bukamata.id – Sebuah video yang diunggah akun Facebook Ronald Sinaga viral di media sosial setelah menyoroti kebijakan Bupati Purwakarta usai kasus pengeroyokan yang terjadi dalam sebuah acara hajatan warga.
Dalam video berjudul “Bupati Purwakarta agak laen mainnya”, Ronald menyampaikan kritik terkait penanganan kasus serta kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak tepat sasaran.
Kritik Ronald Sinaga
Dalam pernyataannya, Ronald menyinggung insiden pengeroyokan yang terjadi di tengah acara hajatan warga.
“Ada kondangan terus datang warga situlah atau preman atau ormas atau LSM minta jatah, tidak dikasih oleh pemilik hajatan, digebukin sampai mati, kasus sudah ditangani Polres dan pelaku sudah ditahan,” ujarnya dalam video tersebut.
Ia kemudian mempertanyakan kebijakan pemerintah daerah yang dinilai lebih fokus pada pembatasan kegiatan masyarakat.
“Tapi ada yang aneh, ini bupatinya agak laen. Enggak ngerti saya pola pikirnya,” kata Ronald.
Ronald juga menyinggung kasus lain yang menurutnya menunjukkan pola kebijakan serupa.
“Sama seperti dulu di kasus PIP, ada orang ketahuan gelapkan PIP, malah dikasih uang untuk balikin. Gimana coba maling malah dibantu,” ujarnya.
Soroti Surat Edaran Pembatasan Hajatan
Ronald juga menyoroti langkah Bupati Purwakarta yang mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan keramaian dan kewajiban perizinan kegiatan masyarakat.
“Nah dalam kasus pengeroyokan ini, bupatinya malah mengeluarkan surat edaran untuk membatasi keramaian, harus ada perizinan dan lain-lain. Kok jadi aneh, kenapa keramaian yang diurus?” ujarnya.
Ia menilai kebijakan tersebut justru menambah beban birokrasi masyarakat.
“Harusnya bupati melindungi warganya dari kelakuan kriminal seperti ini. Bikin surat edaran yang lebih tegas kalau ada kejadian seperti itu harus tindakan hukum,” lanjutnya.
Ronald juga menyebut adanya potensi persoalan dalam penerapan izin kegiatan.
“Ini malah warganya yang dibatasi, harus minta izin sana-sini, malah jadi tambahan birokrasi. Kalau saya lihat ini ada potensi pungli,” ujarnya.
Imbauan kepada Kepala Daerah
Dalam videonya, Ronald juga menyampaikan imbauan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia.
“Doaku ke semua kepala daerah se-Nusantara, lindungilah warga kalian dari kezoliman. Permudah hidup mereka, jangan dipersulit. Jika warga dalam kesulitan, bantulah pakai hati,” katanya.
Kasus Pengeroyokan di Purwakarta
Sebelumnya, seorang pria bernama Dadang (58) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di sebuah hajatan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta.
Menurut keterangan keluarga, kejadian bermula saat sekelompok orang datang dan meminta uang tambahan kepada tuan rumah hajatan.
“Awalnya dikasih, tapi mereka kembali lagi dan minta sampai Rp500 ribu,” ujar Asep Wahyu, adik korban.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










