Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tinggalkan Panggung Musik?! Kris Dayanti Tiba-Tiba Bawa Pulang 2 Emas dari Kejurnas Wushu 2026!

Senin, 27 Juli 2026 20:31 WIB

Pelarian Berakhir di Bali! Pria yang Diduga Bawa Kabur Mantan Pacar Asal Cililin Akhirnya Ditangkap

Senin, 27 Juli 2026 19:55 WIB

Jangan Lewatkan! Cek Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Kamboja Piala AFF 2026 Malam Ini

Senin, 27 Juli 2026 19:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tinggalkan Panggung Musik?! Kris Dayanti Tiba-Tiba Bawa Pulang 2 Emas dari Kejurnas Wushu 2026!
  • Pelarian Berakhir di Bali! Pria yang Diduga Bawa Kabur Mantan Pacar Asal Cililin Akhirnya Ditangkap
  • Jangan Lewatkan! Cek Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Kamboja Piala AFF 2026 Malam Ini
  • RSUD Kota Bandung dan Gedung Inspektorat Segera Dibangun, DPRD Minta Risiko Dipetakan Sejak Awal
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Buntut Aksi Arogan di Bundaran HI: 3 Oknum Polisi Polda Jabar Diganjar Patsus 21 Hari
  • Klasemen Piala Presiden 2026 Terbaru: Persib dan Port FC Jadi Penguasa Grup Usai Laga Perdana
  • Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Kamboja: Formasi Menyerang Garuda Menggebrak Piala AFF 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 27 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral! Ronald Sinaga Sebut Bupati Purwakarta ‘Agak Laen’ Usai Kasus Pengeroyokan Hajatan Warga

By SusanaMinggu, 19 April 2026 14:02 WIB2 Mins Read
Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein. (Foto: Dok Diskominfo Purwakarta)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video yang diunggah akun Facebook Ronald Sinaga viral di media sosial setelah menyoroti kebijakan Bupati Purwakarta usai kasus pengeroyokan yang terjadi dalam sebuah acara hajatan warga.

Dalam video berjudul “Bupati Purwakarta agak laen mainnya”, Ronald menyampaikan kritik terkait penanganan kasus serta kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak tepat sasaran.

Kritik Ronald Sinaga

Dalam pernyataannya, Ronald menyinggung insiden pengeroyokan yang terjadi di tengah acara hajatan warga.

“Ada kondangan terus datang warga situlah atau preman atau ormas atau LSM minta jatah, tidak dikasih oleh pemilik hajatan, digebukin sampai mati, kasus sudah ditangani Polres dan pelaku sudah ditahan,” ujarnya dalam video tersebut.

Ia kemudian mempertanyakan kebijakan pemerintah daerah yang dinilai lebih fokus pada pembatasan kegiatan masyarakat.

“Tapi ada yang aneh, ini bupatinya agak laen. Enggak ngerti saya pola pikirnya,” kata Ronald.

Ronald juga menyinggung kasus lain yang menurutnya menunjukkan pola kebijakan serupa.

“Sama seperti dulu di kasus PIP, ada orang ketahuan gelapkan PIP, malah dikasih uang untuk balikin. Gimana coba maling malah dibantu,” ujarnya.

Soroti Surat Edaran Pembatasan Hajatan

Ronald juga menyoroti langkah Bupati Purwakarta yang mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan keramaian dan kewajiban perizinan kegiatan masyarakat.

“Nah dalam kasus pengeroyokan ini, bupatinya malah mengeluarkan surat edaran untuk membatasi keramaian, harus ada perizinan dan lain-lain. Kok jadi aneh, kenapa keramaian yang diurus?” ujarnya.

Ia menilai kebijakan tersebut justru menambah beban birokrasi masyarakat.

“Harusnya bupati melindungi warganya dari kelakuan kriminal seperti ini. Bikin surat edaran yang lebih tegas kalau ada kejadian seperti itu harus tindakan hukum,” lanjutnya.

Ronald juga menyebut adanya potensi persoalan dalam penerapan izin kegiatan.

“Ini malah warganya yang dibatasi, harus minta izin sana-sini, malah jadi tambahan birokrasi. Kalau saya lihat ini ada potensi pungli,” ujarnya.

Imbauan kepada Kepala Daerah

Dalam videonya, Ronald juga menyampaikan imbauan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia.

“Doaku ke semua kepala daerah se-Nusantara, lindungilah warga kalian dari kezoliman. Permudah hidup mereka, jangan dipersulit. Jika warga dalam kesulitan, bantulah pakai hati,” katanya.

Kasus Pengeroyokan di Purwakarta

Sebelumnya, seorang pria bernama Dadang (58) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di sebuah hajatan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta.

Menurut keterangan keluarga, kejadian bermula saat sekelompok orang datang dan meminta uang tambahan kepada tuan rumah hajatan.

“Awalnya dikasih, tapi mereka kembali lagi dan minta sampai Rp500 ribu,” ujar Asep Wahyu, adik korban.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita Purwakarta kasus hajatan kriminal Jawa Barat pengeroyokan hajatan Polres Purwakarta purwakarta Ronald Sinaga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pelarian Berakhir di Bali! Pria yang Diduga Bawa Kabur Mantan Pacar Asal Cililin Akhirnya Ditangkap

RSUD Kota Bandung dan Gedung Inspektorat Segera Dibangun, DPRD Minta Risiko Dipetakan Sejak Awal

Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka

Buntut Aksi Arogan di Bundaran HI: 3 Oknum Polisi Polda Jabar Diganjar Patsus 21 Hari

Tragedi Maut Jalur Pantura-Malang: Truk Gulungan Kertas Hantam Kendaraaan hingga Pemukiman

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Polisi Periksa 15 Saksi dan Telusuri Jejak Geng Motor

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.