Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Bursa Transfer Persib Bandung: Dari Mantan Bintang Setan Merah sampai Kiper Asing Berlabel Eropa Masuk Radar

Rabu, 23 September 2026 07:47 WIB
Salah satu wisata dekat Stasiun Padalarang adalah Wahoo Waterworld.

Mau Main Air di Bandung? Ini 4 Waterboom dengan Wahana Seru untuk Anak dan Dewasa

Rabu, 23 September 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru

Rabu, 23 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Bursa Transfer Persib Bandung: Dari Mantan Bintang Setan Merah sampai Kiper Asing Berlabel Eropa Masuk Radar
  • Mau Main Air di Bandung? Ini 4 Waterboom dengan Wahana Seru untuk Anak dan Dewasa
  • Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru
  • Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya
  • 8 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Terbaik di Kuningan untuk Liburan Keluarga
  • Menjelajah Cita Rasa Sunda: Deretan Kuliner Legendaris Khas Kuningan yang Wajib Dicicipi
  • Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat
  • Oktober Mencekam! Persib Harus Jalani 7 Pertandingan di Tengah Jadwal Super Padat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

VIRAL! Ngaku Anak Propam Bawa Mobil Barang Bukti, Ternyata Lagi Dikejar-kejar Debt Collector

By Aga GustianaSenin, 24 November 2025 10:55 WIB4 Mins Read
Viral seorang pria ngaku anak Propam bawa mobil barang bukti. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Akhir pekan di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Bogor, Jawa Barat, mendadak berubah heboh. Bukan karena promo besar-besaran atau acara khusus, melainkan akibat sebuah video amatir yang direkam di area parkiran mall tersebut. Rekaman itu memperlihatkan seorang pria berbaju kemeja lengan pendek tengah berseteru dengan sejumlah orang yang diduga debt collector.

Di tengah ketegangan, pria itu lantang mengaku sebagai anak anggota Propam Polda Metro Jaya. Ia juga menyatakan bahwa mobil yang dibawanya adalah kendaraan barang bukti yang dipinjam sang ayah dari kepolisian sektor. Klaim tersebut sontak memancing perhatian orang-orang di sekitarnya, dan lebih luas lagi setelah video itu diunggah ke media sosial.

Akun Instagram @feedgramindo mengunggah rekaman tersebut pada Minggu (23/11/2025) dengan keterangan provokatif berbunyi: “Mobil barang bukti dibuat jalan-jalan keluarga polisi: bapak saya Propam di Polda Metro.” Unggahan itu menuai respons besar dari warganet, memicu diskusi panjang dan spekulasi mengenai kemungkinan penyalahgunaan fasilitas kepolisian.

Mengenal Propam dan Sensitivitas Isu

Banyak publik ikut tersulut karena klaim sang pria menyebut nama Propam. Propam, atau Profesi dan Pengamanan, merupakan divisi internal Polri yang bertugas menjaga etika, kedisiplinan, serta melakukan pengawasan terhadap personel kepolisian. Dengan peran tersebut, lembaga ini sering dianggap sebagai garda terakhir penegakan disiplin internal.

Oleh karena itu, ketika seseorang mengatakan dirinya anak anggota Propam, publik cenderung memberi perhatian lebih. Apalagi ditambah klaim penggunaan barang bukti untuk kepentingan pribadi, narasi yang sangat sensitif di tengah sorotan masyarakat terhadap integritas institusi penegak hukum.

Dalam video, tampak pria tersebut berupaya meyakinkan pihak lain yang mempertanyakan legalitas mobil yang digunakannya. Seorang pria yang diduga debt collector menanyakan kepemilikan kendaraan, memicu adu argumentasi sengit di area parkir mall.

Klarifikasi dari Polda Metro Jaya

Tidak butuh waktu lama bagi institusi kepolisian untuk memberikan tanggapan. Pihak Polda Metro Jaya membenarkan adanya kejadian itu, namun sekaligus membantah klaim yang beredar luas.

Kepala Bidang Propam Polda Metro Jaya, Kombes Radjo Harahap, memberikan pernyataan tegas terkait identitas pria dalam video. “Bukan (anggota Propam Polda Metro), anaknya asbun saja itu. Bapaknya anggota SPKT di Polsek Tajur Halang,” kata Radjo.

Melalui pernyataannya, Radjo menegaskan bahwa pria dalam rekaman bukanlah anak anggota Propam, melainkan putra anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Tajur Halang, Depok. SPKT sendiri memiliki tugas penting memberikan pelayanan awal kepada masyarakat, seperti menerima laporan, memberikan bantuan pertama, hingga mendatangi lokasi kejadian untuk pengamanan dan olah TKP.

Status Mobil Dipertanyakan

Selain masalah identitas, salah satu isu yang paling ramai diperbincangkan menyangkut status mobil yang dibawa pria tersebut. Klaim bahwa mobil itu merupakan barang bukti membuat publik semakin curiga.

Radjo menanggapi isu tersebut dengan menyebut bahwa berdasarkan informasi awal, kendaraan itu tidak termasuk barang bukti. “Sekilas kami dapat infonya itu bukan (barang bukti). Tapi masih kami dalami lagi,” jelasnya. Ia memastikan pihaknya akan menelusuri lebih jauh untuk memastikan status kendaraan tersebut.

Pernyataan serupa juga datang dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. “Sudah didalami oleh Propam tentang video tersebut dan tidak benar orang tua yang bersangkutan berdinas di Propam Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Terkait kendaraan, Budi memberikan penjelasan lebih rinci. “Kendaraan dimaksud statusnya pindah kredit, bukan mobil barang bukti,” tegasnya. Penegasan ini mematahkan narasi awal yang berkembang luas di media sosial.

Permintaan Maaf dan Klarifikasi Pelaku

Setelah video tersebut menjadi viral dan menuai banyak kecaman, pihak yang bersangkutan akhirnya muncul memberikan klarifikasi. Dalam video permintaan maaf yang beredar kemudian, pria itu mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan.

“Saya ingin meminta maaf kepada institusi Polri karena sudah mencemarkan nama baik Polri,” katanya. Ia juga menegaskan kembali bahwa dirinya bukan anak anggota Propam Polda Metro Jaya.

“Tidak benar orang tua saya berdinas di Propam Polda Metro. Kemudian, kedua terkait kendaraan tersebut tidak benar juga BB (barang bukti) milik Polri,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengungkap alasan di balik pengakuannya di parkiran mall tersebut. Menurutnya, ia berada dalam kondisi tertekan saat berhadapan dengan debt collector. “Saya terpaksa melakukan hal tersebut karena saya mendapatkan tekanan dan intimidasi dari debt collector,” tuturnya.

Polemik di Tengah Budaya Viral

Kasus ini menjadi gambaran jelas bagaimana sebuah peristiwa kecil di ruang publik dapat berkembang menjadi polemik nasional dalam hitungan jam. Keberadaan kamera ponsel dan akses cepat ke media sosial membuat setiap tindakan terekam dan tersebar luas tanpa filter.

Di sisi lain, peristiwa ini menunjukkan sensitivitas masyarakat terhadap isu yang menyangkut aparat penegak hukum, terutama ketika berhubungan dengan fasilitas negara. Tuduhan penyalahgunaan wewenang menjadi topik yang cepat memancing emosi publik.

Dampak dan Pembelajaran

Bagi kepolisian, respons cepat melalui klarifikasi resmi dari pejabat terkait menjadi langkah penting untuk meredam spekulasi liar. Pernyataan tegas dari Radjo dan Budi turut menjaga kredibilitas institusi.

Namun, bagi sebagian masyarakat, kasus ini membuka diskusi baru tentang praktik penagihan utang oleh debt collector. Tekanan dan intimidasi yang disebut-sebut dialami pelaku memperlihatkan sisi lain dari persoalan yang jarang mendapat sorotan.

Peristiwa di mall Bogor ini memperlihatkan bagaimana dinamika sosial digital membentuk opini publik. Pertengkaran di parkiran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat

Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi

Pesta Miras Oplosan Maut di Cianjur: 4 Tewas, Dua Remaja Putri Masih Kritis di Rumah Sakit

Rayakan HUT ke-36, JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Mitra Setia ke Tanah Suci

Karhutla Sumedang Tembus 64 Kejadian, Tertinggi di Jawa Barat hingga September 2026

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.