Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi menonton film

Bahaya Tersembunyi di Balik Situs Film Ilegal, Mengapa LK21 dan IndoXXI Masih Diburu?

Sabtu, 2 Mei 2026 22:00 WIB

Bikin Penasaran Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’, Link Diburu Netizen

Sabtu, 2 Mei 2026 21:05 WIB

Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik per Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bahaya Tersembunyi di Balik Situs Film Ilegal, Mengapa LK21 dan IndoXXI Masih Diburu?
  • Bikin Penasaran Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’, Link Diburu Netizen
  • Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik per Mei 2026
  • Saldo KKS Masih Nol? Ini Daftar Penyebab Baru Bansos PKH & BPNT 2026 Tidak Cair Lagi
  • Rezeki Diatur Tuhan, Tapi Dihambat Manusia! Viral Pedagang Kreatif Diduga Diusir Karena Terlalu Laris
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Dikabarkan Kunci Kesepakatan dengan Striker Tajam Asal Brasil
  • Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’
  • Klarifikasi Panas! Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme Terhadap Henry Doumbia di Laga Persib vs Bhayangkara FC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ujungberung, Pusat Musik Underground dan Warisan Budaya Sunda di Timur Bandung

By SusanaSenin, 19 Mei 2025 04:00 WIB2 Mins Read
Alun-Alun Ujungberung. Foto: Net/Muhammad Fikri.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ujungberung, atau kerap disebut Uber, merupakan salah satu kecamatan di wilayah timur Kota Bandung yang dikenal sebagai pusat perkembangan musik underground di Indonesia.

Sejumlah band ternama seperti Burgerkill, Forgotten, dan Jasad lahir dari komunitas musik cadas yang tumbuh dan berkembang di daerah ini. Tak heran jika Ujungberung menjadi ikon musik metal dan underground tanah air.

Namun Ujungberung tak hanya dikenal karena kiprah komunitas musiknya. Wilayah ini juga memiliki kekayaan budaya lokal, salah satunya adalah Benjang, seni bela diri tradisional Sunda yang berasal langsung dari kawasan ini.

Benjang kini menjadi identitas kultural Ujungberung dan masih terus dilestarikan hingga kini.

Baca Juga:  Drummer Legendaris Gilang Ramadhan Pulang Kampung, Siap Majukan Sumedang Lewat Budaya

Tiga ikon utama yang menjadi pusat keramaian dan aktivitas warga Ujungberung adalah alun-alun, masjid besar, dan pasar tradisional yang letaknya berdekatan dan saling terhubung. Ketiganya menjadi simbol kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat di wilayah ini.

Secara administratif, Kecamatan Ujungberung merupakan hasil pemekaran wilayah sejak tahun 1987, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 1987.

Asal-Usul Nama Ujungberung

Nama “Ujungberung” memiliki makna mendalam dalam Bahasa Sunda. Kata “ujung” berarti “akhir”, sedangkan “berung” berasal dari kata “ngaberung”, yang artinya mengikuti hawa nafsu. Secara harfiah, Ujungberung berarti “akhir dari sebuah nafsu”.

Baca Juga:  Diperingati Setiap 9 Februari, Ini Sejarah Hari Pers Nasional

Terdapat beberapa versi legenda terkait asal-usul nama ini. Salah satunya berkaitan dengan kisah pengejaran terhadap Dipati Ukur, seorang tokoh pejuang Sunda yang dikejar oleh pasukan Mataram.

Dalam pelariannya, ia dan rombongannya sampai di wilayah timur Bandung yang kala itu masih berupa tepian danau purba, ditumbuhi bambu lebat, dan dikenal dengan nama Bojong Awi. Di sanalah, pengejaran berakhir, menjadi simbol akhir dari nafsu pengejaran tersebut.

Versi lain mengaitkan nama Ujungberung dengan legenda Sangkuriang yang mencoba mempersunting Dayang Sumbi, ibu kandungnya sendiri.

Ketika keinginan itu tak tercapai, usaha Sangkuriang pun berhenti di satu titik yang kemudian dikenal sebagai Ujungberung, tempat di mana hasrat atau “nafsu” Sangkuriang mencapai akhirnya.

Baca Juga:  Intip Perjalanan Museum Sri Baduga di Bandung, Punya 6.979 Koleksi Benda Bersejarah

Ujungberung dalam Catatan Sejarah Kolonial

Pada masa penjajahan Belanda, wilayah Ujungberung dilintasi Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) yang dibangun pada tahun 1811 oleh Daendels.

Saat itu, Ujungberung mencakup wilayah luas dari Cimahi hingga Cileunyi, dan dibagi menjadi dua bagian: Oedjoengbroeng Kaler di bagian pegunungan, dan Oedjoengbroeng Kidoel di kawasan rawa-rawa.

Kini, Ujungberung tetap menjadi kawasan penting di Kota Bandung, baik sebagai pusat budaya, musik, maupun sejarah yang terus hidup di tengah modernisasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

asal usul budaya musik underground sejarah Ujungberung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi menonton film

Bahaya Tersembunyi di Balik Situs Film Ilegal, Mengapa LK21 dan IndoXXI Masih Diburu?

Bikin Penasaran Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’, Link Diburu Netizen

Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik per Mei 2026

ilustrasi bansos

Saldo KKS Masih Nol? Ini Daftar Penyebab Baru Bansos PKH & BPNT 2026 Tidak Cair Lagi

Rezeki Diatur Tuhan, Tapi Dihambat Manusia! Viral Pedagang Kreatif Diduga Diusir Karena Terlalu Laris

Bikin Haru! Aksi Teller Bank bjb Fasih Bahasa Isyarat Layani Nasabah Spesial, Warganet Angkat Jempol

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.