Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Kamis, 15 Oktober 2026 17:32 WIB

Belum Menang dalam 4 Laga, Garudayaksa FC Punya Misi Penting Lawan Arema FC

Kamis, 15 Oktober 2026 17:24 WIB

Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

Kamis, 15 Oktober 2026 16:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI
  • Belum Menang dalam 4 Laga, Garudayaksa FC Punya Misi Penting Lawan Arema FC
  • Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga
  • Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI
  • Perbup Tak Kunjung Terbit, Ketua FPP dan PKB KBB Pertanyakan Komitmen Bupati Jeje
  • Bikin Geram! Bali Krisi Bensin: Antrean SPBU Mengular, Pasar Gelap Digital Merajalela!
  • Dua Terduga Pencuri Motor di Jalan Japati Bandung Ditangkap, Polisi Temukan Narkotika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Warga Cigondewah Hilir Rasakan Manfaat Program Saku Bedas dari Dadang Supriatna

By Putra JuangSabtu, 24 Agustus 2024 19:02 WIB4 Mins Read
Siti Kulsum Penerima Manfaat Program Saku Bedas. (Foto: Orcapada)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Siti Kulsum menjadi salah satu dari sekian banyak nasabah di Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung penerima manfaat dari program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan yang digulirkan Bupati Bandung, Dadang Supriatna.

Siti mengaku, awalnya dia merupakan korban dari praktik pinjaman berbunga tinggi atau rentenir.

“Dulu saya korban Bank Emok. Setelah itu saya lihat ada program Pak Bupati, tapi taunya bukan dari kelurahan, dulu taunya dari BPR Kerta Raharja,” ucap Siti saat ditemui, Sabtu (24/8/2024).

Setelah mendapatkan informasi terkait program tersebut, Siti pun kemudian melakukan pengajuan untuk keluarganya. Tak hanya itu, dirinya juga menyebarkan informasi tersebut kepada warga lainnya.

“Dulu ngajuinnya cuman sekeluarga, karena cicilannya bagus, saya langsung nyebarin ke masyarakat dan alhamdulillah sekarang udah tersebar,” ungkapnya.

Siti mengatakan, saat ini dirinya diberi kepercayaan oleh BPR Kerta Raharja untuk mengelola dana sekitar 50 nasabah.

“Saya ngelola udah sampe 50an nasabah, sama saya juga dipercaya oleh BPR Kerta Raharja untuk mengolektifkan uang-uang para nasabah. Yang dikelola saya 50an orang, yang dikelola sama Desa kurang tau,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Bandung Gratiskan Sertifikat Tanah untuk Masjid dan Madrasah, Target 10 Ribu Lokasi

Siti mengaku, program yang digulirkan Dadang Supriatna ini sangat bermanfaat bagi warga di Kecamatan Margaasih khususnya Cigondewah Hilir.

“Alhamdulillah, dana bergulir dari Bapak Bupati sangat-sangat bermanfaat untuk warga Cigondewah Hilir khususnya, umumnya mungkin untuk warga Kabupaten Bandung,” imbuhnya.

“Pertama ga ada bunga sama ga ada anggunan, sama pelayanan bank penyalur seperti BPR Kerta Raharja bagus banget. Persyaratan untuk ngajuin itu (Dana Bergulir) juga melalui Desa, Desa Cigondewah Hilir juga bagus banget,” tambahnya.

Siti mengatakan, dirinya sudah hampir 6 tahun berjualan nasi kuning. Namun, setelah diberi dana oleh Dadang Supriatna, dirinya memulai untuk memproduksi dasi siswa sekolah.

“Sebelumnya saya cuman kuli (buruh), karena sudah ketemu Pak Bupati pas Rembug Bedas, awalnya dikasih dua juta, setelah ketemu Pak Bupati saya ngusulin buat semua (nasabah) pengen ditambah, alhamdulillah Pak Bupati nambah 100% jadi empat juta,” terangnya.

“Alhamdulillah saya bisa beli kain sendiri, bisa bordir, bisa jait sendiri dan jual sendiri. Alhamdulillah keuntungannya nambah, manfaatnya saya bisa nambah-nambah untuk biaya anak sekolah sareng pesantren. Saya pagi-pagi jualan nasi kuning, setelah itu produksi jait dasi sekolah,” lanjutnya.

Baca Juga:  BPBD Jabar Tinjau Lokasi Banjir di Kabupaten Bandung, Tanggul Sungai Cisunggala Jebol

Siti pun mengucapkan terima kasih kepada Dadang Supriatna yang telah menggulirkan program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan yang saat ini banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Besar sekali manfaatnya, karena membantu banget. Ga ada sih kekurangannya mah, dari pelayanan bagus, pelayanan bank, pelayanan kelurahan (Cigondewah Hilir) itu bagus,” ungkapnya.

Siti pun berharap, program ini terus bergulir di kepimpinan Dadang Supriatna Jilid II nanti.

“Mudah-mudahan Pak Bupati terus lanjut, program ini juga terus diperpanjang,” tandasnya.

Untuk diketahui, Bupati Bandung, Dadang Supriatna menunjukkan keseriusannya meberantas praktik bank emok. Untuk mendukung usaha masyarakat, program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan dengan anggaran Rp70 miliar digulirkan.

Dadang mengatakan, inovasi program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan yang diberi nama Saku Bedas ini dihadirkan untuk mensejahterakan masyarakat.

Baca Juga:  Bunda-Bunda Wajib Tahu, Ini Dia Jadwal PPDB Jenjang TK dan SD di Kabupaten Bandung

“Adanya program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan ini karena ada bank emok yang merusak karakter masyarakat,” ucap Dadang, Rabu (31/1/2024).

Dalam program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan itu, pada tahap awal pemerintah memberikan pinjaman Rp2 juta. Jika para pelaku UMKM ada kemajuan, maka pinjaman bisa dinaikkan menjadi Rp5 juta.

“Bahkan, bisa mencapai Rp500 juta per orang melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURD). Bunganya 4 persen per tahun, dari pada masyarakat pinjam ke pinjaman online atau bank emok dengan bunga 28 persen per bulan,” ujarnya.

Dadang berharap, ada pengembangan koperasi melalui kegiatan usaha atau produksi, sehingga koperasi bisa jadi offtaker. Begitu pelaku UMKM yang bergabung di koperasi dan kemudian produksinya ditampung di koperasi dan koperasi yang menjual produksinya.

“Ini akan lebih bagus. Anggota koperasi yang membutuhkan modal, bisa kerja sama dengan BPR Kerta Raharja atau BJB,” imbuhnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dadang Supriatna Kabupaten Bandung Pemkab Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI

Perbup Tak Kunjung Terbit, Ketua FPP dan PKB KBB Pertanyakan Komitmen Bupati Jeje

Bikin Geram! Bali Krisi Bensin: Antrean SPBU Mengular, Pasar Gelap Digital Merajalela!

Dua Terduga Pencuri Motor di Jalan Japati Bandung Ditangkap, Polisi Temukan Narkotika

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.