Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Tahap 4 2026 Cair Oktober-Desember, KPM Bisa Terima Rp600 Ribu? Cek Caranya

Kamis, 8 Oktober 2026 16:02 WIB

Update Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Terbang Tinggi Tempel Ketat Thailand dan Vietnam

Kamis, 8 Oktober 2026 16:01 WIB

Bukan Kompetisi Kaleng-kaleng, Igor Tolic Ungkap Beratnya Lawan Persib di Shopee Cup

Kamis, 8 Oktober 2026 15:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • BPNT Tahap 4 2026 Cair Oktober-Desember, KPM Bisa Terima Rp600 Ribu? Cek Caranya
  • Update Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Terbang Tinggi Tempel Ketat Thailand dan Vietnam
  • Bukan Kompetisi Kaleng-kaleng, Igor Tolic Ungkap Beratnya Lawan Persib di Shopee Cup
  • Viral Unggahan Celana Dalam Berwarna Merah Putih, Warganet Indonesia Geram
  • Taisei Marukawa Ungkap Proses Naturalisasi Demi Bela Timnas Indonesia
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Lapak Dibongkar, Buku Dijual Kiloan: Nasib Bagja di Tengah Penertiban PKL Cihapit
  • Manuver Politik Dedi Mulyadi: Diisukan Merapat ke PSI dan Skenario Duet Maut dengan Gibran di 2029
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Urus 900 Siswa Bermasalah di Barak Militer, Pemprov Jabar Sedot APBD Rp6 Miliar

By Aga GustianaRabu, 7 Mei 2025 13:11 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer.
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menggagas program pendidikan karakter berbasis semi militer bagi siswa bermasalah di Jabar. Dalam perjalanannya, program ini menuai banyak perhatian dari berbagai kalangan, bahkan viral di media sosial.

Belakangan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar turut menyoroti program ini. Pasalnya, alokasi anggaran sebesar Rp6 miliar untuk kegiatan ini dinilai tidak melalui pembahasan bersama, sehingga menimbulkan pertanyaan dari sisi regulasi dan transparansi.

Program ini menyasar 900 siswa bermasalah yang akan dibina secara bertahap melalui pelatihan integritas dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi. Gelombang pertama mencakup 350 siswa yang akan menjalani pelatihan selama 14 hari.

Ketua Fraksi PPP sekaligus Anggota Komisi V DPRD Jabar, Zaini Shofari, mengaku kaget dan belum pernah diajak berdiskusi terkait anggaran tersebut.

“Anggaran ini tidak pernah dibahas dengan kami. Hanya disodorkan begitu saja, termasuk soal regulasinya,” ujar Zaini saat dikonfirmasi, Rabu (7/5/2025).

Baca Juga:  Viral Warga Dipersulit Bayar Pajak Tanpa KTP Pemilik Pertama, Dedi Mulyadi Langsung Copot Kepala Samsat!

DPRD Jabar, menurut Zaini, akan segera memanggil Dinas Pendidikan dalam rapat paripurna guna meminta penjelasan terkait sumber anggaran dan legalitas program tersebut.

“Kalau ini benar ada, kami harus tahu detailnya. Ini menyangkut anggaran besar dan ribuan siswa,” tambahnya.

Dalam dokumen resmi Program Prioritas Pendidikan Provinsi Jabar, program ini disebut sebagai Latihan Integritas dan Kedisiplinan Siswa (Bela Negara). Tercatat, usulan anggaran Rp6 miliar akan digunakan untuk melatih 2.000 siswa yang terindikasi melanggar norma sekolah, dengan melibatkan TNI/Polri sebagai pelatih.

Zaini menilai, kebijakan ini berisiko menjadi preseden buruk jika dilakukan tanpa memperhatikan mekanisme demokrasi.

“Kalau kepala daerah bisa langsung membuat kebijakan tanpa konsultasi dengan legislatif, maka ini bukan demokrasi. Harus ada keseimbangan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif,” tegasnya.

Baca Juga:  Simak Rute Kirab Budaya HUT Jabar 2025, Ini Jalan yang Ditutup Sementara

Menanggapi kritik tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa program ini awalnya menggunakan dana pribadi. Namun, seiring meningkatnya jumlah peserta, pendanaan kini dialihkan melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat.

“Awalnya saya tangani langsung. Tapi karena jumlahnya makin banyak, maka sekarang anggarannya diambil dari Disdik,” ujar Dedi.

Dedi juga menjelaskan, dana yang dialokasikan akan langsung diserahkan ke pihak penyelenggara, dalam hal ini Rindam III/Siliwangi, untuk digunakan sesuai kebutuhan pelatihan. Komponen pembiayaan meliputi seragam, konsumsi, dan honor pelatih.

Mengenai nilai anggaran, Dedi menyebut Rp6 miliar adalah angka sementara dan cadangan, tergantung jumlah peserta ke depannya.

“Kalau ada lonjakan pendaftar, kita tinggal sesuaikan. Angkanya masih fleksibel dan akan dihitung berdasarkan biaya per siswa per hari,” pungkasnya.

Baca Juga:  Nama RSUD Al Ihsan Diganti Welas Asih, FUUI: Tidak Ada Urgensi, Justru Bikin Gaduh

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, untuk program pendidikan karakter berbasis semi-militer mengucurkan anggaran sebesar Rp6 miliar.

“Untuk anggarannya Rp6 miliar, kami akan backup langsung dari APBD Provinsi Jawa Barat,” kata Herman pada Senin (5/5/2025).

Anggaran tersebut disiapkan bagi 900 siswa. Ada beberapa gelombang pelaksanaan kegiatan yang disiapkan.

“Perkiraan, kurang lebih untuk 900 siswa. Gelombang pertama ini 350 siswa, kemudian gelombang kedua berapa, gelombang ketiga berapa. Disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Herman.

Ratusan siswa itu dengan latar belakang seperti geng motor, tawuran, kecanduan minuman keras, sampai kecanduan game online akan mendapatkan beragam materi dari anggota TNI.

“Seperti bela negara, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, kedisiplinan, sampai materi pelajaran umum sesuai kurikulum. Setiap hari, wajib pembelajaran selama dua jam,” kata Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi HL jawa barat siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Tahap 4 2026 Cair Oktober-Desember, KPM Bisa Terima Rp600 Ribu? Cek Caranya

Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan

Lapak Dibongkar, Buku Dijual Kiloan: Nasib Bagja di Tengah Penertiban PKL Cihapit

Manuver Politik Dedi Mulyadi: Diisukan Merapat ke PSI dan Skenario Duet Maut dengan Gibran di 2029

Siswi SMAN 5 Cimahi Hilang Sejak Sabtu, Ibu Syok Uang di Rumah Ikut Raib

Gagal Curi Motor di Asrama Mahasiswa Bandung, Pelaku Diduga Tembakkan Airsoft Gun

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.