Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya

Minggu, 28 Juni 2026 13:03 WIB

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Minggu, 28 Juni 2026 12:22 WIB

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Minggu, 28 Juni 2026 12:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung
  • Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!
  • Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi
  • Talenta Muda Persib Dilepas Sementara, Zulkifli Lukmansyah Punya Misi Baru
  • Afrika Selatan vs Kanada 32 Besar Piala Dunia 2026: Prediksi Skor dan Line Up Lengkap!
  • Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?
  • Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Adhitia Yudisthira Beberkan Solusi Atasi 7 Persoalan Besar Buruh di Kota Cimahi

By Putra JuangRabu, 1 Mei 2024 20:54 WIB4 Mins Read
Bakal Calon Wali Kota Cimahi 2024, Adhitia Yudisthira. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bakal Calon Wali Kota Cimahi 2024, Adhitia Yudisthira menilai, peringatan Hari Buruh atau May Day yang jatuh setiap 1 Mei menjadi momentum penting untuk memperingati perjuangan para pekerja.

“Semangat buruh ini bukan hanya semangat bekerja atau mengabdi kepada tempat dimana mereka bekerja, tapi lebih kepada semangat pergerakan dan perubahan,” ucap Adhitia, Rabu (1/5/2024).

Berdasarkan hasil interaksinya dengan berbagai lapisan masyarakat, Adhitia mengatakan ada tujuh persoalan besar yang dialami oleh para buruh di Kota Cimahi. Pertama adalah terkait kondisi kerja.

“Banyak para pekerja kurang siap. Seperti jam kerja yang terlalu panjang, lingkungan kerja yang tidak aman dan sebagainya,” ujarnya.

Kedua terkait besaran upah yang tidak mencukupi. Menurutnya, tak sedikit buruh yang menerima upah tidak sesuai upah minimum provinsi (UMP).

“Banyak juga yang menerima upah itu tidak sesuai dengan UMP, terus kemudian upahnya juga kurang dibawah standar, tidak cukup untuk kegiatan sehari-hari,” ungkapnya.

Ketiga soal kurangnya peluang kerja. Adhitia menilai, banyaknya jumlah pengangguran di Kota Cimahi lantaran kurangnya peluang kerja.

Baca Juga:  DBD Ancam Peserta Didik, Dinkes Kota Cimahi Minta Sekolah Lakukan PSN

“Tingkat pengangguran yang sampai 30 ribu orang lebih di Kota Cimahi akibat dari kurangnya lapangan kerja, tidak match nya lapangan kerja dengan kemampuan keterampilan dari masyarakat Cimahi sendiri,” katanya.

Adhitia mengatakan, persoalan keempat kurangnya perlindungan pekerja ke dalam perlindungan hukum, perlindungan sosial yang memadai, asuransi, dan persoalan cuti kurang diatur dengan baik.

“Kelima minimnya dialog antara buruh, pekerja, lalu perusahaan, pengusaha, asosiasi perusahaan, asosiasi pengusaha, dan pemerintah ini kurang ada kegiatannya yang sifatnya rutin,” imbuhnya.

Persoalan keenam yakni minimnya peluang pengembangan keterampilan. Menurutnya, di Kota Cimahi masih minim adanya pelatihan yang membuat meningkatkan keterampilan dan mobilitas kerja.

“Terakhir persoalan perburuhan informal, yang disebut BHL (Buruh Harian Lepas), itu banyak sekali buruh yang bekerja di sektor informal, yang mana kalau bekerja di sektor informal ini lebih terbatas lagi akses-aksesnya untuk mendapatkan hak perlindungan yang sama seperti buruh-buruh formal,” bebernya.

Sebagai salah satu figur muda putra daerah yang siap maju di Pilwalkot Cimahi 2024, Adhitia sudah menyiapkan berbagai inovasi kebijakan untuk mengatasi persoalan buruh di Kota Cimahi.

Baca Juga:  Curah Hujan Meningkat, Warga Cimahi Diminta Waspada Potensi Bencana

Adhitia mengatakan, solusi pertama yakni adanya program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang nantinya akan dijadikan visi misi atau janji politik.

“Program keterampilan ini kita khususkan buat mereka yang bekerja di sektor informal dulu, supaya mereka juga selain punya keterampilan punya daya saing di dunia kerja,” ucapnya.

Kedua, dirinya juga akan mendorong kemitraan antara Pemkot Cimahi, para pelaku industri perusahaan, dan serikat pekerja untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih berkualitas.

“Iini sesuai tagline saya yang mengusung tema insklusifitas, itu harus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ungkapnya.

Selanjutnya, solusi ketiga adalah memanfaatkan perkembangan teknologi. Adhitia mengatakan, dirinya akan mencoba mengkombinasikan penggunaan IT untuk memfasillitasi omunikasi antara pekerja dan pemerintah.

“Misalkan platform online untuk mencari kerja, nanti kita bikin level kotanya. Lalu, platform pelaporan atas keluhan para pekerja buruh. Yang terakhir, akses informasi perburuhan, jadi belum ada platform yang bisa mengakses informasi perburuhan di Kota Cimahi,” terangnya.

Baca Juga:  Mulai Tahun Depan, Kabel Udara Semrawut di Kota Cimahi Bakal Ditata

Sementara terkait dengan pengawasan dan penegakkan hukum, kata Adhitia, hal ini harus ada sinergi bersama para APH, bahwa persoalan-persoalan terhadap masalah perburuhan juga masih belum menjadi konsern secara terintegrasi antara pemerintah, buruh, dan APH.

“Kadang-kadang buruh juga butuh tau masalah regulasi, hukum, bagaiamana flow menentukan dari besaran UMK, terus bagaimana UMK ini berproses lewat pengupahan daerah dan lain sebagainya,” katanya.

Solusi berikutnya terkait fasilitas pendukung dalam hal ini masalah transportasi untuk kesejahteraan para pekerja.

“Saya juga lagi nyari tau transportasi apa yang paling diinginkan warga Cimahi seperti apa, yang bisa diakses bukan hanya oleh satu kalangan tertentu, bukan cuma pelajar, pegawai negeri, tapi termasuk buruh,” tuturnya.

Terakhir adalah akses program kesejahteraan sosial dan kesehatan. Menurutnya, dampak dari kerja ada resiko yaitu kesehatan dan keselamatan kerja.

“Nah itu yang menjadi inovasi-inovasi baru saya gambar-gambar dikit buat dibikin program seandainya terpilih,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Adhitia Yudisthira buruh Hari Buruh Kota Cimahi May Day pekerja
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.