bukamata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengimbau masyarakat mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas pada akhir pekan ini. Sejumlah ruas jalan di Kota Bandung akan terdampak kegiatan lari berskala nasional yang digelar pada Sabtu dan Minggu, 19–20 September 2026.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 15.000 peserta. Sebanyak 70 persen di antaranya diperkirakan berasal dari luar Kota Bandung, sehingga berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat di sejumlah ruas jalan.
Meski demikian, Farhan memastikan ruas jalan yang menjadi bagian dari rute kegiatan tidak akan ditutup secara total. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan dengan sistem buka-tutup agar akses kendaraan tetap berjalan.
“Enggak, enggak ditutup, buka-tutup. Buka-tutup, bagaimanapun juga tidak mungkin Kota Bandung itu bisa mensterilkan sebuah jalur. Tapi buka-tutup,” ujar Farhan saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Kamis (17/9/2026).
Farhan mengatakan, pengaturan lalu lintas menjadi penting karena kegiatan berlangsung sejak pagi hari ketika aktivitas masyarakat di Kota Bandung sudah mulai meningkat.
Pada Sabtu, pengaturan lalu lintas diperkirakan berlangsung sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Sementara pada Minggu, pengaturan dimulai sekitar pukul 04.00 hingga 08.00 WIB.
“Sabtu-Minggu Kota Bandung sudah sibuk dari subuh, itu sebabnya pengaturan jalur, pengamanan jalur menjadi sangat penting,” katanya.
Sejumlah Jalan Diminta Diantisipasi
Farhan menyebut sejumlah ruas jalan yang berpotensi terdampak selama kegiatan berlangsung. Masyarakat yang hendak melintas di kawasan tersebut diminta menyesuaikan perjalanan dan mengantisipasi adanya pengaturan lalu lintas.
Ruas jalan tersebut di antaranya Jalan Merdeka, Jalan Banda, Jalan Wastukencana, Jalan Pajajaran, Jalan Cicendo, Jalan R.E. Martadinata, Jalan Dago, Jalan Diponegoro, Jalan Supratman, Jalan Cihampelas, kawasan Cicaheum, Jalan Kiaracondong, Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia Afrika, Jalan Sudirman, hingga Gardujati.
“Jalan yang harus diperhatikan oleh warga: pertama adalah Jalan Merdeka, Banda, Wastu Kencana, Pajajaran, Cicendo, R.E. Martadinata, Dago, Diponegoro, Supratman, Cihampelas, eh, Cicaheum, Kiaracondong, Gatot Subroto, Asia Afrika, Gardujati, eh, Sudirman ya? Asia Afrika, Sudirman, Gardujati, Pajajaran, dan kembali lagi ke Balai Kota,” ujar Farhan.
“Jadi jalur-jalur yang mesti diperhatikan yang mungkin akan terpengaruh selama hari Sabtu dan Minggu mulai jam 4 pagi sampai jam 8 pagi,” lanjutnya.
Farhan mengatakan, setelah sekitar pukul 08.00 WIB, pengaturan akibat kegiatan tersebut diharapkan sudah berakhir sehingga lalu lintas kembali normal.
“Dari jam 8 pagi ke sananya mah udah bebas, enggak ada apa-apa,” katanya.
Pengaturan Melibatkan Petugas Gabungan
Pemkot Bandung akan melibatkan sejumlah unsur untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan dengan baik. Farhan menyebut Dinas Perhubungan, Satpol PP, panitia, camat, hingga lurah di wilayah yang dilalui rute kegiatan akan turut terlibat.
Ia juga meminta para marshal yang bertugas di lapangan untuk menghadapi pengguna jalan dengan sabar ketika terjadi gesekan akibat pengaturan lalu lintas.
“Saya juga titip kepada panitia bahwa para penjaga jalan atau disebut dengan marshal itu harus sabar-sabar menghadapi beberapa pengguna kendaraan yang emosi. Sabar weh udah, mau apa boleh buat,” ujar Farhan.
Menurut Farhan, pengamanan juga akan mendapat dukungan dari kepolisian dan TNI. Pemkot Bandung berharap pengaturan tersebut dapat menekan gangguan terhadap aktivitas warga selama kegiatan berlangsung.
“Kita sekaligus juga melakukan sosialisasi tentang beberapa titik pengalihan jalur yang akan berlangsung di hari Sabtu dan Minggu mulai jam 4 pagi sampai jam 8 pagi. Jadi 4 jam selama 2 hari berturut-turut,” tuturnya.
Farhan mengatakan, kegiatan olahraga berskala besar seperti ini memiliki dampak ekonomi bagi Kota Bandung karena sebagian besar peserta berasal dari luar daerah. Namun, manfaat tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan lalu lintas agar tidak menimbulkan gangguan berlebihan bagi masyarakat.
“Keseimbangannya mesti dijaga, karena setiap penggunaan jalan bersama pasti menimbulkan ketidaknyamanan,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










