bukamata.id – Sejumlah siswa SMP di SMPN 1 Dayeuhkolot dikabarkan mengembalikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citeureup. Makanan tersebut diduga berbau tidak sedap dan tidak layak konsumsi.
Insiden ini kemudian menjadi perhatian publik setelah video dan laporan kejadian beredar luas di lingkungan sekolah dan media sosial.
Temuan Awal: Sebagian Makanan Diduga Basi
Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, menyampaikan bahwa hasil pengecekan sementara menunjukkan kondisi makanan tidak seragam. Sebagian menu ditemukan dalam kondisi kurang layak, sementara sebagian lainnya masih aman untuk dikonsumsi.
“Memang ada yang berbau seperti sudah basi, tapi ada juga yang masih aman,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, terdapat perbedaan kualitas pada beberapa kelompok produksi makanan, sehingga hanya sebagian paket yang mengalami penurunan kualitas.
Didistribusikan ke Sejumlah Sekolah
Program Makan Bergizi Gratis tersebut tidak hanya disalurkan ke satu sekolah, tetapi juga ke beberapa titik pendidikan lainnya. Total penerima meliputi dua SMP, tiga SD, serta beberapa TK dan posyandu di wilayah sekitar.
Namun, karena kualitas makanan dipertanyakan, sebagian besar paket dilaporkan tidak dikonsumsi dan dikembalikan ke pihak SPPG Citeureup.
Belum Ada Laporan Keracunan
Hingga saat ini, belum ditemukan laporan adanya siswa yang mengalami keracunan akibat konsumsi makanan tersebut. Meski demikian, pihak terkait tetap melakukan evaluasi terhadap distribusi dan kualitas makanan.
Menu yang dibagikan terdiri dari nasi, ayam berbumbu, sayuran seperti wortel dan mentimun, serta buah melon.
Keluhan Siswa Soal Bau Makanan
Keluhan juga muncul dari para siswa yang menerima paket makanan tersebut. Dalam sebuah video yang beredar, salah satu siswa menyebut aroma makanan tidak sedap.
“MBG-nya bau kelek,” ujar seorang siswa dalam video yang viral tersebut.
Evaluasi Program Pemenuhan Gizi
Program Makan Bergizi Gratis sejatinya bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi pelajar. Namun, kejadian ini menjadi perhatian karena kualitas kesegaran makanan dinilai perlu pengawasan lebih ketat.
Pihak terkait diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh agar distribusi makanan bergizi dapat berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan keluhan di lapangan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









