisah Nabi

By SusanaSelasa, 13 Mei 2025 13:00 WIB2 Mins Read
Pencabulan
Kasus Pelecehan seksual. Foto: ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mencoreng dunia pendidikan berbasis agama.

Seorang pimpinan Pondok Pesantren  di Soreang, Kabupaten Bandung, berinisial RR, dilaporkan telah mencabuli lebih dari lima santriwati yang berusia antara 14 hingga 19 tahun sejak tahun 2023.

Dari informasi yang dihimpun, modus yang digunakan pelaku disebut sangat sistematis dan terencana.

RR diduga memanipulasi ajaran agama dengan memelintir kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam ceramahnya, untuk membungkam pertanyaan atau keraguan dari para korban terhadap tindakan tidak senonoh yang dilakukan.

Aksi pencabulan disebut berlangsung berulang kali di beberapa lokasi, mulai dari kobong (asrama), rumah pribadi pelaku, hingga saung di lingkungan pesantren.

Baca Juga:  Mencekam! Angin Puting Beliung Sapu Soreang, Genting dan Kanopi Terbang

Terungkap dari Pengakuan Alumni

Kasus ini mulai terkuak ketika sejumlah alumni memberanikan diri menceritakan pengalaman mereka kepada orang tua. Laporan pertama diterima oleh kuasa hukum korban, Ahmad Ridho, pada 21 April 2025, dan dilanjutkan dengan laporan resmi ke Polresta Bandung keesokan harinya.

Ridho mengungkapkan bahwa sebagian besar korban adalah anak yatim atau berasal dari keluarga broken home. Salah satu korban bahkan sempat memilih bungkam karena merasa telah “diamanahi” oleh pelaku, yang dikenal sebagai seorang kyai dan tokoh yang dihormati.

Baca Juga:  Kericuhan di Samsat Soreang, Warga Protes Soal Antrian Pembayaran Pajak

Selain meminta aparat penegak hukum segera menahan pelaku, Ridho juga mendesak agar pesantren tersebut ditutup. Ia menyebut pondok pesantren itu diduga belum memiliki izin operasional dari Kementerian Agama.

Tak hanya itu, Ridho juga menyoroti aktivitas keuangan ponpes, termasuk dugaan penggalangan dana tak transparan dan keterlibatan dalam promosi judi online melalui siaran langsung para santri di platform TikTok.

“Ini bukan hanya soal pelaku individu. Kami juga sudah mengirim surat ke para donatur, Kemenag, dan MUI untuk menindaklanjuti dan melakukan pembinaan,” ujar Ridho.

Baca Juga:  Miris! Pelajar SMP di Cianjur Diduga Cabuli 10 Anak, Modus Latihan Merpati

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan kasus ini.

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, para korban, serta sejumlah saksi. Kami juga menunggu hasil visum dan asesmen psikologis korban,” ungkap Kompol Luthfi.

Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap fakta lebih lanjut dan memastikan perlindungan terhadap para korban.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pencabulan Soreang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.