Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP

Senin, 24 Agustus 2026 21:04 WIB

Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua

Senin, 24 Agustus 2026 20:54 WIB

Sandy Walsh Bongkar Rahasia Cepat Nyetel di Persib, Ternyata Gara-gara Ini!

Senin, 24 Agustus 2026 20:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP
  • Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua
  • Sandy Walsh Bongkar Rahasia Cepat Nyetel di Persib, Ternyata Gara-gara Ini!
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Tahap 3 2026, Ada Bantuan Rp600 Ribu?
  • Tingkatkan Keamanan Pengguna dan Pengemudi, inDrive Hadirkan Layanan SIAGA di Bandung
  • Utamakan Pendidikan di Tengah Mahkota: Kisah Chika, Siswi SD Asal Bogor yang Harumkan Jawa Barat
  • Pendaki 16 Tahun Tewas Jatuh di Jurang Gunung Sumbing, Sempat Terpisah dari Rombongan
  • Modal Manis Musim Lalu, Beckham Putra Bidik Momen Gila: Persib Lolos ACL Two!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral! Ibu di Kampar Diintimidasi hingga Anaknya Diminta Keluar Sekolah Usai Kritik MBG

By SusanaSenin, 29 Desember 2025 09:41 WIB3 Mins Read
Viral ibu di Kampar mengadu ke Presiden Prabowo setelah anaknya diduga dikeluarkan dari PAUD usai mengkritik penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Tangkapan Layar Instagram @channelmerahputih.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang ibu bernama Nurul, warga Air Tiris, Kabupaten Kampar, Riau, menyampaikan keluhannya secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto setelah anaknya, diduga diberhentikan secara sepihak dari PAUD tempatnya sekolah.

Aduan itu mencuat usai Nurul mempertanyakan ketidaksesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anaknya di sekolah.

Kesedihan Nurul terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengaku kecewa sekaligus terpukul karena kritik yang ia sampaikan justru berujung pada permintaan dari pihak sekolah agar anaknya tidak lagi mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Kini anak saya kena diberhentikan dari sekolah, Pak Prabowo. Saya memang tidak berduit, Pak,” ujar Nurul dengan suara bergetar dalam video yang diunggah Instagram @channelmerahputih.

Diprotes Soal MBG, Orang Tua Mengaku Anak Diminta Tak Masuk Sekolah

Nurul mengungkapkan, permasalahan bermula ketika ia mempertanyakan realisasi anggaran MBG di PAUD tempat anaknya bersekolah. Berdasarkan informasi yang ia terima, anggaran MBG ditetapkan sebesar Rp8.000 per anak per hari, atau Rp40.000 untuk lima hari.

Baca Juga:  Ironi Program MBG: Saat Piring Siswa Disorot, SPPG Justru Gelar Bukber di Hotel Mewah

Namun dalam praktiknya, anaknya disebut hanya menerima tiga paket MBG selama lima hari, dengan estimasi nilai sekitar Rp6.000 per paket. Jika dihitung, total makanan yang diterima hanya berkisar Rp18.000, jauh dari angka yang seharusnya.

Tak lama setelah menyampaikan protes tersebut, Nurul mengaku menerima pesan dari pemilik PAUD. Dalam pesan itu, ia diminta agar keesokan harinya tidak lagi mengantar anaknya ke sekolah, dengan alasan anak diminta beristirahat di rumah, mencari tempat belajar lain, atau memilih skema MBG yang berbeda.

Program Prioritas Nasional Jadi Sorotan

Kasus ini langsung menyedot perhatian publik karena Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan meningkatkan gizi, kesehatan, dan kecerdasan anak-anak Indonesia sejak usia dini.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Siapkan Rp26 Miliar untuk Program Makan Bergizi Gratis

Dugaan tindakan pihak sekolah yang meminta siswa berhenti sekolah akibat kritik terhadap pelaksanaan MBG dinilai bertentangan dengan semangat pemerataan akses pendidikan dan kesehatan yang tengah digalakkan pemerintah pusat.

Banyak pihak menilai, jika kritik dari masyarakat justru dibalas dengan intimidasi atau pengusiran siswa, maka tujuan mulia program MBG berpotensi melenceng dari nilai dasarnya.

Warganet Bereaksi Keras, Kritik Dianggap Dibalas Intimidasi

Kasus ini semakin viral setelah diunggah dan dibahas luas di media sosial. Sejumlah warganet meluapkan kemarahan dan keprihatinan mereka di kolom komentar akun Instagram @channelmerahputih, Senin (29/12/2025).

Beberapa komentar warganet di antaranya:

“Kritik terhadap pelaksanaan justru direspons dengan ancaman dan isyarat pengusiran? Separah itu lembaga pendidikan kita?” tulis akun @haf***.

“Kenapa pakai ngancam? Takut apa, panik?” tulis akun @lat***.

Baca Juga:  Gelombang Kedua Keracunan MBG di Bandung Barat, Puluhan Siswa Dirawat

“MBG itu untuk mencerdaskan anak bangsa. Kalau dikritik malah anak diberhentikan, berarti ini bukan lagi soal gizi tapi proyek,” komentar akun @sam***.

“Kritik membangun dibalas dengan pemecatan anak yang tidak tahu apa-apa. Miris,” tulis akun @rin***.

“Siapa yang ngancam itu? Dikritik kok ngancam,” tulis akun @sya***.

Publik Desak Evaluasi dan Perlindungan Hak Anak

Hingga kini, kasus dugaan pemberhentian seorang anak didik dari PAUD tempatnya bersekolah masih menjadi sorotan publik. Warganet dan pemerhati pendidikan mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di daerah, sekaligus perlindungan terhadap hak anak untuk memperoleh pendidikan tanpa tekanan atau diskriminasi.

Aduan Nurul kepada Presiden Prabowo diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk memastikan bahwa program unggulan nasional benar-benar dijalankan secara transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan anak-anak Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Makan Bergizi Gratis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP

Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Tahap 3 2026, Ada Bantuan Rp600 Ribu?

Pendaki 16 Tahun Tewas Jatuh di Jurang Gunung Sumbing, Sempat Terpisah dari Rombongan

Nasib ASN Bandung Barat yang Viral Live TikTok Saat Jam Kerja

Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.