Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Minggu, 14 Juni 2026 17:35 WIB

Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?

Minggu, 14 Juni 2026 16:27 WIB

Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini

Minggu, 14 Juni 2026 15:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada Virus Nipah, Kemenkes RI Ingatkan Warga Hindari Konsumsi Buah Ini

By Aga GustianaSelasa, 27 Januari 2026 17:53 WIB3 Mins Read
Virus Nipah. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meningkatnya laporan kasus virus Nipah di India mendorong Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama terkait konsumsi buah yang berpotensi terkontaminasi.

Salah satu imbauan utama yang disampaikan adalah larangan mengonsumsi buah yang menunjukkan bekas gigitan hewan liar, khususnya kelelawar.

“Tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar,” demikian keterangan pers yang disampaikan Juru Bicara Kemenkes, Widyawati pada Selasa (27/1/2026).

Selain itu, Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan lain guna meminimalkan risiko penularan virus Nipah. Imbauan tersebut mencakup kebiasaan mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, menghindari kontak langsung dengan hewan yang diduga terinfeksi, serta menjaga daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat.

Masyarakat juga dianjurkan rutin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan tetap aktif secara fisik. Bagi pelaku perjalanan yang berkunjung ke India atau negara lain yang melaporkan kasus virus Nipah, Kemenkes menyarankan agar mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan otoritas setempat.

Baca Juga:  Lakukan Uji Coba Nyamuk Wolbachia di Lima Kota, Kemenkes Gelontorkan Dana Rp16 Miliar

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, penurunan kesadaran, atau kejang dalam waktu hingga 14 hari setelah kepulangan dari wilayah terjangkit, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan pemantauan situasi global serta laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 23 Januari 2026 tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di wilayah West Bengal, India. Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban meninggal dunia.

Di sisi lain, Kemenkes menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi aman.

Baca Juga:  Kemenkes Imbau Pemangku Kepentingan Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Virus Nipah

“Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia,” ujar Widyawati dalam keterangan tersebut.

Langkah Antisipasi Pemerintah

Widyawati juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dan terus dilakukan pemerintah dalam menyikapi perkembangan kasus Nipah di India. Salah satunya adalah pemantauan intensif terhadap situasi global melalui kanal resmi maupun media monitoring.

Selain itu, Kemenkes telah menerbitkan notifikasi peringatan dini atau disease alert terkait virus Nipah yang dapat diakses melalui laman infeksiemerging.kemkes.go.id. Pengawasan juga diperketat terhadap orang, barang, dan alat angkut yang berasal, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari negara atau wilayah yang melaporkan kasus Nipah.

Setiap pelaku perjalanan internasional yang kembali ke Indonesia diwajibkan melapor melalui aplikasi All Indonesia. Mekanisme ini bertujuan menjaring pelaku perjalanan yang bergejala atau memiliki riwayat kunjungan ke negara terjangkit untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan dan anamnesis lanjutan.

Baca Juga:  Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying

Di tingkat daerah dan fasilitas kesehatan, Kemenkes meningkatkan pemantauan dan deteksi dini melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), Public Health Emergency Operation Center (PHEOC), serta Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES).

Upaya lainnya mencakup peningkatan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di rumah sakit, penyebaran materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) seperti FAQ, poster, dan pedoman teknis, serta penguatan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan.

Deteksi ini difokuskan pada individu yang menunjukkan gejala mengarah ke virus Nipah dan memiliki faktor risiko, seperti riwayat perjalanan dari India dalam 14 hari terakhir, kontak dengan hewan terinfeksi, atau konsumsi produk seperti nira atau aren mentah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

buah gigitan kelelawar imbauan kesehatan Kemenkes RI Penyakit Menular virus nipah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.