Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Banjir Item Gratis! Buruan Buru Kode Redeem FF Hari Ini 9 Agustus 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem Free Fire 9 Agustus 2026 Hari Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 01:00 WIB

FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 21:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Banjir Item Gratis! Buruan Buru Kode Redeem FF Hari Ini 9 Agustus 2026
  • Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem Free Fire 9 Agustus 2026 Hari Ini
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
  • Kedatangan Danijel Loncar Bikin Skuad Asing Persib Over kapasitas, Siapa Bakal Terdepak?
  • Ternyata Cuma Hakim Garis? Terbongkar Siapa Wasit Oman yang ‘Rampok’ Tiket Semifinal Garuda!
  • Geger Kasus Anak ODGJ Bunuh Ibu Kandung di Kuningan, Jasad Korban Dievakuasi dari Sumur
  • Perkuat Sektor Pertahanan, Persib Bandung Resmi Datangkan Danijel Loncar
  • Imbas Kebakaran di Alun-alun Surya Kencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Total!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 9 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wujudkan Sekolah Inklusif, KBB Targetkan Seluruh Proyek Renovasi 2026 Ramah Disabilitas

By Aga GustianaKamis, 15 Januari 2026 19:20 WIB3 Mins Read
siswa
Ilustrasi siswa. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan terobosan dalam proyek perbaikan infrastruktur pendidikan. Tak sekadar memperbaiki atap yang bocor atau dinding yang retak, Pemkab KBB kini mewajibkan standar pembangunan gedung sekolah yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Salah satu implementasi nyata yang mulai terlihat adalah pemasangan guiding block atau ubin pemandu di sepanjang lorong sekolah menuju ruang kelas. Langkah ini diambil untuk memastikan aksesibilitas bagi siswa maupun tenaga pendidik yang memiliki kebutuhan khusus.

Inovasi Fasilitas Tanpa Batas

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan bahwa visi pendidikan di wilayahnya harus mencakup semua kalangan tanpa terkecuali. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siapa saja.

“Sarana ramah disabilitas, akan kami terapkan di semua sekolah di Bandung Barat, kita sediakan fasilitas seperti itu,” ungkap Jeje saat ditemui, Kamis (15/1/2026).

Jeje menambahkan, skema ini sebenarnya sudah mulai diuji coba pada beberapa proyek rehabilitasi di tahun 2025. Salah satu contoh suksesnya adalah SMP Negeri 1 Cisarua yang kini telah memiliki akses jalan yang memadai bagi tunanetra.

“Seperti di SMP Negeri 1 Cisarua, jalan-jalan menuju ruang kelas sudah dipasang guiding block. Selanjutnya di tahun ini akan diterapkan kalau bisa di semua sekolah di Bandung Barat,” kata Jeje.

Evaluasi 2025 dan Target Anggaran 2026

Berdasarkan data capaian tahun lalu, Pemkab Bandung Barat telah berhasil memulihkan 98 ruang kelas di tingkat SD dan SMP dengan berbagai kategori kerusakan. Keberhasilan ini akan diteruskan tahun ini dengan alokasi dana sebesar Rp25 miliar.

Meski angka anggaran sudah dipatok, Jeje menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan kalkulasi mendetail mengenai jumlah sekolah yang bisa dijangkau, mengingat faktor geografis wilayah KBB yang beragam.

“Alokasi anggaran sendiri ini Rp25 miliar, untuk ruang kelasnya kita masih menghitung. Karena jarak sekolah juga cukup mempengaruhi juga. Jadi kerusakan itu ada yang rusak berat, sedang dan ringan, yang kemarin kita perbaiki rata-rata itu rusak berat,” papar Jeje.

Standar Baru Pembangunan Sekolah

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Asep Dendih, menyatakan bahwa fasilitas ramah disabilitas kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan standar wajib dalam setiap proyek renovasi.

“Jadi pada perbaikan sekolah di tahun ini juga akan menerapkan hal yang sama, yakni pemasangan guiding block di sekolah-sekolah yang akan diperbaiki nanti,” jelas Asep.

Asep juga menekankan bahwa dana Rp25 miliar tersebut akan digunakan secara efisien. Selain untuk perbaikan fisik bangunan dan fasilitas disabilitas, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk pengadaan mebeler seperti bangku sekolah baru.

“Jumlah Rp25 miliar itu nantinya bukan hanya perbaikan infrastruktur, tapi juga bangku sekolah dan kebutuhan mendesak lainnya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat Berita KBB Disdik KBB Guiding Block Infrastruktur Pendidikan Jeje Ritchie Ismail Sekolah Ramah Disabilitas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Kasus Anak ODGJ Bunuh Ibu Kandung di Kuningan, Jasad Korban Dievakuasi dari Sumur

Imbas Kebakaran di Alun-alun Surya Kencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Total!

Izin Praktik Dicabut Total, Dokter Bedah Ini Lakukan ‘Kesalahan Terburuk dalam Sejarah Kedokteran’

Buka Semarak Budaya di Bandung, Ledia Hanifa Dorong Angklung Lebih Inovatif dan Mendunia

Indonesia dan Malaysia Bersatu Desak Dunia Hentikan Tindakan Israel di Al-Aqsa

Dendam Dipendam Berhari-hari, Fajar Nekat Bantai Tetangga di Depan Gerbang Masjid

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Perdana di Kota Kembang, Gerai Busana Muslim Syareeva Resmi Beroperasi dengan Aturan Khusus Wanita
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.