bukamata.id – Persoalan darurat minuman keras (miras) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggema sejak beberapa waktu lalu.
Bahkan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya penertiban peredaran miras atau minuman beralkohol di DIY.
Lantas, bagaimana pengaruh miras terhadap kesehatan fisik dan mental? Serta bagaimana pandangannya dalam Islam? Berikut penjelasnnya.
Dilansir dari laman NU Online, Sabtu (2/11/2024), mengonsumsi khamr atau miras dikategorikan sebagai perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan dalam Islam. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung”. (QS Al-Maidah: 90).
Larangan ini bukan tanpa alasan. Miras tidak hanya merusak kesehatan fisik, namun juga merusak akhlak dan hubungan sosial. Banyak keburukan yang timbul sebab miras, seperti tindakan kekerasan, pelecehan seksual dan pertikaian yang terjadi akibat penyalahgunaan minuman keras.
Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI menyebutkan 10 dampak negatif alkohol bagi kesehatan, yaitu:
- Menyebabkan kerusakan saraf.
- Menyebabkan gangguan jantung.
- Mengganggu sistem metabolisme tubuh.
- Mengganggu sistem reproduksi.
- Menurunkan kecerdasan.
- Menyebabkan kenaikan berat badan.
- Mengganggu fungsi hati.
- Menyebabkan tekanan darah tinggi.
- Menyebabkan ketidaknyamanan dalam tubuh.
- Memperpendek usia seseorang.
Bahaya alkohol yang terkandung dalam miras tidak hanya mempengaruhi pikiran, tetapi juga fisik penggunanya. Karena itu, perlu ada pembatasan dalam penggunaannya agar tidak membuat kecanduan alkohol dan membahayakan organ tubuh.
Dampak buruk dari minuman keras bagi kesehatan
1. Menyebabkan penyusutan otak
Studi berjudul Alcohol and The Brain yang terbit pada Journal Nutrients menemukan bahwa dalam jangka panjang, selain memengaruhi memori dan waktu tidur, minuman keras juga dapat menyebabkan penyusutan otak, dan hilangnya materi abu-abu serta putih pada otak.
Materi abu-abu adalah area di mana pengolahan informasi terjadi, seperti penglihatan, pendengaran, memori, emosi, dan kendali otot. Sementara materi putih untuk membentuk jalur komunikasi antara berbagai bagian otak dan juga menghubungkan otak dengan bagian-bagian tubuh lainnya.
2. Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular
Penelitian Alcohol’s Effects on The Cardiovascular Sytem yang terbit pada Alcohol Research menemukan terdapat hubungan antara kebiasaan minum alkohol dan penyakit kardiovaskular. Contohnya seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, penyakit arteri perifer, dan kardiomiopati.
3. Menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan
Studi berjudul Alcohol’s Role in Gastrointestinal Tract Disorders yang terbit pada Alcohol Health and Research World menemukan, gangguan pencernaan akibat minuman keras dan kerusakan mukosa pada saluran pencernaan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti mual, muntah, perasaan kenyang, perut kembung, dan sakit perut.
Alkohol juga mengiritasi usus kecil dan usus besar, di mana ia dipecah dan diserap lebih lanjut. Hal ini dapat mempengaruhi kecepatan normal pergerakan makanan, sehingga muncul masalah pencernaan.
4. Bahaya untuk pankreas
Bahayanya termasuk kekurangan vitamin, karena malabsorbsi dan asupan makanan yang buruk. Konsumsi alkohol kronis dapat berkontribusi terhadap berkembangnya pankreatitis (peradangan pembuluh darah pankreas).
5. Peningkatan risiko terkena kanker
Minuman keras berpotensi menyebabkan kanker payudara, hati, esofagus, kepala dan leher, kolorektal. Bukti yang muncul juga menunjukkan peningkatan risiko melanoma, prostat, dan kanker pankreas.
6. Memengaruhi kesehatan tulang
Alkohol menyebabkan lonjakan kadar asam urat dalam tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan tulang serta jaringan sekitarnya. Kondisi ini membuat tulang lebih rentan terhadap kerusakan atau patah akibat peradangan serta kerusakan jaringan.
7. Menimbulkan berbagai penyakit terkait hati
Hati adalah organ yang kuat, tetapi tidak dapat mengimbangi efek jangka panjang dari penggunaan minuman keras. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko hati berlemak, hepatitis, sirosis, bahkan kanker hati.
Dampak miras bagi kesehatan fisik
Dampak buruk dari miras pada badan, dijelaskan oleh Muhammad Syekh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Miras dapat membahayakan otak dan syaraf.
قَالَ أَبْقَرَاطُ فِي أَثْنَاءِ كَلَامِهِ فِي الْأَمْرَاضِ الْحَادَّةِ ضَرَرُ الْخَمْرَةِ بِالرَّأْسِ شَدِيْدٌ لِأَنَّهُ يَسْرَعُ الْاِرْتِفَاعُ إِلَيْهِ وَيَرْتَفِعُ بِارْتِفَاعِهِ الْأَخْلَاطُ الَّتِي تَعْلُو فِي الْبَدَنِ وَهُوَ كَذَلِكَ يَضُرُّ بِالذِّهْنِ وَقَالَ صَاحِبُ الْكَامِلِ إِنَّ خَاصِيَّةَ الشَّرَابِ الْإِضْرَارُ بِالدِّمَاغِ وَالْعَصْبِ
Artinya, “Saat berbicara tentang penyakit akut, Hippocrates berkata: ‘Bahaya khamr bagi kepala sangat parah. Karena pengaruhnya cepat naik di kepala. dan itu meningkatkan kadar cairan dalam tubuh, dan juga membahayakan pikiran’. Penulis Al-Kamil berkata: ‘Khasiat minuman beralkohol adalah merusak otak dan syaraf’.” (At-Thibbun Nabawi, [Beirut: Darul Kitab Al-Arabi, 1990], juz I, halaman 138).
Dampak miras pada kehidupan sosial
Dampak buruk dari miras, tidak hanya pada kesehatan fisik dan agama. Dosa-dosa sosial juga dapat terjadi akibat miras. Sebagaimana dalam kisah di atas, miras dapat mengakibatkan terjadinya perzinaan dan pembunuhan.
Imam Al-Wahidi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa khamr dapat mengakibatkan terjadinya banyak dosa, termasuk dosa sosial, seperti pertikaian, saling caci maki, ucapan kotor dan kebohongan.
قُلْ فِيْهِمَا إِثْمٌ كَبِيْرٌ)، يَعْنِي الْإِثْمَ بِسَبَبِهِمَا لِمَا فِيْهِمَا مِنَ الْمُخَاصَمَةِ وَالْمُشَاتَمَةِ وَقَوْلِ الْفُحْشِ وَالزُّوْرِ وَغَيْرِ ذَلِكَ
Artinya, “(Katakanlah: ‘Ada dosa besar pada judi dan khamer’). Artinya, dosa yang disebabkan judi dan khamr, karena keduanya menyebabkan terjadi pertengkaran, hinaan, ucapan kotor, dusta, dan lain-lain.” (Tafsir Al-Wajiz, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1994], juz I, halaman 57).
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











