Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB

Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib

Rabu, 29 Juli 2026 19:11 WIB

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 18:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
  • Update Penyaluran BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026: Status Terbaru dan Klarifikasi Pemerintah
  • Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Abaikan Imbauan Kemendagri, Dedi Mulyadi Tetap Larang Rapat Dinas di Hotel

By Aga GustianaKamis, 12 Juni 2025 19:52 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Redaksi/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara tegas meminta seluruh jajaran pemerintahan di wilayahnya, mulai dari dinas provinsi hingga kepala daerah kabupaten/kota, untuk menggelar rapat dinas di kantor pemerintahan masing-masing, alih-alih menggunakan hotel atau restoran.

Instruksi ini tetap diberlakukan meskipun Kementerian Dalam Negeri telah memberikan pelonggaran terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintahan di luar kantor, seperti hotel. Menurut Dedi, penggunaan fasilitas milik sendiri jauh lebih efisien dan relevan dengan kondisi keuangan daerah yang harus fokus pada kebutuhan masyarakat.

“Kantor yang ada sudah cukup untuk rapat, toh seluruh keputusan bukan hanya diambil di rapat. Seluruh keputusan diambil di ruang kerja masing-masing,” ujarnya melalui video yang dibagikan di akun Instagram pribadinya, Kamis (12/6/2025).

Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk internal pemerintahan, tetapi juga dalam kegiatan lintas lembaga, seperti rapat bersama DPRD. Dedi menegaskan bahwa efisiensi anggaran menjadi prioritas utama, apalagi dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang lebih urgen di masyarakat.

“Tempat rapat dengan DPR sudah ada di gedung DPR. Uang yang kami arahkan ini adalah uang hasil ngumpulkan dari peristiwa yang tidak penting, kegiatan yang tidak penting untuk menyelesaikan berbagai problem publik,” jelasnya.

Gubernur yang dikenal vokal ini juga mengungkap bahwa anggaran Jawa Barat masih difokuskan untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan dasar yang belum optimal. Ia menyebut beberapa prioritas utama seperti pelunasan tunggakan BPJS, pembangunan infrastruktur, hingga penyediaan fasilitas pendidikan dan perumahan bagi warga kurang mampu.

“Utang BPJS masih Rp 300 miliar lebih, infrastruktur belum selesai semua, anak-anak harus sekolah sampai SMA, jaringan irigasi harus terbangun dengan baik, sanitasi lingkungan harus tertata, rumah rakyat miskin harus terbangun. Seluruh kebutuhan dasar itu bisa dipenuhi kalau kami aparat pemerintah efisien,” tegas Dedi.

Senada dengan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Sumasna, mengonfirmasi bahwa realokasi anggaran kegiatan dinas ke arah yang lebih produktif masih terus berjalan. Ia menyebut hingga kini seluruh organisasi perangkat daerah masih belum diperkenankan menyelenggarakan rapat di hotel ataupun restoran.

“Masih tidak diperbolehkan,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya menyampaikan pentingnya mendukung sektor perhotelan dan restoran yang turut menopang perekonomian nasional melalui agenda MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Ia menilai sektor ini memiliki kontribusi besar terhadap lapangan kerja dan rantai pasok pangan.

“Kurangi boleh, tetapi jangan sama sekali tidak ada. Tetap laksanakan kegiatan di hotel dan restoran. Target betul hotel dan restoran yang kira-kira agak kolaps, buatlah kegiatan di sana supaya mereka bisa hidup,” ucap Tito.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat Kemendagri kepala daerah Larangan Rapat di Hotel
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.