Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Arema FC Bidik Trofi Kelima Piala Presiden 2026, Persib Jadi Ujian Pertama

Jumat, 24 Juli 2026 20:37 WIB
Timnas Indonesia

Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia Tandang di Piala AFF 2026

Jumat, 24 Juli 2026 20:28 WIB
Ilustrasi PNS.

Gaji PNS Agustus 2026 Segera Cair, Cek Nominal Golongan I hingga IV Lengkap

Jumat, 24 Juli 2026 20:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Arema FC Bidik Trofi Kelima Piala Presiden 2026, Persib Jadi Ujian Pertama
  • Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia Tandang di Piala AFF 2026
  • Gaji PNS Agustus 2026 Segera Cair, Cek Nominal Golongan I hingga IV Lengkap
  • Persib Resmi Boyong Eks Asisten Bojan Hodak Jadi Kepala Pemandu Bakat
  • Jejak Perjuangan Mak Vera: Dari Pedagang Daging, Membesarkan Olga Syahputra, hingga Menagih Hak Miliaran Rupiah
  • Staycation Akhir Pekan di Bandung? Coba 5 Hotel dengan City View Terindah Ini
  • Demokrat Ciamis Tanam 2.026 Pohon Balsa dan Tebar 10 Ribu Benih Ikan di Sungai Cireong
  • Sedang Berlangsung! Cek Link Live Streaming Indonesia vs Filipina SEA V Cup Men’s 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang, Bey Temukan Temuan Baru dari Petani Bogor

By SusanaRabu, 31 Juli 2024 20:25 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menyerap aspirasi petani dan meninjau situasi di lapangan guna mencari langkah antisipasi adanya ancaman kemarau panjang pada Tahun 2024 ini.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia mundur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Adapun puncak musim kemarau 2024 diprediksikan terjadi di bulan Juli dan Agustus 2024.

Terkait adanya ancaman kemarau tersebut, Bey mengunjungi dan berdialog dengan para petani di Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor saat kunjungan kerja, Rabu (31/7/2024).

Diketahui, para petani di daerah tersebut pada tahun lalu terdampak kekeringan panjang yang menyebabkan pergeseran musim tanam.

“Tahun ini panen kedua, tapi musim tanamnya baru satu kali, terakhir itu akhir tahun lalu baru panen Bulan Maret, ini yang kedua. Biasanya mereka akan menanam lagi akhir tahun, atau awal tahun,” kata Bey.

Memiliki produktifitas 5,6 ton gabah kering giling 6 ton dengan harga jual Rp6.000 per kilogram, para petani berencana mempercepat musim tanam pada Agustus 2024 ini. Rencana ini ditopang topografi kawasan persawahan di sana yang dialiri Sungai Cihoe.

“Dengan sistem pompanisasi yang ada, mereka akan menanam lagi Agustus dengan bantuan pompa. Biasanya, mereka akan menyewa pompa, tapi saya akan upayakan mereka mendapat bantuan pompa dari Kementerian Pertanian,” tuturnya.

Namun, Bey menemukan temuan menarik karena para petani menggunakan pompa di sana menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram menggantikan bensin.

Dengan memakai gas elpiji, satu hari yang biasanya menggunakan 10 liter bensin petani harus mengeluarkan Rp100.000-Rp120.000.

“Kalau pakai gas melon itu hanya Rp 25.000, jadi ada penghematan sekitar 70%, tapi saya juga melaporkan ke Kementan kalau mereka membeli pupuk sampai Rp160.000,” tuturnya.

Lanjut, kata Bey, pihaknya mesti mendapatkan laporan langsung dari para petani karena ancaman kemarau panjang harus diwaspadai. Dialognya dengan para petani dinilai Bey memberikan informasi berharga, terlebih para petani ini menggarap sawah milik mereka.

Bey memastikan temuan di lapangan dilaporkan langsung pada Irjen Kementerian Pertanian baik urusan pupuk yang masih mahal dan bantuan pompanisasi.

Menurutnya, petani di Tegal Panjang bersedia mendapatkan bantuan pompanisasi, meski masih menggunakan tenaga bensin.

Soal bahan bakar bensin ini para petani mengeluhkan jauh dan sulitnya mendapatkan bensin.

“Mereka kerepotan beli bensin, harus pakai jerigen, kadang-kadang di SPBU ditolak, kalau pakai elpiji itu praktis karena tinggal beli di warung, polusi juga berkurang, ini jadi temuan di lapangan, sudah saya laporkan ke Irjen Kementan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Bogor kemarau petani temuan baru
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi PNS.

Gaji PNS Agustus 2026 Segera Cair, Cek Nominal Golongan I hingga IV Lengkap

Demokrat Ciamis Tanam 2.026 Pohon Balsa dan Tebar 10 Ribu Benih Ikan di Sungai Cireong

Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi

Dedi Mulyadi Sebut Sayembara Berbasis Hadiah Sesuai Tradisi Masyarakat Indonesia

Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol di Pinggir Danau

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Gaji PNS Agustus 2026 Masuk Rekening, Golongan IVE Jadi Penerima Tertinggi

Terpopuler
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.