Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Banjir Diskon Akhir Pekan! Cek Promo JSM Alfamart 19–21 Juni 2026, Minyak dan Sembako Murah Meriah

Jumat, 19 Juni 2026 13:42 WIB
Padam Listrik

Pemadaman Listrik Bandung 19 Juni 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak PLN UP3

Jumat, 19 Juni 2026 13:35 WIB

Sengkarut Transfer Persib: Hukuman FIFA di Depan Mata, Skuad Maung Bandung Bakal Dirombak Total?

Jumat, 19 Juni 2026 13:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Banjir Diskon Akhir Pekan! Cek Promo JSM Alfamart 19–21 Juni 2026, Minyak dan Sembako Murah Meriah
  • Pemadaman Listrik Bandung 19 Juni 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak PLN UP3
  • Sengkarut Transfer Persib: Hukuman FIFA di Depan Mata, Skuad Maung Bandung Bakal Dirombak Total?
  • Simulasi KUR Mandiri 2026: Rincian Tabel Angsuran Pinjaman Rp100 Juta dan Pilihan Tenornya
  • Penghapus Dosa Setahun: Catat Jadwal Puasa Tasua & Asyura Juni 2026, Lengkap dengan Panduan Niatnya!
  • Meksiko Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korea Selatan 1-0
  • Diincar Persib dan Persija, Bek Asal Skotlandia Ini Bisa Jadi Rebutan Panas Liga 1
  • Kode Redeem FF 19 Juni 2026 Resmi Rilis! Klaim Bundle Sultan dan Skin Langka Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 19 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Tuduhan Tak Masuk Akal, Lomba Mewarnai Anak PAUD di Jateng Picu Kontroversi

By Aga GustianaRabu, 12 November 2025 19:23 WIB5 Mins Read
Lomba mewarnai anak PAUD di Jateng viral. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan momen lomba mewarnai anak-anak PAUD tiba-tiba menjadi viral di media sosial, khususnya TikTok. Peristiwa ini terjadi di PAUD Mutiara, Batang, Jawa Tengah, dan memunculkan perdebatan hangat terkait kemampuan anak-anak usia dini serta cara penilaian lomba yang dianggap kontroversial.

Video itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @salam.art07 pada 10 November 2025. Dalam video berdurasi 52 detik tersebut, terlihat perdebatan antara orang tua peserta dengan juri lomba. Momen yang terekam menunjukkan juri meragukan kualitas hasil karya anak-anak karena dianggap terlalu bagus untuk usia mereka. Bahkan, juri menuduh adanya campur tangan orang tua dalam proses mewarnai.

“Kalau misalnya bisa mencapai seperti ini, ini bisa dibatalkan. Monggo, monggo,” kata juri kepada anak peserta lomba, sambil meminta anak tersebut untuk mengulang karya yang sama. Pernyataan ini memicu reaksi kuat dari orang tua yang merasa karya anak-anak mereka direndahkan dan tidak dihargai.

Di kolom caption unggahan TikTok itu, penjelasan mengenai insiden ini turut disertakan. Disebutkan bahwa, “Seakan-akan meremehkan kemampuan para peserta, semua peserta yang hasilnya bagus didiskualifikasi karena dituduh dibantu orang tuanya tanpa bukti, hal ini memicu protes dari para orang tua karena itu adalah hasil kerja keras dan latihan sang anak.”

Video tersebut berhasil menjangkau lebih dari 45,4 ribu pengguna TikTok. Tak sedikit dari mereka yang menuliskan komentar untuk menanggapi kontroversi ini. Beberapa akun bahkan mempertanyakan profesionalitas juri serta proses lomba secara keseluruhan.

Baca Juga:  Kasih Paham Bos: Kisah di Balik Tren TikTok yang Meledak di Akhir 2025

“Jurinya sudah pernah ketemu sama yang mainnya pakai crayon Carandache belum ya,” tulis akun @yanti, mengisyaratkan bahwa kualitas alat mewarnai tertentu dapat memengaruhi hasil karya anak. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah juri sudah memahami berbagai tingkat kemampuan dan peralatan yang digunakan anak-anak dalam lomba mewarnai.

Sementara itu, akun @ana uhibuka mempertanyakan pengawasan selama lomba. “Pertanyaannya, selama proses lomba berjalan, semua panitia pada kemana?” tulisnya. Unggahan ini mengangkat isu terkait pengawasan yang mungkin kurang ketat, sehingga menimbulkan kesan adanya bias atau asumsi tanpa dasar dari pihak juri.

Komentar lain datang dari akun @rina puji rahmawati, yang menyoroti perkembangan kemampuan anak-anak dari masa ke masa. “TK usia 5 tahun nih bos. Sekarang sudah banyak les mewarnai bos, jangan menyepelekan anak TK. Jaman now dan jaman old itu beda,” ujarnya. Pernyataan ini menekankan bahwa anak-anak saat ini memiliki akses lebih luas untuk belajar, termasuk melalui les mewarnai, sehingga kualitas hasil karya mereka bisa lebih tinggi daripada yang diperkirakan oleh generasi sebelumnya.

Pengalaman masa kecil juga ikut disinggung oleh beberapa pengguna lain. “Biasanya itu anaknya ikut kursus, krayonnya juga lengkap sekoper. Pengalaman waktu kecil dulu,” komentar akun @dramasi, menunjukkan bahwa dorongan dan fasilitas dari orang tua memang bisa berpengaruh, tetapi bukan berarti anak tidak mampu menghasilkan karya sendiri.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Soroti Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan

Selain itu, kritik langsung terhadap juri juga muncul. Akun @ila shintya menulis, “Jurinya bukan orang seni dan tidak pernah menghadapi anak TK. Nggak semua anak TK nggak bisa mewarnai, wahai juri.” Pernyataan ini menegaskan bahwa pengalaman dan kompetensi juri dalam menilai anak-anak usia dini menjadi hal krusial yang tampaknya kurang diperhatikan.

Kontroversi ini membuka diskusi yang lebih luas mengenai penilaian dalam lomba anak-anak, khususnya yang melibatkan kreativitas. Banyak orang tua merasa bahwa standar yang diterapkan juri terlalu kaku dan tidak mempertimbangkan proses belajar anak. Anak-anak usia PAUD masih dalam tahap eksplorasi, dan setiap karya yang dihasilkan seharusnya dihargai sebagai buah dari latihan, imajinasi, dan usaha mereka, bukan sekadar dibandingkan dengan standar estetika tertentu.

Selain itu, peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang peran orang tua dalam mendukung anak-anak mereka. Banyak orang tua yang mengantar anak mengikuti les atau memberi fasilitas seperti krayon berkualitas, namun hal ini seharusnya tidak langsung dijadikan alasan untuk meragukan kemampuan anak. Proses belajar anak adalah kombinasi dari bimbingan, latihan, dan kreativitas mereka sendiri.

Dalam konteks lomba anak-anak, kontroversi semacam ini menunjukkan perlunya pendekatan penilaian yang lebih sensitif dan edukatif. Penilaian yang terlalu kaku atau cepat menuduh bisa merusak motivasi anak dan mengurangi kepercayaan diri mereka. Anak-anak membutuhkan apresiasi atas usaha mereka, bukan sekadar hasil akhir yang sempurna.

Baca Juga:  Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!

Perdebatan di TikTok ini juga menjadi cermin bagi masyarakat luas tentang bagaimana anak-anak zaman sekarang belajar dan berkreasi. Dengan semakin mudahnya akses pendidikan dan pelatihan, kualitas karya anak-anak dapat jauh lebih tinggi dibandingkan masa lalu. Oleh karena itu, wajar jika beberapa hasil mewarnai anak PAUD terlihat “luar biasa” bagi sebagian juri yang belum memahami perkembangan kemampuan anak-anak saat ini.

Secara keseluruhan, insiden di PAUD Mutiara Batang ini bukan hanya soal lomba mewarnai, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menghargai kreativitas anak-anak, bagaimana orang tua mendukung proses belajar mereka, dan bagaimana juri atau pendidik menilai kemampuan anak secara adil. Video yang viral ini menjadi bahan refleksi penting bagi semua pihak yang terlibat dalam pendidikan anak usia dini.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dunia digital kini memungkinkan setiap peristiwa kecil menjadi sorotan publik. Dari video berdurasi kurang dari satu menit, muncul diskusi luas tentang pendidikan, kreativitas, dan keadilan. Para orang tua dan pengajar diharapkan mengambil pelajaran dari peristiwa ini untuk menciptakan lingkungan lomba yang mendukung perkembangan anak, bukan justru menimbulkan kontroversi

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak kreatif Batang Jawa Tengah kontroversi juri lomba mewarnai PAUD Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Banjir Diskon Akhir Pekan! Cek Promo JSM Alfamart 19–21 Juni 2026, Minyak dan Sembako Murah Meriah

Simulasi KUR Mandiri 2026: Rincian Tabel Angsuran Pinjaman Rp100 Juta dan Pilihan Tenornya

Penghapus Dosa Setahun: Catat Jadwal Puasa Tasua & Asyura Juni 2026, Lengkap dengan Panduan Niatnya!

Kode Redeem FF 19 Juni 2026 Resmi Rilis! Klaim Bundle Sultan dan Skin Langka Gratis

Ilustrasi emas antam

Update Harga Emas Antam Jumat 19 Juni 2026: Nilai Logam Mulia Merosot ke Rp 2.673.000

Niat Estetik Berujung Polemik: Sisi Lain Paola Serena yang Terbawa Arus Kontroversi Pria Berkebaya di Malam 1 Suro

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.