Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?

Rabu, 12 Agustus 2026 12:39 WIB

Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

Rabu, 12 Agustus 2026 12:21 WIB
zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!

Rabu, 12 Agustus 2026 12:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?
  • Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram
  • Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!
  • Persib Mulai TC di Bali, 7 Pemain Timnas Menyusul! Ada Marc Klok hingga Sandy Walsh
  • 450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil
  • VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?
  • Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Video Mencekam! Dua Kubu Saling Serang di Sukahaji

By SusanaRabu, 3 Desember 2025 14:00 WIB2 Mins Read
Bentrok kembali pecah di kawasan sengketa lahan Sukahaji Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Konflik berkepanjangan di kawasan sengketa lahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, kembali memanas. Bentrok terbaru pecah pada Rabu (3/12/2025) siang dan kembali menegaskan bahwa masalah lahan di wilayah tersebut belum menemukan titik penyelesaian.

Bentrok Teranyar: Lempar Batu hingga Suasana Mencekam

Kericuhan terjadi ketika dua kelompok warga, yang diduga melibatkan sejumlah anggota organisasi masyarakat, saling serang menggunakan batu dan benda tumpul.

Rekaman video warga memperlihatkan kedua kubu saling melempar dan berusaha saling mendekat di area permukiman.

Teriakan massa, kepulan debu akibat lemparan batu, serta kepanikan warga sekitar membuat suasana di Sukahaji tampak kacau. Hingga Rabu sore, ketegangan masih terasa di lokasi. Aparat keamanan dikerahkan untuk mencegah bentrokan meluas ke titik lain.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi tentang korban atau pemicu pasti eskalasi pertikaian tersebut.

Rentetan Bentrokan: Insiden 21 April 2025 Masih Membekas

Bentrok terbaru ini bukan yang pertama. Pada Senin (21/4/2025), warga Sukahaji juga terlibat benturan dengan kelompok orang tak dikenal. Sejumlah warga, termasuk ibu-ibu, mengalami luka dalam insiden tersebut.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, membenarkan kejadian itu dan mengatakan bahwa proses hukum tengah berjalan.

“Laporannya sudah kami terima. Kami lakukan pendampingan dan proses visum para korban,” ujarnya pada Kamis (24/4/2025).

Polisi telah meminta keterangan dari warga korban kekerasan dan masih melengkapi bukti-bukti di lapangan. Ia juga mengimbau warga agar tidak terprovokasi.

Aksi Damai Ibu-Ibu Berubah Ricuh

Insiden April terjadi bertepatan dengan momentum Hari Kartini, ketika puluhan ibu-ibu Sukahaji menggelar aksi damai mempertahankan lahan tempat tinggal mereka—wilayah yang sebelumnya dilanda kebakaran hebat.

Namun, kedatangan kelompok yang diduga ormas justru memicu kekerasan. Dalam video yang beredar di Instagram, kelompok tersebut tampak bersikap intimidatif. Upaya damai warga dibalas dengan pelemparan batu dan pemukulan.

Aksi para ibu-ibu yang berada di garis depan tanpa perlindungan mengundang simpati publik dan ikut menyorot peliknya masalah lahan tersebut.

Sengketa Lahan yang Belum Selesai Jadi Pemicu Utama

Bentrok-bentrok yang terjadi mencerminkan akar persoalan yang tak kunjung selesai. Sengketa lahan pascakebakaran masih menggantung, diperparah oleh klaim kepemilikan yang tumpang tindih serta kehadiran pihak eksternal yang memperuncing keadaan.

Kombes Budi memastikan pihaknya mendalami seluruh aspek kasus, termasuk dugaan pelanggaran dari kelompok yang melakukan intimidasi.

“Siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan akan diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bentrok Sukahaji Bandung kericuhan Sukahaji konflik warga Bandung sengketa lahan Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter

VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.