Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru

Senin, 19 Oktober 2026 14:02 WIB

Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan

Senin, 19 Oktober 2026 13:19 WIB

Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat

Senin, 19 Oktober 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru
  • Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan
  • Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat
  • Menang Tipis atas Persik, Persib Hanya Berjarak 2 Poin dari Puncak Klasemen
  • Dari ‘Si Euweuh Kacape’ Hingga ‘Iron Man’, Eliano Reijnders Makin Vital bagi Persib Bandung
  • Kisah Pilu Remaja Tasikmalaya, Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung Usai Ditinggal Ibu
  • Miris! Dua Anak Diduga Gunting Alat Kelamin Balita 3 Tahun di Karawang
  • Tebus Luka Asian Games, Fajar/Fikri Akhirnya Juara Denmark Open
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tiga Orang Tewas di Acara Pernikahan Anak Dedi Mulyadi, Izin Keramaian Dievaluasi

By Aga GustianaSenin, 21 Juli 2025 06:45 WIB2 Mins Read
Tragedi di pernikahan Wabup Garut-Maula
Tragedi di pernikahan Wabup Garut-Maula. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin penyelenggaraan kegiatan di Lapangan Otto Iskandardinata (Otista) menyusul tragedi memilukan dalam pesta rakyat pernikahan anak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons atas insiden yang menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya pada Jumat (18/7/2025). Tragedi terjadi akibat lonjakan massa yang tidak terkendali di kawasan Alun-alun Otista usai salat Jumat, terutama di titik pembagian makanan gratis.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan terkait kegiatan seperti ini. Semoga tidak terjadi lagi,” ujar Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Minggu (20/7/2025).

Pemkab menegaskan, setiap acara berskala besar yang berpotensi mengundang kerumunan harus dikaji lebih matang, terutama dari sisi teknis, keamanan, dan kapasitas lokasi. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pembatasan bahkan kemungkinan larangan penggunaan Lapangan Otista sebagai lokasi kegiatan massal, jika tak memenuhi standar keselamatan publik.

Baca Juga:  Diprotes Ulama, Penggantian Nama RSUD Al Ihsan Dinilai Lukai Spiritualitas Islam

Insiden bermula saat ribuan warga dari berbagai wilayah memadati area Alun-alun sejak pagi. Mereka antusias menghadiri acara terbuka yang menggelar hiburan dan pembagian makanan gratis. Namun, kondisi mulai tak terkendali setelah salat Jumat ketika arus massa membeludak tanpa adanya pengaturan jalur masuk.

Baca Juga:  Kisah Remaja Karawang yang Alami Perubahan Kelamin, Dulu Perempuan Kini Jadi Laki-laki

“Setelah salat Jumat, makin banyak orang. Banyak orang tua dan anak-anak ikut antre. Tapi tidak ada pengaturan jalur masuk, semua langsung saling dorong ketika pintu dibuka,” ujar seorang warga yang turut hadir dalam acara tersebut.

Kericuhan terjadi di area pembagian konsumsi dan panggung hiburan. Sejumlah warga terjatuh dan terinjak-injak akibat desakan massa. Pihak kepolisian dan medis mengonfirmasi tiga korban jiwa.

Korban pertama adalah Vania Aprilia, anak perempuan berusia delapan tahun asal Kelurahan Sukamentri, Garut Kota. Korban kedua, Dewi Jubaedah, perempuan lansia berumur 61 tahun. Sementara korban ketiga adalah anggota Polri, Bripka Cecep Saeful Bahri (39), yang gugur saat bertugas mengamankan acara.

Baca Juga:  Mengenal Asep Stroberi, Restoran yang Jadi Sorotan Usai KDM Bongkar Hibisc Puncak

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak penyelenggara acara publik agar lebih mengutamakan keselamatan masyarakat. Pemkab Garut berkomitmen untuk memperketat regulasi dan izin keramaian agar peristiwa serupa tak terulang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi garut tragedi garut
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru

Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan

Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat

Pelecehan Seksual

Kisah Pilu Remaja Tasikmalaya, Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung Usai Ditinggal Ibu

Miris! Dua Anak Diduga Gunting Alat Kelamin Balita 3 Tahun di Karawang

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Digerebek, Produksi Ditaksir 256 Juta Butir

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.