bukamata.id – Dalam upaya merumuskan solusi konkret untuk mendongkrak kembali Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat, DPRD Jabar terus mendorong jaminan perlindungan sosial bagi kelompok pekerja sektor informal.
Kelompok pekerja informal—seperti pedagang kecil, pengemudi ojek, buruh harian lepas, hingga petani—merupakan tulang punggung perekonomian Jawa Barat. Namun, mereka juga menjadi kelompok yang paling rentan terhadap gejolak ekonomi dan risiko kecelakaan kerja.
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang, menyatakan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya mengandalkan aspek fisik pendukung seperti jalan dan gedung semata, melainkan wajib memperkuat kapasitas dan perlindungan terhadap manusianya.
Sektor informal selama ini kerap luput dari perhatian jaminan sosial ketenagakerjaan secara permanen. Padahal, ketika pekerja informal mengalami musibah atau kehilangan pendapatan, dampak kemiskinan turunan akan langsung memukul ekonomi keluarga mereka.
Oleh karena itu, penyediaan jaminan perlindungan berupa BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai atau didukung oleh alokasi APBD menjadi langkah strategis yang sangat mendesak.
“Mungkin karena ada dua aspek ya. Ada aspek manusia, ada aspek pendukung. Aspek manusia itu ya jaminan, cakupan pendidikan, cakupan gizi. Itu menyangkut orangnya,” pukas Rafael belum lama ini.
Rafael menilai bahwa intervensi langsung pemerintah terhadap perlindungan pekerja informal akan memberikan kepastian rasa aman sekaligus mengangkat derajat hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk akselerasi nyata Pemprov Jabar dalam memperbaiki komponen-komponen utama penyusun indikator pembangunan manusia.
“Nah, berarti ke depan apa aspek perbaiki untuk IPM? Ya, akselerasi pemerintah terhadap orang. Makanya saya seringkali menyuarakan pekerja informal harus punya BPJS Ketenagakerjaan. Itu salah satunya,” jelas Rafael.
Ia berkomitmen bahwa dorongan penjaminan pekerja informal ini akan diperjuangkan oleh Fraksi di DPRD dalam forum rapat pembahasan Perubahan APBD Provinsi Jawa Barat yang sedang berlangsung.
“Tapi ya dari dorongan dari DPRD sendiri, nanti di pembahasan APBD kan untuk naikkan itu,” tutupnya optimis.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










