Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Peluang Emas Klaim Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini Rabu 23 Juli 2026, Cek Tautan Resmi di Sini!

Kamis, 23 Juli 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Klaim Segera! Deretan Kode Redeem FF Terbaru 23 Juli 2026 untuk Dapatkan Berbagai Hadiah Menarik Gratis

Kamis, 23 Juli 2026 01:00 WIB

Wajib Tahu! Perbedaan SIGNAL, SAMBARA, dan KiosK Samsat yang Bisa Mengubah Proses Pajak Kendaraan

Rabu, 22 Juli 2026 21:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Peluang Emas Klaim Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini Rabu 23 Juli 2026, Cek Tautan Resmi di Sini!
  • Klaim Segera! Deretan Kode Redeem FF Terbaru 23 Juli 2026 untuk Dapatkan Berbagai Hadiah Menarik Gratis
  • Wajib Tahu! Perbedaan SIGNAL, SAMBARA, dan KiosK Samsat yang Bisa Mengubah Proses Pajak Kendaraan
  • Keyboard Masa Depan? Codex Micro Buatan OpenAI Bisa Atur AI, Debugging, hingga Coding Lebih Cepat
  • Bikin Bobotoh Tak Sabar! Begini Cerita Berguinho Meyakinkan Mariano Peralta Gabung Persib
  • PKH Tahap 3 dan BPNT Juli 2026 Mulai Cair, Simak Cara Cek Penerima Tanpa Datang ke Kantor
  • Bandung Punya Destinasi Seafood Istimewa! Kurnia Seafood Sajikan Rasa Laut Segar
  • Persib Resmi Berpisah dengan Ferdiansyah, Ini Alasan Maung Bandung Melepas Sang Wonderkid
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 23 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Undang Dokter Spesialis Jantung, Bio Farma Bahas Produk Ovine Enoxaparin Sodium

By Putra JuangSelasa, 18 Juni 2024 11:20 WIB3 Mins Read
Exclusive Meeting Bio Farma Bersama PERKI. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bio Farma bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovakular Indonesia (PERKI) menggelar diskusi produk Ovine Enoxaparin Sodium dalam kegiatan “Exclusive Meeting” di hotel DoubleTree by Hilton, Jakarta pada Sabtu (15/6/2024).

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma, Kamelia Faisal serta para dokter spesialis jantung.

Tujuannya, untuk meningkatkan pengetahuan para dokter mengenai penggunaan Enoxaparin dalam tatalaksana penyakit Sindrom Koroner Akut dan meningkatkan awareness pada dokter tentang adanya ovine-based Enoxaparin sodium yang telah melalui uji klinis di Indonesia.

Direktur Pemasaran Bio Farma, Kamelia Faisal mengatakan, bahwa saat ini masyarakat sudah harus mulai concern terhadap penyakit-penyakit yang mulai berkembang, salah satunya penyakit jantung yang menjadi penyakit pembunuh nomor satu khususnya di Indonesia.

“Penyakit Kardiovaskular ini disebut sebagai “silent killer” karena datang dengan diam-diam dan menjadi penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Maka kita sudah seharusnya concern terhadap penyakit-penyakit tersebut dan bagaimana cara penyembuhannya, kita juga melihat berdasarkan data bahwa penyakit Kardiovaskular yang diderita di Indonesia ini adalah Sindrom Koroner Akut,” kata Kamelia.

Kamelia mengatakan, bahwa Bio Farma sebagai perusahaan life science terus berkembang yang tidak hanya menghasilkan vaksin saja. Bio Farma juga perlu memiliki produk lain dengan berkolaborasi bersama dari sisi litbang maupun R&D.

Pada kesempatan ini, Bio Farma meminta masukan terhadap produknya melalui para dokter yang diundang pada kegiatan tersebut untuk terus berkembang.

“Masyarakat Indonesia sangat peduli dengan label halal pada produk-produk yang dikonsumsi termasuk pada vaksin atau obat. Berdasarkan alasan tersebut, Bio Farma menciptakan alternatifnya dengan produk Enoxaparin Sodium yang berbasis dari Ovine sebagai bahan dasarnya,” katanya.

“Bio Farma terus menjalani proses untuk mendapatkan sertifikasi halal. Tidak hanya di Indonesia, negara dengan penduduk mayoritas non-muslim pun, saat ini halal menjadi aspek yang sangat penting,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan Bio Farma, Sri Harsi Teteki mengungkapkan, terkait proses yang harus dilalui agar sebuah produk dapat dinyatakan halal.

“Bio Farma selalu mengembangkan produknya dengan teknologi terkini dan diatur secara ketat oleh regulasi. Kami harapkan enoxaparine berbasis Ovine ini sesuai dengan keperluan masyarakat akan produk-produk farmasi halal,” ungkapnya.

Sri menyebut, saat ini perizinan produk tersebut masih dalam proses karena Bio Farma tidak hanya memastikan bahan bakunya halal, akan tetapi dari proses produksinya pun ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan.

“Seperti pengambilan produknya, medianya, bahkan pengemasannya diteliti dan itu semua harus melalui sertifikasi halal,” ujarnya.

Dokter sekaligus ketua ketua PP PERKI, Radityo Prakoso menyampaikan, bahwa penyakit jantung menjadi pembunuh utama baik di dunia maupun di Indonesia dan beliau sangat berterima kasih atas kerja samanya bersama Bio Farma.

“Seperti kita ketahui bersama, penyakit jantung merupakan penyakit pembunuh nomor satu di dunia maupun di Indonesia. Banyak hal yang membuat kita ragu untuk menggunakan produk tersebut perihal bahan bakunya, kali ini dari Bio Farma menawarkan suatu produk yang beda dengan bahan dasar yaitu Ovine,” tuturnya.

“Produk ini sudah pernah masuk di Indonesia, tapi saya mengatakan bahwa Bio Farma yang telah mealkukan promote Post Marketing Surveillance (PMS) Enoxaparin Sodium,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bio Farma dokter spesialis jantung Kardiovaskular Ovine Enoxaparin Sodium penyakit jantung PERKI Sindrom Koroner Akut
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH Tahap 3 dan BPNT Juli 2026 Mulai Cair, Simak Cara Cek Penerima Tanpa Datang ke Kantor

Heboh Aksi Pamer Liburan Mewah hingga Timbun BBM, Anak Pejabat Gayo Lues Tuai Sorotan

Resmi! Cek Bansos Kini Bisa Lewat Portal Perlinsos, Ini Panduan Lengkapnya

Kepala BGN Sudaryono Akui Ada Masalah Tata Kelola Program MBG, Siap Dukung Penegakan Hukum

Terobosan Baru BKN: Uji Coba Kebijakan Kerja Dekat Rumah untuk Tekan Pengeluaran ASN

Pemkot Bandung Kaji Rekayasa Lalu Lintas Jelang Pembangunan BRT, Jalan Ahmad Yani Berpotensi Jadi Satu Arah

Terpopuler
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Mengenal Lebih Dekat Frank Alexander Hutapea: Pengacara Independen yang Tak Mau di Bayang-bayang Sang Ayah
  • Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon
  • Uji Sah Status Tersangka, Eks Pengurus Gereja Ajukan Praperadilan ke PN Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.