bukamata.id – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang owner brand lokal terkenal berinisial M.
Hal ini diungkap oleh seorang model melalui akun X @aarummanis, yang menceritakan pengalaman traumatisnya dan mengungkap adanya korban lain dengan pola serupa.
Menurut model tersebut, setidaknya tiga korban lain telah menghubunginya, termasuk seorang korban berusia 17 tahun.
“Another 3 victims have reached out to me. Ini cerita dari salah satu korban yang mau berbagi cerita. She’s 17 years old. My heart broke even more knowing I’m not the only one,” tulisnya dikutip pada Senin, 9 Februari 2026.
Dalam screenshot direct message yang dibagikan, modus yang diduga dilakukan oleh owner brand M terlihat serupa pada setiap korban.
“Another victim yang mau ceritanya dibagikan. Kejadian terjadi 8 tahun lalu, terdapat pola yang sama yang dilakukan,” tulis @aarummanis.
Kronologi Dugaan Pelecehan
Kasus ini bermula pada Mei 2025, ketika model menerima job pemotretan dan video untuk salah satu brand pakaian lokal. Namun situasi berubah saat ia diarahkan ke sebuah lokasi dengan dalih menunggu pesanan makanan online.
“Saya bingung karena berpikir kita semua akan makan di luar, tetapi saya dibawa masuk lagi ke area photoshoot. Saya pun menunggu di dalam, kemudian Owner M mengatakan makanannya diorder online saja. Saya pun semakin curiga,” tulisnya.
Kecurigaan bertambah ketika talent scouter diminta tetap berada di luar, sementara korban diminta menunggu sendiri di dalam ruangan. Di sinilah dugaan pelecehan mulai terjadi, meski korban menolak secara tegas.
“Owner M semakin ganas dan jahat. Saya berpikir apabila melawan, Owner M akan semakin kasar. Saya mencoba menenangkan diri dan berusaha terlihat baik,” ungkap model tersebut.
Korban juga menyebut sempat memberikan perlawanan fisik dengan mendorong dan memukul sang owner untuk menghindari kontak lebih lanjut.
Dampak Sosial dan Himbauan
Kasus ini memicu diskusi luas di media sosial mengenai perlindungan model muda, etika industri kreatif, dan pelecehan di tempat kerja.
Para pengguna X dan masyarakat diimbau untuk tetap menunggu hasil investigasi resmi serta berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum diverifikasi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











