Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!

Sabtu, 7 November 2026 08:49 WIB

Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!

Sabtu, 7 November 2026 08:01 WIB

Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus

Sabtu, 7 November 2026 07:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
  • Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus
  • BSU 2026 Rp900 Ribu Cair Kapan? Cek Syarat Gaji UMK dan Cara Validasi Data via JMO
  • Dicari Warganet! Link Video Viral ‘Hampir 10 Menit’ Karyawan HWI Jepara, Asli atau Hoaks?
  • Bocor di TikTok dan X, Isu Video Egar dan Fina Banyuwangi Akhirnya Terbongkar!
  • Resmi dari Kemnaker! BSU 2026 Rp900 Ribu Disalurkan Lewat Himbara dan Pos
  • Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada Virus Nipah, Kemenkes RI Ingatkan Warga Hindari Konsumsi Buah Ini

By Aga GustianaSelasa, 27 Januari 2026 17:53 WIB3 Mins Read
Virus Nipah. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meningkatnya laporan kasus virus Nipah di India mendorong Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama terkait konsumsi buah yang berpotensi terkontaminasi.

Salah satu imbauan utama yang disampaikan adalah larangan mengonsumsi buah yang menunjukkan bekas gigitan hewan liar, khususnya kelelawar.

“Tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar,” demikian keterangan pers yang disampaikan Juru Bicara Kemenkes, Widyawati pada Selasa (27/1/2026).

Selain itu, Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan lain guna meminimalkan risiko penularan virus Nipah. Imbauan tersebut mencakup kebiasaan mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, menghindari kontak langsung dengan hewan yang diduga terinfeksi, serta menjaga daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat.

Masyarakat juga dianjurkan rutin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan tetap aktif secara fisik. Bagi pelaku perjalanan yang berkunjung ke India atau negara lain yang melaporkan kasus virus Nipah, Kemenkes menyarankan agar mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan otoritas setempat.

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, penurunan kesadaran, atau kejang dalam waktu hingga 14 hari setelah kepulangan dari wilayah terjangkit, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan pemantauan situasi global serta laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 23 Januari 2026 tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di wilayah West Bengal, India. Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban meninggal dunia.

Di sisi lain, Kemenkes menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi aman.

“Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia,” ujar Widyawati dalam keterangan tersebut.

Langkah Antisipasi Pemerintah

Widyawati juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dan terus dilakukan pemerintah dalam menyikapi perkembangan kasus Nipah di India. Salah satunya adalah pemantauan intensif terhadap situasi global melalui kanal resmi maupun media monitoring.

Selain itu, Kemenkes telah menerbitkan notifikasi peringatan dini atau disease alert terkait virus Nipah yang dapat diakses melalui laman infeksiemerging.kemkes.go.id. Pengawasan juga diperketat terhadap orang, barang, dan alat angkut yang berasal, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari negara atau wilayah yang melaporkan kasus Nipah.

Setiap pelaku perjalanan internasional yang kembali ke Indonesia diwajibkan melapor melalui aplikasi All Indonesia. Mekanisme ini bertujuan menjaring pelaku perjalanan yang bergejala atau memiliki riwayat kunjungan ke negara terjangkit untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan dan anamnesis lanjutan.

Di tingkat daerah dan fasilitas kesehatan, Kemenkes meningkatkan pemantauan dan deteksi dini melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), Public Health Emergency Operation Center (PHEOC), serta Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES).

Upaya lainnya mencakup peningkatan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di rumah sakit, penyebaran materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) seperti FAQ, poster, dan pedoman teknis, serta penguatan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan.

Deteksi ini difokuskan pada individu yang menunjukkan gejala mengarah ke virus Nipah dan memiliki faktor risiko, seperti riwayat perjalanan dari India dalam 14 hari terakhir, kontak dengan hewan terinfeksi, atau konsumsi produk seperti nira atau aren mentah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun

CPNS

Resmi! Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS 2026 Mulai November

Bukan Orang Sembarangan! Rahasia Gadis Bukittinggi Ini Disegani Para Syekh Besar Universitas Al-Azhar

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.