Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cari Hotel Murah di Bandung? 4 Penginapan Ini Tarifnya di Bawah Rp300 Ribu

Selasa, 22 September 2026 03:00 WIB

Bukan Cuma Kota Pabrik! Ini 8 Wisata Hidden Gems di Bekasi yang Bikin Pikiran Kembali Fresh

Selasa, 22 September 2026 02:00 WIB
Ilustrasi kuliner Cirebon.

Liburan ke Cirebon? Jangan Lewatkan 9 Destinasi Wisata Kuliner Legendaris Ini, Dijamin Ketagihan!

Selasa, 22 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cari Hotel Murah di Bandung? 4 Penginapan Ini Tarifnya di Bawah Rp300 Ribu
  • Bukan Cuma Kota Pabrik! Ini 8 Wisata Hidden Gems di Bekasi yang Bikin Pikiran Kembali Fresh
  • Liburan ke Cirebon? Jangan Lewatkan 9 Destinasi Wisata Kuliner Legendaris Ini, Dijamin Ketagihan!
  • Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub
  • Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba
  • Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang
  • Isu Karim Benzema hingga Kebutuhan Lini Depan, Begini Respons Tegas Pelatih Persib Bandung
  • Jejak Dakwah Syekh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram yang Tutup Usia Usai Lantunkan Azan Fajar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada Virus Nipah, Kemenkes RI Ingatkan Warga Hindari Konsumsi Buah Ini

By Aga GustianaSelasa, 27 Januari 2026 17:53 WIB3 Mins Read
Virus Nipah. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meningkatnya laporan kasus virus Nipah di India mendorong Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama terkait konsumsi buah yang berpotensi terkontaminasi.

Salah satu imbauan utama yang disampaikan adalah larangan mengonsumsi buah yang menunjukkan bekas gigitan hewan liar, khususnya kelelawar.

“Tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar,” demikian keterangan pers yang disampaikan Juru Bicara Kemenkes, Widyawati pada Selasa (27/1/2026).

Selain itu, Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan lain guna meminimalkan risiko penularan virus Nipah. Imbauan tersebut mencakup kebiasaan mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, menghindari kontak langsung dengan hewan yang diduga terinfeksi, serta menjaga daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat.

Masyarakat juga dianjurkan rutin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan tetap aktif secara fisik. Bagi pelaku perjalanan yang berkunjung ke India atau negara lain yang melaporkan kasus virus Nipah, Kemenkes menyarankan agar mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan otoritas setempat.

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, penurunan kesadaran, atau kejang dalam waktu hingga 14 hari setelah kepulangan dari wilayah terjangkit, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan pemantauan situasi global serta laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 23 Januari 2026 tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di wilayah West Bengal, India. Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban meninggal dunia.

Di sisi lain, Kemenkes menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi aman.

“Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia,” ujar Widyawati dalam keterangan tersebut.

Langkah Antisipasi Pemerintah

Widyawati juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dan terus dilakukan pemerintah dalam menyikapi perkembangan kasus Nipah di India. Salah satunya adalah pemantauan intensif terhadap situasi global melalui kanal resmi maupun media monitoring.

Selain itu, Kemenkes telah menerbitkan notifikasi peringatan dini atau disease alert terkait virus Nipah yang dapat diakses melalui laman infeksiemerging.kemkes.go.id. Pengawasan juga diperketat terhadap orang, barang, dan alat angkut yang berasal, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari negara atau wilayah yang melaporkan kasus Nipah.

Setiap pelaku perjalanan internasional yang kembali ke Indonesia diwajibkan melapor melalui aplikasi All Indonesia. Mekanisme ini bertujuan menjaring pelaku perjalanan yang bergejala atau memiliki riwayat kunjungan ke negara terjangkit untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan dan anamnesis lanjutan.

Di tingkat daerah dan fasilitas kesehatan, Kemenkes meningkatkan pemantauan dan deteksi dini melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), Public Health Emergency Operation Center (PHEOC), serta Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES).

Upaya lainnya mencakup peningkatan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di rumah sakit, penyebaran materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) seperti FAQ, poster, dan pedoman teknis, serta penguatan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan.

Deteksi ini difokuskan pada individu yang menunjukkan gejala mengarah ke virus Nipah dan memiliki faktor risiko, seperti riwayat perjalanan dari India dalam 14 hari terakhir, kontak dengan hewan terinfeksi, atau konsumsi produk seperti nira atau aren mentah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor

Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership

RS Premier Bintaro Gunakan Robotic Navigation untuk Bedah Tulang Belakang Lebih Presisi

Investasi Rp800 Miliar Pasar Baru Bandung Ditinjau Ulang, Pemkot Buka Opsi Investor Baru

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.