Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Tahap III 2026 Berlanjut: Simak Jadwal, Rincian Nominal, dan Cara Ceknya

Rabu, 5 Agustus 2026 06:00 WIB

Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi

Rabu, 5 Agustus 2026 05:00 WIB

Bandung Punya Banyak Hidden Gem! 4 Cafe Kekinian 2026 yang Wajib Masuk List Kamu

Rabu, 5 Agustus 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Tahap III 2026 Berlanjut: Simak Jadwal, Rincian Nominal, dan Cara Ceknya
  • Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi
  • Bandung Punya Banyak Hidden Gem! 4 Cafe Kekinian 2026 yang Wajib Masuk List Kamu
  • Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru
  • Cara Aman Klaim Saldo DANA Gratis 5 Agustus 2026: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Tautan Palsu
  • Berburu Hadiah Gratis! Cek Deretan Kode Redeem FF Terbaru 5 Agustus 2026, Segera Klaim Sebelum Kedaluwarsa
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Tuduhan Tak Masuk Akal, Lomba Mewarnai Anak PAUD di Jateng Picu Kontroversi

By Aga GustianaRabu, 12 November 2025 19:23 WIB5 Mins Read
Lomba mewarnai anak PAUD di Jateng viral. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan momen lomba mewarnai anak-anak PAUD tiba-tiba menjadi viral di media sosial, khususnya TikTok. Peristiwa ini terjadi di PAUD Mutiara, Batang, Jawa Tengah, dan memunculkan perdebatan hangat terkait kemampuan anak-anak usia dini serta cara penilaian lomba yang dianggap kontroversial.

Video itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @salam.art07 pada 10 November 2025. Dalam video berdurasi 52 detik tersebut, terlihat perdebatan antara orang tua peserta dengan juri lomba. Momen yang terekam menunjukkan juri meragukan kualitas hasil karya anak-anak karena dianggap terlalu bagus untuk usia mereka. Bahkan, juri menuduh adanya campur tangan orang tua dalam proses mewarnai.

“Kalau misalnya bisa mencapai seperti ini, ini bisa dibatalkan. Monggo, monggo,” kata juri kepada anak peserta lomba, sambil meminta anak tersebut untuk mengulang karya yang sama. Pernyataan ini memicu reaksi kuat dari orang tua yang merasa karya anak-anak mereka direndahkan dan tidak dihargai.

Di kolom caption unggahan TikTok itu, penjelasan mengenai insiden ini turut disertakan. Disebutkan bahwa, “Seakan-akan meremehkan kemampuan para peserta, semua peserta yang hasilnya bagus didiskualifikasi karena dituduh dibantu orang tuanya tanpa bukti, hal ini memicu protes dari para orang tua karena itu adalah hasil kerja keras dan latihan sang anak.”

Video tersebut berhasil menjangkau lebih dari 45,4 ribu pengguna TikTok. Tak sedikit dari mereka yang menuliskan komentar untuk menanggapi kontroversi ini. Beberapa akun bahkan mempertanyakan profesionalitas juri serta proses lomba secara keseluruhan.

“Jurinya sudah pernah ketemu sama yang mainnya pakai crayon Carandache belum ya,” tulis akun @yanti, mengisyaratkan bahwa kualitas alat mewarnai tertentu dapat memengaruhi hasil karya anak. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah juri sudah memahami berbagai tingkat kemampuan dan peralatan yang digunakan anak-anak dalam lomba mewarnai.

Sementara itu, akun @ana uhibuka mempertanyakan pengawasan selama lomba. “Pertanyaannya, selama proses lomba berjalan, semua panitia pada kemana?” tulisnya. Unggahan ini mengangkat isu terkait pengawasan yang mungkin kurang ketat, sehingga menimbulkan kesan adanya bias atau asumsi tanpa dasar dari pihak juri.

Komentar lain datang dari akun @rina puji rahmawati, yang menyoroti perkembangan kemampuan anak-anak dari masa ke masa. “TK usia 5 tahun nih bos. Sekarang sudah banyak les mewarnai bos, jangan menyepelekan anak TK. Jaman now dan jaman old itu beda,” ujarnya. Pernyataan ini menekankan bahwa anak-anak saat ini memiliki akses lebih luas untuk belajar, termasuk melalui les mewarnai, sehingga kualitas hasil karya mereka bisa lebih tinggi daripada yang diperkirakan oleh generasi sebelumnya.

Pengalaman masa kecil juga ikut disinggung oleh beberapa pengguna lain. “Biasanya itu anaknya ikut kursus, krayonnya juga lengkap sekoper. Pengalaman waktu kecil dulu,” komentar akun @dramasi, menunjukkan bahwa dorongan dan fasilitas dari orang tua memang bisa berpengaruh, tetapi bukan berarti anak tidak mampu menghasilkan karya sendiri.

Selain itu, kritik langsung terhadap juri juga muncul. Akun @ila shintya menulis, “Jurinya bukan orang seni dan tidak pernah menghadapi anak TK. Nggak semua anak TK nggak bisa mewarnai, wahai juri.” Pernyataan ini menegaskan bahwa pengalaman dan kompetensi juri dalam menilai anak-anak usia dini menjadi hal krusial yang tampaknya kurang diperhatikan.

Kontroversi ini membuka diskusi yang lebih luas mengenai penilaian dalam lomba anak-anak, khususnya yang melibatkan kreativitas. Banyak orang tua merasa bahwa standar yang diterapkan juri terlalu kaku dan tidak mempertimbangkan proses belajar anak. Anak-anak usia PAUD masih dalam tahap eksplorasi, dan setiap karya yang dihasilkan seharusnya dihargai sebagai buah dari latihan, imajinasi, dan usaha mereka, bukan sekadar dibandingkan dengan standar estetika tertentu.

Selain itu, peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang peran orang tua dalam mendukung anak-anak mereka. Banyak orang tua yang mengantar anak mengikuti les atau memberi fasilitas seperti krayon berkualitas, namun hal ini seharusnya tidak langsung dijadikan alasan untuk meragukan kemampuan anak. Proses belajar anak adalah kombinasi dari bimbingan, latihan, dan kreativitas mereka sendiri.

Dalam konteks lomba anak-anak, kontroversi semacam ini menunjukkan perlunya pendekatan penilaian yang lebih sensitif dan edukatif. Penilaian yang terlalu kaku atau cepat menuduh bisa merusak motivasi anak dan mengurangi kepercayaan diri mereka. Anak-anak membutuhkan apresiasi atas usaha mereka, bukan sekadar hasil akhir yang sempurna.

Perdebatan di TikTok ini juga menjadi cermin bagi masyarakat luas tentang bagaimana anak-anak zaman sekarang belajar dan berkreasi. Dengan semakin mudahnya akses pendidikan dan pelatihan, kualitas karya anak-anak dapat jauh lebih tinggi dibandingkan masa lalu. Oleh karena itu, wajar jika beberapa hasil mewarnai anak PAUD terlihat “luar biasa” bagi sebagian juri yang belum memahami perkembangan kemampuan anak-anak saat ini.

Secara keseluruhan, insiden di PAUD Mutiara Batang ini bukan hanya soal lomba mewarnai, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menghargai kreativitas anak-anak, bagaimana orang tua mendukung proses belajar mereka, dan bagaimana juri atau pendidik menilai kemampuan anak secara adil. Video yang viral ini menjadi bahan refleksi penting bagi semua pihak yang terlibat dalam pendidikan anak usia dini.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dunia digital kini memungkinkan setiap peristiwa kecil menjadi sorotan publik. Dari video berdurasi kurang dari satu menit, muncul diskusi luas tentang pendidikan, kreativitas, dan keadilan. Para orang tua dan pengajar diharapkan mengambil pelajaran dari peristiwa ini untuk menciptakan lingkungan lomba yang mendukung perkembangan anak, bukan justru menimbulkan kontroversi

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak kreatif Batang Jawa Tengah kontroversi juri lomba mewarnai PAUD Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Tahap III 2026 Berlanjut: Simak Jadwal, Rincian Nominal, dan Cara Ceknya

Bandung Punya Banyak Hidden Gem! 4 Cafe Kekinian 2026 yang Wajib Masuk List Kamu

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cara Aman Klaim Saldo DANA Gratis 5 Agustus 2026: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Tautan Palsu

Garena Free Fire

Berburu Hadiah Gratis! Cek Deretan Kode Redeem FF Terbaru 5 Agustus 2026, Segera Klaim Sebelum Kedaluwarsa

Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB

Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.